Teringat dengan kenangan semasa nyantri di Daarut Tauhid. Kegiatan berkesan di penghujungnya yaitu Solo Bivak… Pengalaman yang betul-betul gak bisa dilupakan..
Disaat semua makhluk hidup di alam ini sujud dan tunduk dengan sang Maha Pencipta…
Waktu itu betul2 merasa dekat denganNya… dan merasa siap jika Allah tiba2 mencabut nyawa…

Sungguh, terngiang selalu dipikiran, ketika berusaha untuk survive selama satu malam dalam bivak kecil di atas sebuah gunung daerah situ lembang. Sendiri, di bivak kecil itu. Tidak ada teman, tidak ada siapapun kecuali aku malaikat, dan makhluk2 Allah lainnya. Malam itu cuaca begitu terasa sangat dingin. Dingiiiiin sekali bahkan. Tak mampu membayangkan betapa dinginnya saat itu, ditambah lagi dengan rintikan hujan kecil. Suhu mencapai minus. Mungkin cuman salju aja yang belum turun (ya.. ga mungkin sih).

Di bivak kecil itu aku merasakan sesuatu yang betul-betul berbeda. Ukuran bivak lebih kurang 1,5 x 1 meter. Di terangi cahaya paravin yang setiap jam nya mesti diganti karena habis. Ya Allah… kulihat cacing2 kecil di tanah begitu tunduk dalam munajatnya… tumbuhan2 sekitar juga tak kalah khusyuknya… Kumerasa dekat dengan Nya…

Saat itu betul2 terbayang jika nanti ruh ini dicabut dan jasad ini akan di letakkan di rumah masa depan yang terbuat dari tanah, beserta makhluk2 Allah di dalamnya. Cacing, ulat bahkan ular pun senantiasa dengan mudah berada di rumah masa depan kita itu…
Hati betul2 takut jika amalan ini tidaklah cukup. Ibadah ini tidaklah khusyuk… Jika apa2 yang kupersiapkan untuk akhiratku tidaklah diterima sang Maha Pemilik…’
Ya Allah… hamba tidak sanggup menerima azab Mu…
Namun, hamba juga tidaklah cukup melakukan hal2 yang Kau inginkan padaku…
Sholat hamba sering tidak khusyuk
Sholat sunnah pun sering tertinggal
Tilawah juga sering tidak konsisten
Ya Allah…
Amalan apa yang kan kubawa nanti???
Sedekah pun hamba tidak rutin
Membantu hambaMu juga hamba jarang
Berbakti pada Ibu masih belum sempurna….
Apalagi untuk Ayah…
Ya Allah.. terimalah amalan2 kecil hambaMu ini…
Yang hina berlumur noda dan dosa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *