“Menangislah bila kesedihan itu memang menyesakkan dada. Keluarkan racun kekecewaan bersama aliran air mata. Namun, jangan merutuki diri. Dunia ini bukan dikendalikan oleh manusia. Jika anda kecewa terhadap perlakuan manusia, yakinlah bahwa sesuatu yang baik tengah dipersiapkan untuk anda. Anda diciptakan bukan untuk tujuan sia-sia. Ada tugas penting tengah menunggu anda.”
Kutipan kata-kata di atas sungguh bernilai optimis..
Jalani hidup apa adanya. Mengalir tenang layaknya air sungai. Jika semakin besar hambatan batu yang menghadang, maka semakin besar jualah semangat air itu mengalir hingga menemukan kembali ketenangannya… Ya..
Air saja, dapat dengan semangat kobarnya melawan rentetan halangan serta rintangan yang dilaluinya. Kenapa manusia tidak?? Rapuh, merupakan hasil voting terbanyak ketika manusia dilanda bencana.
Mengalir layaknya air, bukan berarti pasrah… Tentunya berjuang…
Ya..berjuang merupakan titik terpenting dalam menghadapinya…doa dan berusaha. Tanpa serius berharap imbalan apa-apa dr manusiaa. Yang pasti… Ridho Allah tentu….
Selanjutnya…kita tinggal menunggu hasil dalam bentuk ketawakalan..

*writing 4 me…

see:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *