Bolos yang ketiga ke rumah Allah. Saat maghrib hujan sudah reda. Pas mau Isya datang lagi hujan besar mengguyur daerah tempat tinggalku. Perasaan kenapa kembali tidak tenang. Padahal tadi siang, sungguh berita yang lumayan mengenakkan kudapat dari sang pangeran. Perasaan takut sedikit terobati dan tinggal menjalani hari-hari berikut. Hingga jalan ini selalu diberi kemudahan olehNya…

Ngelaksanain Sholat Isya. Hati masih belum tenang. Sholat tarawih dan witir sendirian di kamar. Tak ada teman yang bisa diajak tetap ke mushola untuk mendirikan malam2 di bulan ramadhan ini. Tak ada imam yang mau memimpin sholat di rumah. Haruskah hari2 seperti ini kulewati lagi hingga akhir ramadhan?

Teringat saat2 kebersamaan di kosan Surau Awak Dormitory. Ku mengingat kenangan2 manis selama di sana. Meski suka dan duka tetap ada, tapi betul2 ingin kuulangi…
Ya Allah… kurindu selalu bertafakur di malam ramadhanMu… Tanpa halangan apapun. Tanpa rintangan yang berturut2 seperti ini…
Ya Allah… kesendirianku di kamar kecil ini, membuatku merindukan bertemu denganMu…. meski jiwa ini masih belum mempersiapkan amalan2 terbaik untuk menghadapMu… Ya Allah… kurinduuu…..

Anggota Surau Awak Dormitory yaitu 22 orang. Lumayan banyak memang, dan sangat beragam karakter yang mesti dihadapi di sini. Sempat pusing 11 keliling saat jadi ketua n ngehadapi 22 macam watak yang berbeda2 dari anak2 surau awak. Tapi semuanya begitu indah… tangis dan tawa, sedih dan bahagia, gundah dan gelisah tertumpah di sana. Genap menjadi satu…. meninggalkan suatu kenangan indah…

Saat menikmati menu2 ta’jil yang selalu digilirkan per-kamar untuk membuatnya. Saat2 melewati sholat tarawih bersama di mushola kenangan surau Awak. Saat2 tadarus bersama, saat2 tertidur bareng di mushola hangat usai sholat subuh. Saat2 goro membersihkan asrama surau dalam menyambut ramadhan. Saat2 meneriakkan piring dan gelas untuk membagikan makanan beserta ta’jil. Saat nonton bareng di auditorium surau Awak. Saat berlari2 mengejar anak2 surau yang lain pas mo sholat ke DT atau ke mesjid kampus….dan sangat banyak lagi saat2 yang kurindukan…

Semuanya kurindukan, bersama teman2 dan adik2 ataupun uni2. Terlalu banyak kenangan manis di sana yang membuat kuingin kembali masuk kedalamnya. Tapi itu tidaklah mungkin. Kisah itu hanya sepenggal cerita indah untuk diingat kembali. Kuberharap semua tertuang dalam rekaman video indah Allah nantinya di yaumul akhir…

Mungkin tak banyak anak2 surau yang seangkatan tinggal di sana lagi. Tak banyak kerinduan2 mendebarkan hati bisa diulangi kembali. Ya Allah…
Kenapa jadi mewwekkk gini??? Hikz…

Rindu di saat2 membuat ta’jil bareng dan dibagikan ke terminal ledeng. Ke anak2 jalanan gerlong. Rindu disaat ada yang terbata2 menyampaikan kultum singkat di subuh hari, karena semuanya sudah pada tertidur dengan mukena masing2. Ya Allah…

Kenapa aku ini??? Tadi kan mo cerita tentang tarawih di malam ke-6. Kenapa jadi cerita ini??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *