Kemarin malam saat hujan turun dengan lebatnya, melongok ke kamar mama. Wah mama tidur lagi, kayaknya kedinginan lagi. Dan ga bakal bisa ke mushola lagi. Udah 4 kali cabut kembali di kuliah Ramadhan. Mudah2an aku bisa lulus.

Nyoba nanyain keadaan mama. Sepertinya flu atau demam. Mama seperti memikirkan sesuatu yang berat. Mikirin apa ma? Banyak mungkin yang jadi beban pikiran sang mama. Ya rumah, ya sekolah, ya anak2nya. Apa beban terbesar yang dipikirkan mama? Apa uni liza? Pas ditanya mama ga mau menyatakan kalo karena memikirkan sesuatu. Mama cuman menyalahkan kondisi cuaca yang sering hujan. Ya Allah, berikanlah kekuatan pada mama. Kuingin membahagiakannya. Tapi tak tahu yang mesti kulakukan. Ku tak mengerti apa yang diinginkan oleh mama, yang dipikirkan olehnya.

Ku tak ingin menjadi beban pikirannya. Apa yang mama pikirkan akan membuat mama jadi semakin larut dalam kesedihan. Aku memang bukan anak yang bisa membanggakan hati orang tua. yang tidak bisa membanggakan bagi mama. Aku hanya berniat bisa membantu segala kesedihan dan keresahan hati mama. Tempat mama bisa bercerita, berkeluh kesah, dan sekedar mengurangi beban berat yang mama pikul.

Ma…. aku pulang ke rumah ini untukmu dan karenamu. Selama empat tahun kuselalu mendengarkan ceritamu dari sana. Ingin hati untuk bisa membantu segala keluh kesahmu. Kutak tahu apakah diri ini bisa mengurangi beban pikiranmu ataukah justru makin menambah??

Ma… kuingin bahagiakanmu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *