(maaf, ga berani upload potonya si Mbah)

Dalam sela2 bercerita dengan uni. Si uni ternyata ngebawa gosip kalo Mbah surip meninggal.
“Iyah, udah tahu”, jawabku… tadi sempet baca tulisan di blog…

Bagiku, hal itu biasa. Memang mungkin sudah tua, dan sudah ajalnya. Sempat merasa sedikit bersalah, karena beberapa kali aku nyatakan ga suka dengan si Mbah. Apalagi mendengar ketawanya. Bikin mual, karena kupikir kakek2 seumuran dia seharusnya mikirin gimana kehidupan akhirnya… kupikir harta, ketenaran bukanlah segalanya…

Yang jelas aku ga terlalu mengenal dia. Memang sih, di saat tenar2nya dia malah dipanggil yang Maha Kuasa. Jadi aku, ngerasa ga seharusnyalah kita sebegitu larut hingga membesar2kan segala sesuatunya tentang si Mbah. Doakan aja n ambil hikmah dibalik semua.

Maafin saya ya Mbahh…. Tapi, bener. Aku ga suka sama mbah yang kecentilan padahal dah tua… (ketawa n gayanya mbah itu loh, bikin ngilu di perut…). Ya Allah, ga boleh benci orang berlebihan…. Maaf ya mbahh… Maaf. Semoga amalan kebaikan mbah di terimaNya. Aku tahu, dibalik ketidakkenalanku dengan Mbah, Mbah pasti punya sisi baik yang jauh melebihi pandanganku yang hanya kasat mata saja….

Cerita-cerita sedikit tentang beberapa hal yang membuat orang menjadi suka dengan kekonyolan dan keanehan si Mbah. Aku sempet bingung banget n selalu nutup telinga kalo ada yang menyanyikan lagunya si Mbah.. (skali lagi maaf Mbah)…
Masyarakat Indonesia sudah muak dengan keseriusan yang berkedok topeng. Kemanisan yang dibaliknya terdapat kebusukan. Rakyat Indonesia sudah jenuh, bosan, dan lelah dengan penipuan.

Makanya, kupikir di saat si Mbah muncul dengan kekonyolan dan kepolosannya membuat masyarakat Indonesia yang kebanyakan stress dengan kesibukan dan keseriusan merasa terhibur. Rakyat membutuhkan sesuatu yang konyol dan gila.

Sekarang, si Mbah sudah dipanggil Pemiliknya. Tak ada lagi sosok si Mbah dengan lagu anehnya itu untuk menghibur masyarakat Indonesia. Tak heran banyak yang merasa kehilangan bahkan sampe2 ada yang ngerasa kehilangan sosok orang yang sangat berarti bagi dirinya.

Semoga duka kita, kesedihan kita, air mata kita, dan segala macam perasaan kita, masyarakat Indonesia yang terenyuh disaat kehilangannya tidak sekedar kesedihan yang didasarkan meninggalnya seorang publik figur yang baru kita kenal. Sedangkan di saat keluarga terdekat, tetangga bahkan teman satu sekolah, atau orang tua teman kita meninggal dunia. Kita tidak merasakan kesedihan yang sama, bahkan sama sekali tidak pergi melayat ke rumahnya…
Wallahu ‘alam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *