Alhamdulillah, hari ini tepat 2 tahun menikah. Dua tahun yang lalu, di pagi seperti ini di rumah sudah mulai ribut dengan persiapan pernikahan yang dimulai ba’da jum’at. Waktu berlari begitu cepat. Sungguh tak terasa, sudah berada di titik 2 tahun ini.

Pagi ini tak banyak yang berubah. Masih seperti hari minggu-hari minggu sebelumnya. Bangun dari tempat tidur dan masih berleha-leha karena hari minggu sepertinya hari bermalas-malasan bagi kami. Selain itu sejak seminggu yang lalu aku sudah tak bisa kemana-mana. Hanya bedrest di rumah, tepatnya di tempat tidur. Ditambah lagi kemaren, disaat periksa ke dokter, disarankan untuk tidak terlalu capek dulu. Tapi, aku tak tahu apa calon janin ini bisa bertahan kuat di rahimku. Sejak sabtu kemaren, sudah terlihat ada gumpalan-gumpalan kecil yang keluar. Meski di perut masih terasa ada cengkeraman kecil yang menggenggam rahimku. Aku tak tahu, apakah masih baik-baik saja atau seperti apa. 
Pastinya berharap semuanya baik. Meskipun harus selalu siap dengan kemungkinan terburuk. Aku hanya berharap jika hamil nanti, diberikan kehamilan yang sehat dan melahirkan anak yang sehat pula. 
Jadi, begitulah kesimpulannya di pagi cerah ini, di ulang tahun pernikahan kami yang masih seumur jagung. Tak ada yang istimewa. Karena hampir setiap harinya aku merasakan keistimewaan yang terjadi. Ditambah dengan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan bagiku untuk pergi kemana-mana.
Sepertinya sekian dulu, nanti kita sambung lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *