Berharap saling mengenal, saling memahami dan senasib sepenanggungan (ta’aaruf, takaful, tafaahum). Agar ke depan, bisa melewati samudera kehidupan yang tak pernah sepi dari riak-riak dan gelombang-gelombang yang setiap saat bisa mengancam dan merusak taman-taman mahligai kehidupan…
InsyaAllah, pasti bisa… yakin dengan keagunganNya…

Sempat berbincang2 ringan dengan sang kakak…
“Lin, ntar nyari suami jangan mau yang kaya ya?”
“ Ya enggaklah. Yang kaya biasanya doyan cewek. Play boy”, jawabku asal… sambil ketawa ke uni…^_^

“hahaa…”, sambil mukul kepalaku ringan… “dasar elin…”
Hihi…
“Tapi, emang iya loh lin. Suami uni pernah bilang. Kalo laki2 itu punya naluri untuk niat nambah lagi. Apalagi kalo uang tercukupi alias kaya raya. Merasa punya hak untuk nikah lagi, karena mampu menafkahi…”

“MasyaAllah….”, hati ini semakin dihantui rasa takut. Takut jika hal itu terjadi. Dan diri ini belum bisa memahami apa yang dituliskan Allah dalam firmannya…
“…..Maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Namun jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak2 yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
(Q.S An-nisa:3)…
Al Qur’an juga dengan jelas menyebutkan bahwa memang laki2 memiliki naluri untuk itu…

Ya Allah, tunjukkan hatiku seperti Ibunda Khadijah yang tidak diduakan Rasulullah semasa hidupnya. Seperti Ibunda Fatimah yang selalu menjaga utuhnya rumah tangga bersama sang panglima perang, Ali bin Abi Thalib.

Tak pernah ada terbesit dalam pikiran nanti untuk bisa diduakan. Untuk tak dapat menjaga suami. Kuyakin, aku mampu melakukannya. Berbakti dan menyerahkan segenap jiwa dan ragaku…
Kuingin pernikahan hanya sekali dalam hidup. Sekali untuk selamanya… Agar nanti aku dipertemukan lagi di JannahNya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *