Ku kira semuanya akan biasa.. tenang… tapi….

Sama ustadzah disuruh sholat istikhoroh, sama Ibu disuruh minta aja ke Allah yang terbaik.
Ya, pastilah. InsyaAllah. Tapi ku tak mau lagi dibilang orang yang kejam. Kata seorang teman aku dibilang kejam. Suka menolak orang yang datang, sombong , angkuh. Itu ditujukan padaku. “Apa iya???” pikirku. Ku tahu siapa diriku. Tak ada yang mesti disombongkan. Apa yang kumiliki tak ada apa-apanya. Selain pas-pasan, pendidikan sedang dan sikap yang biasa, tak ada istimewanya.

Jadi, apa yang mesti kusombongkan? teman… Maaf, aku sedikit tersinggung dibilang seperti itu, karena kutahu diri, tak ada apa-apanya. Namun, kurasa aku berhak untuk menentukan jalan hidupku dengan meminta pada Rabbku, yang terbaik.

AKu dibilang kejam hanya karena sering menolak orang kata temanku. Menolak siapa? Apa yang dia tahu? Memang beberapa kali aku curhat dengannya tentang permasalahanku. Tapi itu tidak semua. Tak mungkinlah aku bisa seterbuka itu, meski waktu itu aku betul-betul butuh teman yang bisa mendengarkan isi hatiku. Tak mungkin curhat dengan Ibu atau kakakku, yang permasalahannya itu ada hubungan dengan mereka berdua. Jadi kenapa? Apa betul aku sekejam itu? hmm…. jadi kepikiran.
Kenapa? Apa aku juga pernah nolak dia??? haha…
lupakan, teman.

Calon pertama yang disodorkan Ibu tak disenangi adik kecil. Waktu itu hampir aku bilang, “Terserah Ibu, gimana baiknya”. Tapi, pas melihat adik, aku langsung bertanya.

“Gimana han, ehan suka apa enggak??”, tanyaku.

Sambil mencibirkan mulutnya dan menggeleng-geleng. Hanya gelengan. Tapi kubisa membaca apa pikirannya, sama denganku. Hatiku sulit menerima.

Anak kecil cukup polos. Tak mungkin salah menilai dan bisa dibohongi hati nuraninya. Langsung di depan Ibu ku jawab,

“Bu, adik saja tidak suka. Gimana aku??”

Kalo kata kakak, “wajahnya terlalu tampan, tampang metropolis… ntar siap-siap cemburu” ceunah…

Wakaka…kita ketawa. Sudahlah… lewattt…

Calon yang kedua, tak sanggup kucerita. Tamatan sekolah kekerasan di Indonesia yang sering masuk TV, kawasan jatinangor. Aku sudah merasa langsung merinding. Apalagi setelah mendengar umurnya sangat jauh dariku.. Jangan-jangan punya kelainan dengan wanita pikirku…pikirku. Naudzubillah… Semoga Allah memberi yang terbaik….

Dan ternyata benar, sampai saat ini Allah menjauhkanku darinya. Ya Allah beri yang terbaik….

Calon-calon berikutnya tak berbeda banyak. Ada yang tidak jadi karena adik wanitanya belum nikah, ada yang tiba-tiba berangkat ke Sorong. Pikirku langsung tertawa mengingat2 kejadian itu. Kalo emang gak mau, jangan cuman beraninya ngajak pacaran aja. Ngeliat2 n maunya ngejalanin pacaran dulu. Tak maulah, emangnya barang yang bisa dipake sembarangan…
Bikin kesal aja…:(

Ku tahu itu hanya alasan2 yang diberi. Mungkin memang merasa tidak cocok dengan ku, atau karena kegalakan ku?? Akhirnya memilih untuk memberi alasan seperti itu?? Aneh…hehe.. Good bye, Ok..

Beberapa minggu ini, mulai tenang. Apalagi setelah aku berbincang dengan Ibu. Ibu terlihat kembali sehat, seperti sedia kala. Ya Allah, beri kesehatan seperti ini kepada Ibu dan Ayah… amiin…

Di tengah2 ketenangan hati, ada perasaan was-was sebenarnya di diri.

Ya…. Dalam beberapa hari ini. Apalagi seorang teman merasakan was-was dihatinya.

Awalnya kuhilangkan ketidaknyamanan ini. Tapi, kadang hati mencuat untuk menyatakan ke-was-wasannya.

Aku bingung, ada apa ini??????

Temanku khawatir dengan keadaan orang sekitarnya, aku kira aku sehat, baik2 aja. Cuman sedikit demam flu, bagiku itu bukan masalah yang membuat was2 diriku. Toh, kalo sudah waktunya, ajal juga pasti akan datang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan menurutku…

Aku juga sedikit bingung dengan sikap Ibu akhir-akhir ini. Sepertinya ku mencium sesuatu yang akan terjadi. Senyum Ibu, senyum yang sulit untuk kuartikan. Perkataan Ibu, sesuatu yang susah untuk ku pegang secara kuat. Karena Ibulah orang yang paling sering berubah pikiran menurutku. Kata Ibu “Mengikuti kata hati…”

“Oh… gtu ya bu??” Ya dehhh…
Jawabanku suatu ketika, disaat Ibu melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ucapannya.
Kutahu, Ibu tahu yang terbaik untuk anaknya. Jadi kurasa tak masalah jika ku tak mengerti Ibu, jalan pikirannya. Kuserahkan semua pada Ibu… untuk Ibu…

Karena, kuyakin Ibu tidak akan memberi yang tidak baik untuk anaknya.

“Baik Bu, akan ku coba, untuk menyukai orang yang kau pilihkan untukku nanti. Meski hati ini sulit menerima. Ku tahu, Kaulah yang memilihkan untuk ku nanti. ” jerit hatiku…

“Bagiku tak masalah, akan kuusahakan. Akan ku coba Bu… Karena, mau bagaimana pun. Aku akan tetap seperti ini. Aku akan tetap sulit untuk menyukai seseorang, tapi jika kucoba, ku mungkin bisa. Lagian aku gampang melupakan dan sangat mudah untuk menghilangkan rasa suka pada seseorang. “

Tak masalah bagiku. Karena kupercaya, pilihanmu adalah pilihan yang terbaik dari Allah…

Was-was hatiku terjawab sudah disaat Ibu bilang sedang menjodohkanku dengan seseorang lagi. Di saat Ibu menanyakan statusku dengan seorang teman.
Ya… sore tadi temanku itu datang. Dia datang ke rumahku. Hatiku senang, hanya senang. Tidak ada yang mendebarkan dalam diriku. biasa…
Ibu dan ayah seperti mengintrogasiku dengan ramah. Padahal sebelumnya sudah pernah kuceritakan. Tapi mungkin ingin kembali memastikan, karena teryata sudah dari awal minggu ini Ibu menyembunyikannya dari ku.
Ternyata benar firasat hatiku.
Ibu kembali seperti itu… menjodohkanku… putri ke-2 nya…
Maafkan aku Bu…
Meski membuat hatiku kadang meragu…
Ketika hati mulai gelisah. Ibu bergerak melakukan sesuatu…

Beberapa hari ini Ibu berkali-kali keluar bersama Ayah.
Langsung menghindar ketika ada telepon. Tak seperti biasanya…

Dan puncaknya, ketika kemarin minta dibuatkan kue 2 buah. Awalnya bilang untuk kakak. Tapi, kenyataannya Ibu minta disimpankan kue yang satu karena itu untuk Ibu. Tak masalah, ku buatkan kue 3 buah. Memenuhi janjiku untuk temanku. Walaupun ku tak tahu rasa kue itu??? hhuahaaa….

Waktu itu aku mulai merasakan hal yang lain. Disaat semua merencanakan sesuatu…
Kuhanya serahkan hidup dan matiku hanya untuk Mu Rabb.. Allahu …
La haula wala quwata illa billah…

Kau lah yang Maha Tahu….
Ku kan terima segala takdir hidupku….
Ku hanya bisa berdoa dan beribadah padaMu….

Doa kan ya.. agar aku bisa melewati ini semua,
semuanya…
Semuanya pasti akan berlalu
Dan diberi yang terbaik dari Rabb-ku
Amiin …Ya Allah…
Selagi belum ijab kabul, kutak pernah tahu siapa jodohku..^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *