2 tahun bukanlah waktu yang lama jika dilalui dengan aktivitas dan berbagai macam kegiatan. Apakah mau berkarier ataupun mau meniti jenjang sekolah yang lebih tinggi pun bisa kulakukan. Aku pun masih bisa mewujudkan target-targetku yang masih belum tercapai. Dua tahun lagi berarti umurku 25 tahun. Umur yang cukup matang namun juga cukup rentan bagi seorang wanita jika masih belum menikah. Pasti banyak tetangga yang bilang. Mhh.. si itu ga laku, si anu ga da yang mau, si dia suka milih2, eh si ini semua yang datang ditolak. Naudzubillah… Hanya Engkau yang tahu….

Ya Allah… kutahu Engkau sudah berikan jodoh untuk setiap insan. Kuyakin itu. Masalah jodoh sudah Kau tuliskan. Jadi tak ada yang bisa memastikan, tak ada yang kurisaukan. Jadi teringat kata adikku manisku putri bungsu mamaku.. :),
“Lok, coba tanyakan ke hati elok yang paling dalam. Hati elok sebenarnya lebih cenderung kemana? Jodoh itu memang sudah ada yang menentukan. Tapi kalau hati kita belum serahkan sepenuhnya ke orang yang telah dijodohkan untuk kita, maka jodoh itu bisa berubah. Elok harus meminta ke Allah lok”…

Degghhh…. hatiku bergetar mendengarnya…. Barusan itu yang bicara masih Putri Bungsukah?? Betapa dewasanya dia…

“Ckckck… subhanallah… may luvly “supiak”… Dirimu sudah semakin dewasa dik. Hiks… elok jadi terharu. Terakhir elok tinggalkan dirimu di Bandung masih merengek manja dan tidur2an sambil ngeliatin elok. Sekarang elok tak menyangka ternyata kematangan begitu cepat menghampirimu. Doakan elok aja ya dik… bisa mendapatkan yang terbaik menurut Allah dan keluarga kita. Elok insyaAllah selalu meminta kepadaNya kok dik… ”

Hanya itu yang bisa terucap dari mulutku yang kelu.

Hari ini, di awal Ramadhan. Terakhir ku pulang saat awal Ramadhan tahun yang lalu. Tepat hari ini 1 tahun ku menyelesaikan kuliah di Bandung. Kuberhasil melewati ujian sidang dengan dosen2 yang tak mau kalah dengan pendapatku (ya iyalah…hee).

Alhamdulillah ya Allah. Ku tak merasakan waktu yang lama dalam melewati satu tahun ini. Justru kurasakan waktu itu amat cepat berlalu. Tak terasa sudah hampir setahun aku berada di kampung halamanku. Semoga tahun2 berikutnya kubisa lewati dengan rasa yang seperti ini. Tidak terasa lama. Tapi bermakna. Yakinkan aku wahai pangeran hidupku…

Kan kulalui dengan kegiatan2 yang bermanfaat bagiku, bagi keluargaku, dan bagi orang lain. Kan kutuai kebaikan demi kebaikan dalam penantianku. Karena aku hanya bisa menunggu. Jadi kumohon jangan pernah kau sia-siakan aku. Jangan pernah kau kecewakan aku. Karena itu akan sangat berat dan menyakitkan bagiku.

Hanya doa ku dan doa mu yang mampu mempersatukan. Hanya itu. Kuharap kau tak pernah memainkan hatiku yang telah kuberikan seutuhnya padamu. Teruslah yakinkan aku wahai pangeran hidupku… bahwa kau tak kan pernah lupakan aku, atau berpaling dariku. Ku kan slalu menyemangatimu, agar kau segera menguatkan jalanmu. Semoga Allah memberikan kemudahan padamu… karena kuhanya bisa menunggu…

Commont allez vous ma lova… cava bian? heihe..
An^_^ Uhibbuk fillah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *