“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya. “***

Usai ngobrol dengan salah seorang teman yang bertanya kira-kira seperti ini, “ Apa ya kira-kira yang akan terjadi dengan kehidupan kita 10 tahun kedepan??? “Hm… lucu juga kalo kita bisa mengingat kembali masa-masa lalu yang telah di lewati. Putih, hitam, terang dan gelapnya hidup kita mewarnai setiap langkah manusia.

Jadi ingat satu kata dari orang tua… “Nak … hidup ini yaa… dijalani ajah. Jangan dipikirkan bagaimana n seperti apa kita nanti… Yang jelas kita berjuang dalam kehidupan… “ Merdekaaa… hehe(just kid) ^_*Lalu, memory otak kembali berputar, ingat kejadian saat-saat kuliah, terkesan dengan salah seorang pembicara dalam sebuah training motivasi. Pembicara tersebut menyampaikan cara dia menjalani hidup yang memang kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan epidose kehidupan kita…
Pembicara tersebut selalu menulis setiap episode kehidupan yang terjadi padanya. Layaknya seorang script writer dalam sebuah sinetron. Saat dia berumur 45 tahun. Dia mulai membaca setiap lembar kehidupan yang dia rencanakan dan yang telah terjadi. Banyak ternyata kejadian-kejadian penting dan tak terduga yang perlu di garis bawahi. Ketika dia tidak menerima takdir yang di berikan padanya… dia tertekan, sempat hampir putus asa. Namun, bisa bangkit dan akhirnya sekarang menjadi pengusaha yang sukses.
Ternyata kejadian-kejadian yang dulunya tidak dia inginkan mempunyai maksud tersendiri oleh sang Penguasa.. sang Sutradara kehidupan yaitu Allah…. termasuk dalam urusan jodohnya..“ternyata betul-betul rahasia illahi… n sangat indah” katanya sambil mengenang. Ini diaaa….kutipan dari kumpulan resonansi jiwa..penggugah hati,:)“Memang menyakitkan ketika Kita mencintai seseorang, namun Ia tidak membalasnya. Tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Kita mencintai seseorang dan Kita tidak pernah dapat menumbuhkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan Kita padanya.
“Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup, ketika bertemu dengan seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita. Sehingga harus dengan berat hati membiarkan dia pergi dan berlalu. Teman yang terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama di sebuah ayunan tanpa ada ucapan sepatah katapun. Lalu ketika kita harus berpisah dengannya, terasa seolah hal tersebut, merupakan percakapan yang paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersama. Kita tidak akan pernah tahu, apa yang telah kita dapatkan, hingga kita kehilangan orang yang kita cintai. Tetapi, kita pasti tidak pernah tahu apa yang akan hilang, hingga hal tersebut menghampiri kita. Impikanlah apa yang ingin diimpikan, pergi kemanapun yang kita inginkan. Jadilah sebuah sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.
“Life is choice,n Life is so short”
Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita. Hal tersebut mungkin akan menyakiti orang lain pula. Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan, mungkin akan menyulut perselisihan. Perkataan yang kejam dapat menghancurkan kehidupan. Sebuah kata yang tidak tepat mungkin juga akan mampu menambah beban batin seseorang dan sebuah kata yang penuh dengan cinta kasih mungkin dapat menyembuhkan dan memberikan berkah.
Orang yang paling bahagia adalah orang yang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal yang terbaik. Mereka hanya berpikir bagaimana menciptakan semua hal menjadi terbaik bagi mereka yang berlalu dalam hidupnya. Cinta… dimulai dari sebuah senyuman, kemudian tumbuh dalam sebuah kecupan dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya sementara orang-orang di sekeliling kita tersenyum bahagia. Dan ketika kita meninggalkan hidup ini. Kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia, sementara orang lain hanya mampu menangisi kepergian kita…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *