Kayaknya sampe suami selesai mengerjakan skripsinya aku harus lebih bersabar untuk gak mengganggu. Harusnya sih bisa banyak ngebantu. Tapi yang paling penting adalah ngasih bantuan do’a. Smoga dimudahkan dan cepat slesai.

Ga tau kenapa, disaat-saat kayak gini suka kangen ama suami. Gak jelas apa penyebabnya. Gak jarang kalo jadi melow jadinya. Padahal cuma ditinggal kerja. Dan sore juga pasti pulang. Tapi, gatau kenapa, asli bingung. Kadang menemukan kondisi kayak gini. Rindu yang gak jelas. Apa mungkin karna suami sama sekali gak sms atau sekedar menanyakan udah makan atau apa. Tapi gak mau terlalu naif dan egois. Banyak hal yang bisa aku kerjakan untuk melupakan itu semua.

Sepertinya agak sedikit aneh, jika aku menjadi orang yang selalu dihantui ketakutan yang gak jelas.
Harusnya sebagai istri aku harus lebih banyak mengerti dan memahami suami. Gak banyak mengeluh. Apa karena akhir-akhir ini aku mulai ditinggalkan teman-teman yang selama ini bisa mengurangi rasa takut dan kekhawatiranku?

Ah….aku harus bisa menghapus semua rasa melow-mekow ini. Toh kita masih memiliki Tuhan tempat mengadukan segala kesedihan. Galau itu bukanlah suatu sikap yang harus dipupuk atau dibanggakan. Kayak gak punya Tuhan aja kalo setiap hari-hari kita diisi dengan kegalauan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *