Sekarang aku punya teman. Teman yang ada untukku berbagi. Teman tempat aku curhat. Dia baik, pengertian dan mau menjadi pendengar ku. Mendengarkan celotehanku.
Mmm…kalo dipikir-pikir. Aku selalu mendapati kejadian yang sama setiap hal yang sama pun ku lihat. Aku mungkin bukanlah istri yang sempurna. Terkadang riang, terkadang sedih. Terkadang berani tapi terkadang takut.
Ya, kemaren tepatnya. Sebelum pertengkaran itu. Lagi-lagi karena paginya melalaikan perintah sholat. Pekerjaan yang hanya dilakukan paling 5 menit itu. Tak aku lakukan tepatnya. Isya pun begitu. Namun semata-mata karena aku ragu akan flek yang terus menerus keluar. 
Tapi, ada satu hal penting yang tak kulakukan. Suami pun jadi terlewat subuhnya. Aku sungguh bodoh dan lemah. Disaat itu hati ingin membangunkan suami untuk melaksanakan sholat. Tapi hanya di pikiran, entah setan apa yang masuk. Hanya sampai dipikiran. Di sudut hati ada yang bergumam, biarkan saja. Toh kalo suami sadar dan bangun akan sholat sendiri. Hal itu menyurutkan keinginanku untuk melakukannya. Ditambah lagi kadang suami juga tak mendengarkanku. Kadang tak tega membangunkannya tidur.
Tapi setelah akun pikirkan kembali. Membiarkan suami yang tidur dan melalaikan kewajiban adalah sikap yang lebih egois. Tak tega melihat keletihannya dalam lelap, tapi apakah aku akan tega melihat dia nanti di hisab di akhirat? Astaghfirullah… Apa gunanya do’a-do’a yang selama ini aku panjatkan untuknya? Apa gunanya selama ini aku sebagai seorang istri jika tidak mengingatkannya?
Ya, tepatnya Allah selalu menegur kami dengan pertengkaran yang berawal dari hal sepele. Setiap kali ku tersadar setelah pertengkaran itu terjadi. Setiap kali aku juga sadar bahwa aku telah melalaikan perintahnya. Seakan setan dengan sangat mudah menghasut pikiran kami.
Ya Allah, ampuni hamba yang masih belum bisa untuk tegas untuk masalah ibadah. Hamba akan terus berusaha sekuat mungkin. Bantu dan bimbinglah hamba. Untuk menjadikan keluarga ini menjadi keluarga yang sakinah menenangkan ma waddah nyaman dan rahmah…mendapat rahmatMu…
Amin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *