Kenapa sulit untuk bisa menerima kemarahan dan kediaman seseorang daripada perlakuan apapun. Apalagi kalo marahnya ga jelas kenapa atau marah langsung tanpa kita tahu penyebabnya. Bisa jadi salah paham yang ada. Kalo dibicarakan baik2 sambil marah sih ga masalah. Kalo marahnya dengan muka sangar dan suara keras pun kalo orang itu salah sih ga masalah juga (takut juga siy… hi). Tapi kalo marah dengan nada tinggi hingga tidak bisa dikontrol lagi itulah yang membuat ngeri.

Perlahan tubuh ini akan kaku tanpa bisa mengaliri darah ke jantung. Terasa tak ada kehidupan. Hanya detak jantung yang tertinggal. Masihkah jantung ini memompakan darahnya? Kenapa tak terasa alirannya? Sekujur tubuh kaku dan dada terasa sesak.

Sama halnya jika seseorang mendiamkan diri jika marah. Kalau mendiamkan dirinya dengan maksud menenangkan emosi sejenak tidak masalah. Tapi jika kediaman itu berlanjut terus menerus hingga saatnya semua keluar dan meledak bagaikan bom atom yang hancur luluh lantakkan perasaan.

Apa memang mesti bisa menerima semua ini? Sebenarnya tidak ada yang salah dan memang harus bisa dipahami semua. Bahwa setiap orang berbeda2. Tinggal cara menyikapinya. Mudah-mudahan diri ini bisa memperoleh ketenangan diri dan hati. Bisa menerima apapun yang terjadi.

Inilah hidup, kerikil2nya cukup tajam menusuk. Namun setelah kerikil itu hilang. Akan ada jalan yang mulus beraspal di depan menanti. Semoga segala kesulitan yang dihadapi dapat teratasi hingga menghantarkan kebahagiaan yang telah dinanti. Dalam hidup Allah sediakan 2 hal yaitu bahagia dan sedih, karena Allah juga telah menyiapkan 2 jalan yaitu syurga dan neraka. Bagi siapa yang tak bisa menyikapi seluruh kebahagiaan dan kesedihannya, maka perolehlah nerakaNya. Tapi, bagi siapa yang mampu dengan sabar dan ikhlas menjalani, menyikapi dengan tepat segala kesedihan dan kebahagiaan. Syurga Allah lah yang kan menanti. Wallahu’alam…

Semoga keluarga ini senantiasa terlindungi dari godaan syetan yang terkutuk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *