AL HAMWU AL MAUTU……….*** (saudara ipar adalah maut…!!!)

by *)salam_sitijamilahamdi
Misalnya, istri seseorang. Selama masih menjadi istri seseorang maka wanita itu haram untuk dinikahi laki laki lain dan tentu saja haram untuk dilihat auratnya. Namun jika wanita tersebut sudah bercerai atau suaminya meninggal, maka statusnya sebagai mahrom sementara pun akan terhapus dan boleh bagi laki laki lain untuk menikahinya.

Termasuk dalam kategori ini adalah saudara ipar. Ia adalah mahrom sementara juga. Sementara menjadi suami saudari kita, maka ia haram menikahi kita. Namun bukan berarti kita boleh memperlakukannya layaknya mahrom kita.
Yang sering saya amati ketika silaturrahim ke rumah seseorang yang tinggal serumah dengan saudara iparnya adalah adanya kesalahan dalam memahami pengertian ipar sebagai mahrom kita.
Ada yang “sekedar” tidak mengenakan kaos kaki, ada juga yang sampai berboncengan dengan iparnya.
Ketika saya bertanya tentang alasan pembolehan membuka sebagian aurat di depan ipar? Dijawab olehnya bahwa ipar adalah mahrom sementara. Karena selama ia menjadi suami saudara perempuan kita, maka ia diharamkan untuk menikahi kita. Sehingga kita pun boleh (misal) tidak mengenakan kaos kaki di hadapannya.

Sebenarnya dalam Islam ada bentuk kemahroman yang mengharamkan pernikahan untuk sementara waktu, dan biasa dikenal dengan sebutan mahrom sementara. Mahrom semacam ini tetap tidak boleh melihat aurat, berkhalwat dan bepergian bersama.
Misalnya, istri seseorang. Selama masih menjadi istri seseorang maka wanita itu haram untuk dinikahi laki laki lain dan tentu saja haram untuk dilihat auratnya. Namun jika wanita tersebut sudah bercerai atau suaminya meninggal, maka statusnya sebagai mahrom sementara pun akan terhapus dan boleh bagi laki laki lain untuk menikahinya.

Termasuk dalam kategori ini adalah saudara ipar. Ia adalah mahrom sementara juga. Sementara menjadi suami saudari kita, maka ia haram menikahi kita. Namun bukan berarti kita boleh memperlakukannya layaknya mahrom kita.
Berhati hatilah dengan ipar kita..
Tetaplah tutup aurat kita bila berhadapan dengannya…
Mungkin akan terasa berat bagi kita jika harus mengenakan jilbab dan kaos kaki bila ada ipar di rumah kita. Tapi ketahuilah bahwa Allah telah menjanjikan jannahNya sebagai ganti dari usaha kita dalam menjaga aurat.

Ingatlah selalu sabda rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam , al Hamwu al mautu, ipar adalah kematian. Ini adalah peringatan dini dari beliau untuk berhati hati terhadap ipar.
***
Mahram adalah orang perempuan atau laki-laki yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah di antara keduanya. Penggunaan kata muhrim untuk mahram perlu dicermati.
Muhrim dalam bahasa Arab berarti orang yang sedang mengerjakan ihram (haji atau umrah). Tetapi bahasa Indonesia menggunakan kata muhrim dengan arti semakna dengan mahram (haram dinikahi). (KBBI, hal. 669 dan juga lihat hal.614)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *