Sejak bangun tadi pagi hati ini galau tak menentu. Tak tahu apa yang membuatku jadi seperti ini. Apa yang membuat ku menjadi takut? Apa aku takut gempa lagi? Atau karena aku takut mendengar cerita teman tentang neneknya? Apa aku takut karena masih menyimpan suatu cerita untuk mama?

Pekerjaan demi pekerjaan aku lakukan dengan kesedihan. Meski hanya untuk menghabiskan sepiring makanan. Tak tahu mengapa hati bersedih lagi. Ku ingin semangat dengan hari ini. Ku ingin semangat jalani hari bersamanya.

Akhirnya kulepaskan gundah pada mama. Kuceritakan semuanya. Lagi2 kenapa aku harus bercerita sambil menangis? Apa aku bahagia bisa mengungkapkan perasaan ini? Jiwaku senang bisa mengatakan perasaanku padanya. Ku senang dengannya. Kubahagia. Ku merasakan dekat dengannya.

Panjang cerita dengan mama. Ternyata mama sudah mengerti perasaan hatiku sejak dulu. Sejak aku sampaikan bahwa semua kuserahkan ke mama…
“Mama tahu, elin ga total menyerahkan ke mama…’
Elin bilang terserah mama, tapi hati elin menangis.
Elin bilang elin serahkan pada keluarga, tapi wajah elin bersedih
Mama tahu, elin tak bisa melupakannya…
Hati elin hanya untuknya
Meski bersusah payah mama memohon ke yang kuasa… tapi elin tetap tak seutuhnya mempercayakan hati elin ke mama…
Banyak cerita yang kudapatkan dari mama…

Mama betul2 sudah tahu dan membaca hatiku dari dulu… mama minta kejelasanku… bagaimana aku dan dia

Kuceritakan semua
Semuanya…
Ku tak ingin semua salah arti
Ku ingin sejelas2nya…

Mama sempat cerita tentang mimpi yang dia alami semalam…
Deg… hatiku berdesir mendengarnya
Dari dulu aku selalu takut dengan mimpi mama…
Mimpi mama yang selalu menyatakan pertanda..
Ku mau itu pertanda baik…
Dari Allah…
Ku mohon doanya…
Semoga diberi jalan kemudahan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *