Karakter orang minang cukup unik jika dibandingkan dengan karaker beberapa daerah lainnya di indonesia. Contohnya saja baru-baru ini, di saat beberapa caleg stress bahkan depresi dengan hasil pemilu. Tapi tidak dengan caleg-caleg yang berasal dari wilayah ini. Tingkat gengsi yang cukup tinggi dapat menutupi rasa stress agar tidak semakin berlarut-larut dengan hasil yang diperoleh. Malu? Kecewa? Yaa.. wajar lah…

Karakter kuat yang dimiliki oleh orang minang lainnya yaitu penuh dengan perhitungan. Kalo orang-orang di luar minang sih bilangnya pelit. Tapi jika di amati, masyarakat minang cukup hati-hati dalam mengatur keuangan. Sehingga hal tersebut diidentikkan dengan pelit, seperti yang terlihat dalam salah sebuah film di TV (“Suami-Suami Takut Istri) yang begitu jelas menyatakan hal tersebut. Sebenarnya ada hal positif yang dapat diambil dalam sikap penuh perhitungan tersebut, yaitu beberapa mall yang didirikan di nagari minang terancam bangkrut dan tutup, karena memang hobinya orang minang bukan belanja-belanja ga karuan aja.

Kebanyakan mereka cuman lirik-lirik doang alias cuci mata. Tapi untuk membeli…hmm pikir-pikir beberapa kali deh. Ga akan beli kalo ga terlalu penting amat. Tapi untuk urusan makan, hmmm jangan tanya. Kebanyakan ga terlalu perhitungan dengan yang namanya makan. (Maaf, ini hnya secara garis besar, bukan berarti semuanya seperti ini)…Untuk masalah shoping atau beli-beli pakaian, atau benda-benda yang gak begitu urgen orang minang memang rada pikir2. apalagi budaya beli baju di masyarakat minang rata-rata kalo ga saat mo lebaran, kalo gak pas saat mendesak banget. Disaat bajunya udah bener-bener robek atau udah pantes buat jadi kain pel … baru lah….

Selain itu hal lainnya yang susah diubah dari karakter minang adalah masalah lafal dalam berucap, seperti terjadinya kasus serupa di beberapa tempat. Ada orang minang yang kalo ngomong indonesia selalu jelas logat minangnya ketika berbicara. N bikin orang yang mendengarnya senyum2 geli.

Kejadian2 di atas memperlihatkan bahwa masyarakat minang memilki karakter yang kuat dan sulit untuk di ubah. Hal ini bagus memang, namun beberapa point penting yang mulai dilirik dan perlu digaris bawahi.Yaitu permasalahan gaya remaja minang dan gaya ucapannya yang sekarang sudah mulai sedikit bergeser. Mulai dari gaya mohawk, poni miring, n style jepang or korea yang masang celananya agak kedodoran alias ga nyampe pinggang. Belum lagi dengan bicaranya yang sok lo2 gue n berbahasa indonesia raya dengan logat minang. Kalo ngomongnya pas sih ga masalah, tapi ini… boro-boro pas.

Padahal kebanyakan yang ngomong gitu, justru yang berada di kawasan sumbar. Aneh… n rada2 pusing pas keluar dari pintu bandara ngedenger beberapa remaja yang lagi menunggu kedatangan keluarganya bercakap-cakap sesama mereka sambil berucap…“ heee… lu jangan pergi la haa…, beko gua tinggal sendiri disini a. woii..woiii” Haaaa??? Woooiii…. ini udah nyampe Padang belom yahh? Ato masih di Soekarno-Hatta?? Hmmm…Padahal saat berada di daerah rantau, justru orang-minang dengan bangganya berbahasa minang. Dan malah merindukan nuansa2 minang, dengan mencoba nyari masakan minang, ngelihat kegiatan2 minang, dan lain2. untuk mengobati rasa rindunya dengan ranah minang. Nah loh… kalo di daerah minang sendiri ??Sebenarnya bukan berarti mempermasalahkan hal di atas, cuman yang lebih ditekankan adalah… Budaya minang yang kental dengan adat n agamanya, karakter minang yang cukup kuat dengan penuh perhitungannya perlahan-lahan akan mulai memudar…, dan seperti apa kira-kira nagari ini beberapa tahun ke depan yaa??Beberapa karakter minang yang udah kekumpu browsing dr internet:…Ckck…ternyata negatif-positifnya hampir sama banyak…tergantung sudut pandang masing2…

1.Licik (galie)
Apa betul Licik? Contoh kasus “Kalau main terus bisa kalah, kalau berhenti, maka pihak lawan yang sedang kalah langsung marah dan menggerutu serta menuduh lawannya dengan kata-kata “galie ang” atau “galie wa ang”. Jadi di sini kata galie berarti seseorang yang bertindak untuk mempertahankan keuntungan yang sudah diperolehnya, dan sekaligus tidak lagi memberi kesempatan kepada pihak lawan untuk menebus kekalahannya, atau meneruskan kekalahannya sampai landeh (habis-habisan). Apakah sifat galie seperti ini baik atau tidak baik, perlu atau tidak perlu kita kembangkan sebagai sifat orang Minang? Marilah kita renungkan.licik adalah perbuatan seseorang menghalalkan cara utnk mencapai tujuan memperoleh kemenangan. Jadi licik adalah identik dengan tujuan menghalalkan cara. Atau juga dapat dirumuskan mencapai tujuan dengan menipu atau curang.

Apakah mayoritas orang Minang mempunyai sifat sedemikian ini. Kalau memang benar, mari sama-sama kita ubah dan tidak perlu dikembangbiakkan lagi.

2.Cerdik buruk
Dia mempunyai seribu akal dalam mengatasi kesulitan. Dia senantiasa mengandalkan otaknya dan jarang mengandalkan ototnya. Baginya, otak yang utama, sedangkan otot hanya sekedar penunjang. Apa ada orang yang seperti in di Minangkabau, yang menomorsatukan otaknya dan menomorduakan ototnya.

3.Memaksakan kehendak

4.Tidak pernah jujur secara polos–> dibalik kebaikan ada maksud

5.Angguak indak geleng ndak namuah
6.Bia marunduak asal tanduak manganai
7.iyoan nan diurang laluan nan diawak
8.Kok Terimpik bia nan diateh

Beberapa sifat di atas hanya tergantung pemakaian masing-masing orang. Yang jelas kita mau pilih yang mana? Mau yang sisi positif or negatifnya…

*Just 4 Instrospc.. 4 Me

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *