Setelah beberapa hari menulis semua tentang Ibu. Sekarang pengen cerita tentang Ayah… Mmmmh… Dulu Rasul pernah bilang muliakanlah Ibumu…(who next??) Ibumu…(who next??) Ibumu…n who next?? Ayahmu…

Dulu pas kuliah sempet ngalamin masa2 yang ga pernah tenang n slalu ingat sama Ayah. Apalagi pas zaman2 trendnya lagu “Ayah” Ada Band n Gita Gutawa… Duuuhh pengen nangis mulu tiap malem, klo inget kata2 Ibu ditelpon…T_T

Ma: “Sabar ya nak… InsyaAllah pasti diusahakan nanti uang buat kuliahnya”. Mama kasihan lihat Papa (deeegg… hatiku), kerja sampai larut malam ga brenti2. Mana minggu dan hari libur papa juga kerja terus, ngajar jadi dosen, urusan buat kuliah, belum lagi kerjaannya di kantor….

Hati meringis… Jiwaku teriris mendengar cerita Ibu. Pantes setiap nelpon ke rumah jam sembilanan malam pun, Ayah belum pulang. Pasti masih di kantor.. Ya Allah, berikan kemudahan pada Ayah…. Berkahilah pekerjaannya…

Tak pernah terbayangkan wajah letih Ayah, tak teruraikan bagaimana perasaan Ayah, untuk kami anak2nya dan keluarga…

Ayah…
Tak pernahkah engkau letih bekerja… Tidakkah engkau hendak istirahat sejenak… Tidakkah engkau ingin membahagiakan dirimu sendiri??? Cukuplah sudah engkau habiskan waktumu bekerja keras menguras tenaga dan pikiranmu untuk kami…. anak2 mu… dan ibuku…

Ayah…
Kurindu melihat engkau bisa merebahkan sejenak tubuhmu…
Ku ingin merasakan canda dan tawa bersamamu… meski hidup mu membuat hari2mu kaku…dan membisu…
Ku senang engkau mematahkan rokok mu di depanku…
Ku bahagia melihat semangatmu setiap hari, tanpa lelah dan letih
Semangatmu memakan seluruh jenis tanaman obat apapun yang bisa membuat tubuhmu sehat dan kuat… Semangatmu menjaga kesehatanmu…
Semangatmu…. Jiwamu.. Hatimu… kurindu…
Agar bisa memberikan yang terbaik untuk kami.. anak2mu dan Ibukuu….
Ayah… Kucinta dirimu…

***
Dari kecil sudah ditinggal Ummi. 9 Orang bersaudara. Diantara semua saudaranya, Ayahlah yang lumayan beruntung. Bisa terus berjuang sampai sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Meski terseok dalam melanjutkan sekolah, namun semangat dan geloranya menghantarkan Ayah ke kehidupan selanjutnya.

Ayah anak yang ke-enam. Tamat SD dan SMP Ayah melanjutkan ke Sekolah Teknik namanya (kalo sekarang mungkin sama dengan STM). Tamat ST, Ayah melanjutkan bekerja, sempat juga diminta untuk ngajar di Sekolah Teknik tersebut. Ga beberapa lama, Ayah terus berjuang dalam bekerja, mulai dari daerah pariaman hingga kerja di Balai Kota Padang. Berkat prestasi yang memuaskan akhirnya ayah mendapat beasiswa kuliah di Institut Teknologi Bandung, Program D3 Geodesi. Sekitar tahun 80-an dalam suatu proyek Ayah bekerja di Proyek kakek di daerah pariaman. Disitulah perjodohan terjadi.

Hingga akhirnya, Ibu yang hanya tamatan Sekolah Pendidikan Guru menikah dengan Ayah yang baru akan menyelesaikan kuliahnya. Mulai dari Sekolah Teknik Ayah sudah mulai membiayai sekolahnya sendiri. Dengan bekerja sambilan dan ngajar. Saat selesai kuliah, Ayah gaek (kakek dari ayah) sudah mulai sakit2an. Hingga Ibu melahirkan kakak dan aku. Saatku berumur 2 tahunan Ayah gaek meninggal. 2 orang adik Ayah yang perempuan mesti di bawah tanggung jawabnya. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan, karena memang kondisi kakak2 Ayah yang tidak menamatkan sekolah seperti Ayah. Banyak dari saudara Ayah yang tidak terlalu beruntung karena memang dari tingkat sekolah dasar sudah mulai malas untuk bersekolah.

Berbeda dengan ayah yang tidak pernah surut keinginannya untuk bersekolah. Meskipun tertatih2 untuk melanjutkan sekolah hingga saat ini. Disaat ayah sudah bekerja lebih dari 20 tahun baru bisa mewujudkan keinginannya untuk melanjutkan sekolahnya terus sampai ke jenjang magister. Sekitar tahun 96/97-an Ayah baru bisa melanjutkan sekolah sarjana di Universitas Diponegoro, Semarang, lagi-lagi lulus beasiswa pemerintah. 2 tahun kuliah disana saat yang paling sulit dalam keluarga. Hingga sekarang Ayah baru bisa melanjutkan kuliah S2 di Universitas Andalas. Disaat telah banyaknya anak2 muda yang telah mendapatkan gelar magister dengan mudah, beda hal dengan Ayah, yang harus berjuang untuk mendapatkan itu semua.

Sekarang Ayah masih mendapatkan beasiswa untuk kuliahnya. Hanya saja disaat sulit dalam keluarga ketika 3 anak Ayah kuliah, kakak yang akan lulus kuliah, aku yang lagi kuliah n adik yang akan kuliah. Wuaaahh… berat banget yahh…. Berapa duit tuh???
Ckckc… untunglah Allah sayang kita ya Yah??
Alhamdulillah, aku bisa kuliah di negeri n biaya hidup ga mahal2 amat…
Sujud syukurku Ya Allah… Kau berikan Ayah yang terbaik untuk ku…
Semoga Allah mengampuni semua dosa2nya. Semoga Ayah mendapatkan kebahagian terbesar dalam hidupnya.. baik di dunia ini… maupun di akhirat nanti.. Berikan pelukan cinta Mu ya Allah pada Ayahku tercinta…

Yang Terbaik Bagimu…
(by: Ada Band & Gita Gutawa)

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *