Inilah hikmah dari aku pergi ke bidan sama Mama kemaren. Bertemu 2 orang teman lama beserta anaknya yang udah berumur 5 tahun.

Ceri. Itu nama temanku. Pintar, pendiam dan kalem. Dulu dia kelas 1.4 dan aku kelas 1.3 di SMP. Cei(panggilannya) dekat dengan beberapa orang teman dekatku. Makanya, secara ga sengaja aku jadi kenal cei. Ga terlalu dekat emang dengan Cei. Tapi, ada segelintir cerita yang membuatku menjadi tak lupa dengan Cei. Suaminya Ferdi, juga teman SMP, pendiam dan kupikir dia baik.

Kelas 2 SMP Cei masuk kelas unggul, sampe SMA pun masih kelas unggul, sampe bisa ngalahin Fanni, teman dekatnya di SMP.

Namun, akhirnya Cei memilih jalan lain dalam hidupnya(setelah beberapa masalah bertubi2 melandanya). Cei memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah di saat kelas 3 SMA. Sedihnya lagi, waktu itu sudah mau ujian akhir nasional di kelas 3. Hatiku miris ketika mendengar berita tentang Cei…

Ya Allah… Cei menghilang sejak itu, aku tak pernah lagi bertemu dengannya. Jejaknya menghilang. Semua tentang Cei, tak ada yang kutahu lagi selain beberapa informasi ga jelas dari teman dekatnya yang juga temanku.

Aku yakin pasti ada suatu hal penting yang menjadi pertimbangan Cei di waktu itu. Aku tak menyalahkan apa yang telah ia lakukan dan yang ia pilih dalam hidupnya. Kuyakin pasti ada hikmah dibalik semuanya. Berhari2 aku selalu berdoa semoga Cei, bisa ditemukan dan kembali ke orang tuanya. Karena aku sangat sedih mendengar cerita tentang Cei.

Alhamdulillah, Cei sekarang udah pulang ke rumah. Sudah punya anak satu, udah mau yang kedua.

Jadi ceritanya pas ketemu kemaren, Cei lagi di Bidan buat menunggu kelahiran anak keduanya. Dia betul2 udah seperti Ibu2. hehe. Aku pun sempat ga yakin kalo itu Cei, dia jadi sangat gemuk, mungkin karena lagi hamil. Dia banyak bercerita sekarang, tidak pendiam lagi, tapi ku masih melihat sorot mata yang sama dengan Cei yang dulu.
Cei menanyakan semua teman2 yang dulunya sekelas di kelas unggul. Termasuk nanyain kabar teman2 pramukaku dulu. Aku sedikit bingung, kenapa Cei justru banyak menanakan masa lalu ku? Hee. Pas SMA kan kita masih ketemu kan Cei? Kenapa memory2 lama yang Cei ingat ttg aku?

Cerita2 juga dengan Ferdi… Sepertinya rumah tangga mereka bahagia kulihat. Terakhir ku tahu Ferdi kerja di salah satu agen travel ke Pekanbaru. Pas saat ngobrol kemaren, aku ga banyak bertanya tentang itu. Karena, kupikir takut menyakitkan bagi Cei ketika dia mengetahui beberapa teman2nya yang melanjutkan kuliah dan telah bekerja di Jakarta.

Puas bercerita, aku pamit pulang dan tukeran nomor HP. Karena ternyata anak pertamanya yang bernama Bunga sekolah di TK RJ. Mudah2an silaturrahim ini tetap terjaga…

Semoga rumah tangga mereka bisa menjadi samara “sakinah ma waddah warrahmah”
N dikarunia anak2 yang sholeh dan sholehah…

Just 4 Ceri, Ferdian dan Bunga C.A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *