Teringat cerita Ibu tentang masa-masa lalunya. Kukira sangat dahsyat ceritanya. Cerita yang tak ada tandingannya bagiku. Laskar Pelangi juga tidak ada apa-apanya kupikir jika dibanding cerita-cerita ibu. Andai saja Ibuku yang guru Bahasa Indonesia itu hobi menulis. Barangkali cerita hidupnya juga akan difilmkan. ckckck

Anakmu ini juga nggak terlalu bisa menulis. Cuman dulu, sekali pas nulis setangkai kisah hidupmu dengan judul “Serpihan Kasih” dibilang plagiat sama guruku. Emang sih, plagiat dari cerita si Ibu.

Tadi sore cerita-cerita sama Ibu lagi. Itulah yang kutunggu-tunggu. Ibu Membuka perbincangan dengan menceritakan kisah-kisah hidupnya. Bagiku cerita Ibu tak ada habis-habisnya. Adaaaa aja yang bisa Ibu ceritakan ketika ku awali cerita atau curhat dengan Ibu. Kurasa Ibu punya stok cerita yang sangat banyak tentang dirinya, hidupnya dan cerita itu paling banyak kurasa diceritakan pada diriku.
Karena aku… sangat hobi mendengarkan cerita Ibuku…
Kusuka ceritanya…
Bagiku ada beberapa hal yang membuatku de javu
Kubisa membayangkan dan seolah-olah ku berada di situ..
Haha, mulai ngaco…hmmmhh (ceritanya kapan nih??)
Lucu, sedih, bahagia, haru, tegang, deg-degan mewarnai perjalanan hidup Ibu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *