Rokok… benda yang sangat kubenci. Ga tahu kenapa sangat, gak suka… benci dengan benda yang satu itu…
Mata jadi berkunang, lidah terasa pahit, mual dan dada menjadi sesak…:(

Dari kecil udah ngerasa rokok yang membuat hidupku menjadi menderita. Harus berobat berbulan2. Padahal aku ga merokok… hanya mencium asapnya…

Rokok, maafkan aku harus membencimu…

Ibu pernah bertanya bagaimana tipe pasanganku nanti. Spontan ku jawab, ” Baik dan ga merokok”…
Hanya itu.
Ibu tanya kenapa? Aku ga tahu harus jawab apa. Yang jelas bagiku itu sudah cukup.
Padahal aku ga pernah memikirkan hal itu sebelumnya. Kata2 itu keluar dengan sendirinya tanpa kusadari…
Setelah kupikir…, kalo baik dan ga merokok, pastinya akan mementingkan kehidupan akhir yang baik pula, yang akan menuntunku nanti. Kenapa harus memikirkan yang lainnya? Kebahagiaan bukan karena kekayaan dan ketampanan. Tapi pada kenyamanan dan keikhlasan dalam menjalani hari2 yang diberikan Tuhan…
Karena kuhanya punya satu cita2. Bukan bidadari dunia melainkan ingin menjadi bidadari di Syurga..
Itu hanya bisa kudapat dari lelaki baik dan tidak merokok…

Rokok? Satu2nya benda yang membuatku makin tersiksa. Banyak perokok yang tak memahami ini. Setiap kutersiksa dan meminta untuk mematikannya. Tak sedikit yang justru makin mengepulkan asapnya. Bahkan ada yang sengaja menghembuskannya lebih banyak lagi.. Ya Allah… maafkan orang itu, dan bukakanlah hatinya…

Ayah, satu2nya sosok lelaki yang sangat kukagumi. Tapi… Ayah merokok…:(
Aku… sayang Ayah, tapi benci rokoknya… Coba, aku bisa membuat Ayah berhenti merokok…
Dulu, pernah. Ayah tidak lagi merokok. Aku sangat bahagia. Namun, ketika ku pergi kuliah jauh. Ayah lagi2 berhubungan dengan benda itu…

Pas sehabis nelpon ke rumah dan ibu memberi tahukan hal itu, aku kecewa, sedih, dan mungkin menagis…
Aku bingung, dan gak tahu mesti gimana caranya agar orang2 yang ku sayang berhenti merokok. Berbagai cara telah kulakukan dengan Ibu. Terkadang Ayah berhenti, dan setelah itu mencoba lagi.
Kata orang, itu tergantung niat.
Ya… memang…
Harus niat yang sungguh dari hati, gak ada selain itu…
Kulihat Ayah berkali2 betul2 niat sungguh dari hatinya. hingga akhirnya Ayah harus dikalahkan oleh nafsunya… Jadi kupikir, pabrik rokonya harus ku tutup… aku benci

Ya Allah bantulah mereka2 yang ingin berhenti merokok…

Sekarang Ayah berhenti merokok lagi. Tak kutemukan dia merokok. Meskipun, mungkin hanya di depanku dan ibu.
Tapi, kurasa, Ayah betul2 tak merokok….

Badannya semakin sehat, Senyum indah selalu terukir dari bibirnya… Aku senang..
Ayah lebih banyak menghabiskan hari2nya di rumah bersama kelurga…
Selain memang di sibukkan dengan tesis, Ayah juga mulai mengurangi kesibukan2 di luar, yang dulunya kukira overload…

Semoga Ayah bisa bertahan…
Untuk tidak merokok…
Ayah bilang.. Ayah BISSA…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *