Sebenarnya sih jalan2nya kemaren. Cuma untuk ngambil buku2 dan barang2 yang tertinggal di sekolah. Tepatnya SMAN 41 Jakarta Utara.
Ya…sudah beberapa bulan ini saya sudah tidak lagi mengajar di sekolah itu. Selain untuk bisa lebih banyak istirahat. Suami jug sudah tidak mengizinkan lagi saya bolak balik dari rumah (bekasi) ke daerah jakarta paling ujung utara itu.

Sama sekali tak ada niat untuk pensiun dini menjadi seorang guru. Karena saya sangat senang sekali menjadi seorang guru. Guru yang bisa memberikan ilmu dan bekal buat anak2nya. Meskipun terkadang tak sedikit murid yang cuek dan meremehkan profesi serang guru honor itu…
Meskipun berkali2 untuk menyampaikan pada mereka bahwa ilmu itu penting. Nilai hanyalah sebagai flashback dari hasil usaha kita. Tapi, tetap saja murid sekarang lebih banyak membutuhkan nilai dari pada ilmu dan sikap yang mereka dapatkan dari pembelajaran. Tak tahu, apakah metode pendidikan sekarang itu memang hal yang demikianlah yang diharapkan, saya pun bingung melihat kondisi anak2 sekarang…

Saya pun sampai di sekolah, sekitar hari selasa 19 juni 2013. Sudah sangat siang. Dan tak mau berlama2, saya langsung menuju ruang BK, lalu mengambil beberapa barang yang penting dan sisanya saya tinggalkan untuk dibuang saja. Menyapa beberapa orang guru yang saya temui, dan mengabaikan sedikit kehisterisannya karena kedatangan saya siang itu. Karena, memang tidak ingin berlama2. ingin segera menyelesaikan urusan dan pulang.

Ketemu bu endah yang juga sedikit ngambek dan ingin bercerita2 banyak. Katanya, guru2 fisika di jakarta utara pada nyariin, pada kecewa karena saya sudah tidak teregabung dalam fisika jakarta utara lagi. Ya, itulah pilihan saya..

Setelah selesai urusan di bawah, saya langsung menuju ruang guru di lantai 2, untuk merapikan meja, loker dan laci. Pada saat mau masuk ruang guru, serentetan anak kelas IPA bersorak dan menuju ke arah ruang guru, yang sudah saya tahu pasti ingin mengejar saya.(geer dikit). Ahirnya dengan sedikit tak mau terlalu senang atau banyak mengobrol dengan anak, saya langsung mnta pengertian mereka kalau saya mo ambil barang2 dulu di meja, setelah mereka selesai bersalaman dengan saya. Meskipun ada sedikit kerinduan mengajar mereka, tapi segera saya tepiskan. Saya tak mau lagi terlalu dekat dengan anak2 yang saya ajar. Yang membuat mereka nantinya merasa kehilangan yang begitu mendalam seperti di sekolah saya dulu. Juga tidak ingin nantinya mereka menanyakan di status FB yang membuat keluarga saya bertanya nantinya. ( karena saya masih merahasiakan dari keluarga tentang keluarnya saya dari sekolah)…

Selesai semuanya. Langsung bergegas pulang, ditemani bu novi dan bu dini yang membantu saya mengangkat beberapa barang bawaan yang memang berat kalo di bawa sendiri. Tengkyu ya ibu2 smua di 41 . Saya sangat merindukan saat2 senang selama disana, tapi juga ingin menghapuskan duka yang dalam yang juga tertoreh selama saya di sana.

Sedikit kenangan di masa mengajar di SMAN 41 Jakarta Utara…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *