21 November 2011
Hari yang tak terlupakan…disaat hari-hari sebelumnya masih bisa tertawa dan bahagia bersama, karena mendapat berita akan datangnya sang buah hati…
Disaat orang-orang sibuk menonton pertandingan dan berteriak kegirangan. 
Disaat manusia2 hanya tertuju mata pada layar tv… dan tak bisa dipalingkan… Semua terlihat tegang pada layar kaca..sepertinya melebihi keteganganku saat itu…
Beberapa saat aku mulai deg2an menunggu pemeriksaan…tak tahu apa yang kurasa…
Lalu,sampailah saatnya… giliranku untuk kmasuk ke ruang pemeriksaan…
Dokter mulai menggunakan alat USG nya untuk memeriksa kondisi janinku..
Sesaat…antara percaya dan tidak…aku seperti mendapatkan sengatan yang begitu tajam menusuk…
Dokter yang periksa menyampaikan bahwa kantungnya udah ga berkembang…ga bisa dipertahankan..
“Maksudnya dok?”, kuminta penjelasan lebih dalam…
“Sebaiknya dibersihkan…”
“Ya Allah….ya ghofur ya rohimmm…”
Seperti ada goncangan yang begitu besar…tubuh serasa dingin…sekejap darah langsung turun dari ubun2 hingga ke ujung kaki…
Pusing…kepala mulai tak karuan…dalam hati aku meyakinkan..
Yang dimaksud dokter itu pasti kuret…kuret??? berarti aku keguguran?? janinku tak bisa dipertahankan??
“MasyaAllah…”
Seandainya mengikuti perasaan, mungkin kaki ini tak bisa lagi menopang badan yang tak kuat lagi untuk berdiri…Apakah hamba harus menerima ini semua ya Allah.. Apa hamba harus mengikhlaskan untuk membersihkan janin yang ada di perut ini.. Apakah tak ada harapan bagi hamba untuk mempertahankannya?
Ya Allah…
Sejenak…mulai terpengaruh dengan bisikan setan…aku mulai menyalahkan diri sendiri, keadaan…
Apakah hamba harus merutuki diri sendiri?? Kenapa hamba tak bisa menjaganya? Kenapa hamba tak bisa menjaga amanah dariMu.. menjaga amanah dari suamiku.. Mengapa hamba tak tahu jika sedang hamil?? Mengapa setiap di tes hasilnya selalu negatif?? Yang membuat diri ini tak berhati2.. Mengapa pagi itu hamba harus ke sekolah??? Mengapa hamba masih sempat2nya menyetrika… Mengapa esoknya hamba masih sempat ke warung untuk belanja? Mengapa masih bolak balik kamar mandi dan mengapa hamba masih bisa-bisanya bergerak banyak di tempat tidur. Mengapa hamba tak diam saja?? Mengapa hamba tak bisa sama sekali menjaganya??? Menjaga buah hati yang sangat dinanti…
Mengapa hamba masih sempat2nya berpikir ini dan itu tentang orang lain?? Mengapa hamba tak memikirkan janin yang ada di perut ini?? Mengapa…
Mengapa hamba tak merasakan agar bisa menjaganya…
Mengapa hamba masih sempat2nya naik motor, masih sempat2nya memilih seragam sekolah?? Mengapa hamba harus stress memikirkan yang tidak2 yang membuat hamba menangis tak menentu siang itu…
Melelahkan diri sendiri, sedang yang di perut ini tak terpikirkan lagi..tak tahu apakah tangis itu adalah tangis seorang ibu yang merasakan kepergian anaknya…
Banyak lagi pertanyaan2 mengapa yang masih mengkelabui hati..
Ya Allah… Ampuni hamba…
Ya Allah.. Jika ini jalannya…kuatkan hamba…kuatkan hamba ya Allah…
Buah hati inilah yang sangat kami idam2kan..yang sangat membuat suamiku senang dan bahagia..
Tak pernah kulihat dia sangat bahagia…begitu bahagia…apalagi sejak dia menghitung kelahiran calon bayi itu sekitar bulan yang sama dengan bulan kelahirannya…
Hingga dia pun berniat lulus kuliah di bulan yang sama…
Ya Allah.. apakah ini teguran… apakah engkau ingin kami mengambil pelajaran dari semua yang kami peroleh ini…
Tak bisa kubayangkan untuk menjalani hari esok..
Disaat janin yang  ada di perut ini mesti dibersihkan.. disaat janin ini harus diangkat…
Hamba tak kuasa ya Allah…
“maafkan bunda nak…”
“bunda tak bisa menjagamu..”
“bunda tak bisa mempertahankamu”
“bunda minta maaf nak…bunda minta maaf…”
Tak tahu lagi apa yang mesti kulakukan saat ini selain memohon ampun padaMu…
Semoga banyak pelajaran yang bisa kuambil…
Tak satupun takdir Allah yang bisa dielakkan…
Kuatkan hamba dan berilah hamba kesabaran menerima ini semua…
Mungkin ini belum seberapa dibandingkan dengan orang-orang yang lebih parah penderitaannya…
Kuatkanlah hati hambaMu ini… Maafkan bunda ya nak….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *