Hujan tak begitu deras. Terdengar sayup kumandang azan dari mushola belakang. Hati ini terasa terpanggil ingin ke rumahNya. Kurindu ke sana. Suara itu memanggilku untuk singgah di rumah terindah.

Keluar kamar dengan maksud untuk mengajak mama sholat, meski agak gerimis. Ga masalah kalo gerimis. Ada satu payung yang bisa dipake berdua. Pas masuk ke mamar mama. Ternyata mama menggigil kedinginan. Mama sepertinya demam. Mencoba untuk mengurut kaki dan tangannya. Mama minta diurut kepalanya juga.

“Ma… mikirin apa??”, tanyaku
Mama cuman menjawab, kalo sebenarnya sekarang kita bisa ke mushola. Tapi kenapa hati mama malas ya…

Dengan kondisi mama yang seperti itu ga tega ngajak mama untuk tetap ke mushola. Suara adzan isya telah berlalu. Sepertinya di mushola sudah ngelaksanain sholat. Sambil mencoba menanyakan apa yang mama pikirkan kucoba untuk menghibur mama. Tak apalah hari ini bolos lagi ke rumahNya. Lagian Allah juga pasti tahu gimana kondisinya. Sempat sebelum mama tertidur, minta dibuatkan susu dan teh rosella.

Ga beberapa lama mama terlelap dalam tidurnya. Meski tetap tak mau mengakui kalo mama memang tengah punya masalah. Masalah yang tidak mau dibagi denganku.
“Ma… cepat sembuh ya… nanti disaat bangun mama harus minum susu dan teh buatanku.. Mudah2an besok pagi mama pulih kembali”

Hati ini tahu, kalo mama sakitnya cuman sebentar seperti demam dan besoknya pulih kembali. Itu pertanda mama punya beban pikiran yang dipikul sendiri. Mama… semoga Allah menguatkanmu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *