Islam menekankan bahwa pertimbangan yang islami dalam memilih suami adalah akhlak dan agama, bukan kekayaan dan harta dunia. Kekayaan dan harta saja tidak menjamin kebahagiaan rumah tangga. Yang menjaminnya hanyalah berpegang pada ajaran agama, akhlak yang tinggi, serta takut dan iman kepada Allah.

Apakah kita menginginkan seorang yang kaya tapi bodoh, yang menyembah nafsu dan kesenang-senangan dunia yang murah, dan tidak merasa bertanggung jawab untuk membahagiakan keluarga?

Islam menyuruh semua muslim untuk bertanya tentang akhlak dan agama calon pasangan sebelum bertanya tentang kekayaan dan hartanya.

Rasulullah saw mengatakan,
“Jika datang kepada kalian seorang pria yang agamanya dan akhlaknya kalian suka maka nikahkanlah dia, jika tidak maka akan timbul fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi.”

Rasululullah saw mengajarkan hal itu kepada kaum muslim, adalah orang pertama yang menerjemahkannya dalam kehidupan nyata.

Karena itulah, aku akan memilih ketakwaannya, keutamaannya, akhlaknya, dan kesempurnanya, tanpa peduli kekayaan hartanya…

Jika diantaranya belum ada padanya. Kuyakin dia bisa melakukannya. Dia bisa menunjukkannya. Dia mampu melihatkannya. Kuyakin dia bisa… karena kuyakin dengannya…

Semua akan bisa dicapai bersama. Menuju takwa dan RidhoNya. Kita kan capai bersama… Tunjukkan pada semua yang terbaik dari diri ini. Tanpa harus bertopeng dan unjuk pamer. Hanya keikhlasan hati… kita pasti bisa lewati…

Mudahkanlah jalannya Ya Allah…
Bimbing dia, dan berikan jalan yang mudah…
Amiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *