Malam anakku…
Sepertinya Ayah benar-benar marah dan kesal…
Ayah hari ini pulang malam. Bunda kesepian lagi. Tapi gapapa deh, mudah-mudahan bukan karena alasan Ayah kesal sama Bunda yang membuat Ayah pulang malam. Kali aja banyak kerjaan ya…hehe
Nak, mulai sekarang Bunda berusaha untuk gak terlalu manja. Tak melulu mengharapkan slalu berada disamping ayah. Mulai malam ini kamu mau kan, menemani bunda. Di setiap malam-malam yang sepi dan hanya bunyi suara AC yang dapat bunda dengar. 
Oh iya, minggu depan bunda akan tidur sendiri. Ditinggal ayah yang bekerja dua hari Singapura. Bunda takut akan kesepian. Apalagi kalo sudah larut malam. Tak ada satupun suara. Terkadang bunda menyalakan tv agar di rumah kelihatan ribut. Tak sunyi. Meski bunda sebenarnya tak minat menonton tv.
Nak, apa tak sebaiknya bunda ikut bersamamu? Biar kita bisa bermain bersama. Meskipun mulai malam ini engkau menemani bunda. Tapi bunda tak tahu dimana keberadaanmu. Lagi pula bunda terkadang takut menyakiti ayah lagi. Takut menyakiti orang yang bunda cintai.
Nak, bunda tak tahu sejak kapan bunda merasakan cinta pada ayah. Bunda tak tahu sejak kapan bunda begitu mengkhawatirkannya. Padahal dulu bunda tak begitu peduli dengan yang namanya laki-laki. Dulu bunda tak pernah sedikitpun berpikir seperti apa laki-laki itu. Meskipun bunda dari dulu bercita-cita menikah muda dan memiliki beberapa anak yang lucu. Bunda hanya selalu berdoa supaya diberikan pendamping yang baik dan yang bisa menuntun bunda agar lebih baik. Seseorang yang betul-betul mencintai bunda sepenuh hati.
Anakku sayang… Mudah-mudahan nanti disaat ayah pulang tidak marah lagi ya sama bunda. Tidak lagi mencuekin bunda dengan selalu melihat ke hp nya. Karena bunda akan sangat sedih jika ayah terlalu sering melakukannya. Bunda hanya bisa memiliki ayah sepenuhnya disaat tidur dari hari senin-jum’at. Dan sisanya jika ayah tak lembur, bunda bisa bermain-main dengan ayah di hari sabtu dan minggu. Meski kadang bunda tak bisa berharap ngobrol banyak dengan ayah. Apalagi sekarang ayah punya kesibukan dalam menyelesaikan skripsi. Bunda tak ingin mengganggu ayah lagi. Tak apa deh, bunda dicuekin dan ayah pulang malam. Pasti itu untuk kebaikan dimasa yang akan datang. Dan sekarang bunda juga telah ditemani kamu, nak…
Hmm…. Semoga ayah tak marah lagi dan mengerti maksud bunda yang sebenarnya ya nak, bunda masih khawatir nih. Seharian tadi bunda gak bisa tenang. Meskipun tidur, tapi tetap ngerasa gak tenang.
Bunda hanya ingin kehamilan yang sehat disaat engkau berada di rahim bunda. Bunda tak ingin berlama-lama mempertahankan rumah mu yang setiap harinya ambruk. Kalaupun bunda tetap bertahan. Bunda takut seperti teman bunda yang harus kehilangan anaknya setelah 9 bulan dipertahankan. Hal itu hanya akan membuat bunda lebih terpukul. Mudah-mudahan hal itu tak terjadi sama kita ya nak…:). Bunda lebih memilih untuk bersabar dalam menunggumu. Segera persiapkan bekal mu di bulan depan ya sayang. Agar lebih kuat dan sehat. Bunda tak sabar ingin segera memelukmu…
Do’akan bunda agar ayah tak lagi marah ya sayang. hehe, daritadi bunda kayak ketakutan kalo-kalo pas ayah pulang bersikap dingin ke bunda. Do’akan juga agar bunda tak lagi membuat ayah kecewa ya. Agar bunda tak lagi membuat ayah kesal…
Luv yu, nak…:*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *