Mengutip tulisan menarik dari salah satu blog teman…Semoga bermanfaat^^
__________________________________________________


Lelah begitu sering menghinggapi akhir-akhir ini, rutinitas dengan segala target duniawi terkadang selalu mendominasi fikiran ku setiap saat, hingga aku terjaga bahwa ada orang lain yang selalu setia menunggui ku dengan sejuta harap di benaknya,

Harap yang selalu berdoa akan kesehatanku,
Harap yang selalu berdoa akan kelancaran di semua aktivitasku
Harap yang selalu berdoa akan kebahagiaanku.
Mereka tak bosan-bosannya untuk menyambut di setiap kepulanganku dirumah, ada keceriaan disana, ada kehangatan disana  dan ada cinta di sana yang terbarui selalu.
Saya rindu pada mereka, saya cinta pada mereka,
namun …
aku langsung berfikir kapan cinta itu terurai menjadi laku, sementara di hari-hariku habis kan untuk pekerjaan yang tidak ada habisnya.
ada baiknya ku menata kembali taman-taman cinta itu, agar dia bisa tumbuh dengan lebatnya di belantara dunia ini. Taman yang tidak hanya untuk dinikmati kenyamanannya namun juga menikmati untuk merawatnya.
karena, Tidak ada yang sangat mengkhawatirkan aku, kecuali mereka dan Tidak ada yang paling senang ketika ku mendapat bahagia kecuali mereka.
Begitulah  cinta, karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.
Ukuran integritas cinta
ia bersemi dalam hati… Terkembang dalam kata, terurai dalam laku. Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai kepalsuan dan tidak nyata. Kalau cinta sudah terurai laku, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam laku. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Pada akhirnya, keluargalah muara semua kebahagiaan itu. Dan kebahagiaan itu bermula dari cinta yang berbuah menjadi laku nyata. Di saat kita berani memutuskan sesuatu maka disitulah keberanian untuk bertanggung jawab dipertaruhkan . “Bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat; bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas”.
Dan aku teringat syair yang disampaikan oleh now see heart,”sayangi keluarga, disitulah bahagia”. Perbaiki halaman belakang kita insyaallah di halaman depan pertempuran kita, kita akan mendapati keberkahan dan kemenangan.
Untuk istriku tercinta
Untuk mereka yang dengan setia menungguku di rumah, keluarga kecilku tersayang.

http://cahyoprianto.wordpress.com/2011/08/18/mari-mencintai/?like=1&_wpnonce=5143e9c44f

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *