Hari ini saya memiliki beberapa agenda penting yang harus saya selesaikan.
Meskipun saat ini saya hanya berprofesi sebagai seorang ibu rumah tangga. Namun, saya bercita-cita untuk menjadi seorang Istri atau Ibu yang Profesional.
Mulai saat ini, mulai detik ini, saya harus tetap berjuang, demi mewujudkan cita-cita dan keinginan saya.

MENJADI SEORANG ISTRI DAN IBU PROFESIONAL

Untuk menjadi seorang yang profesional tentunya kita harus bisa bekerja dengan profesional. Untuk mengawalinya, saya akan mengikuti langkah sebagai berikut dahulu:

Pertama, saya harus mulai membuang beberapa kebiasaan buruk yang saya miliki. Saya akan tulis satu persatu dan berusaha membuang satu persatu kebiasaan itu. Misalnya, saya akan coba list, mudah-mudahan bisa membantu perubahan saya sendiri terlebih dahulu, yaitu:
Membuang kebiasaan 
1. Melalaikan Sholat
2. Menunda-nunda pekerjaan
3. Bermalas-malasan (dalam arti melakukan hal-hal yang tak berguna)
4. Tidak berolah raga
5. Terbiasa ikut-ikutan malas
Seperti ini dulu lebih kurang (Jika ada yang mau menambahkan, silakan:)

Kedua, saya akan membuat list tentang hal-hal awal yang harus saya lakukan. Meskipun dimulai dari hal yang kecil.
1. Melaksanakan sholat 5 waktu. Usahakan di awal waktu, itu lebih baik dan lebih aman. Disini kita gak membahas tentang agama dulu. Yang jelas dengan mendisiplinkan waktu sholat. Kita sudah menunjukkan tangung jawab kita dalam menjalankan kewajiban kita. Kewajiban kita terhadap yang menciptakan kita.
2. Selalu mandi 2 kali sehari. Hidup lebih bersih dan rapi mencerminkan sikap profesional.
3. Lakukan apa yang bisa kerjakan hari itu juga.
4. Menulis dan melakukan hal-hal yang bermanfaat.
5. Lebih baik memilih hobi memasak dari pada bermalas-malasan.
6. Makan makanan yang tak berakibat buruk bagi tubuh. Memulai hidup sehat dari sekarang lebih baik dari pada menderita sakit di usia tua.
6. (Silakan jika ada yang ingin menambahkan)

Sebentar, dari tadi saya ingin sedikit bercerita dan share tentang apa yang sering saya perhatikan di sosial media. Mengenai Ibu-ibu yang begitu aktif dalam dunia maya.

Sampai saat ini saya masih memikirkan dan belum menemukan jawabannya. Mungkin ada yang bisa menjawab. Yaitu:
Saya melihat begitu banyak seorang ibu yang sudah memiliki anak (atau sebutlah disini masih dibawah balita, karena rata-rata teman sebaya dengan saya), bahkan ada dari beberapa dari mereka juga seorang ibu yang bekerja. Melihat fenomena ini saya menjadi bertanya, bagaimana cara mereka bisa membagi waktu mereka dengan baik? Pertama, dengan seringnya mereka update status di sosmed, kedua mereka bekerja dan juga mengurusi anak dan tentunya juga suami.

Saya akan rinci satu persatu pekerjaan seorang Ibu yang bekerja dan memiliki anak:
1. Mengurus dan mejaga sang anak. Mulai dari pago memandikan, menyusui, memberi makan, dll.
2. Mengurus rumah, membersihkan rumah, pakaian, piring, dll. (disini dengan asumsi mereka tidak memiliki pembantu)
3. Melayani suami. Dari Pagi mulai berangkat kerja, menyiapkan bajunya, menyiapkan sarapan dan pulangnya menyiapkan makanan, dll.
4. Pastinya sang Ibu juga memasak. Buat suami dan anak. Gak mungkin untuk anak mengandalkan makanan dari luar.
5. Mengurus kain, mulai dari mencuci hingga menyetrika.
6. Bekerja. Pastilah sang ibu tak berada di rumah disaat jam kerja, dan ada lagi yang malah mengambil waktu untuk bekerja di sosial media untuk sekedar promo. SO??? masih jadi tanda tanya yang besar dalam pikiran saya.
Nah, kapan mereka bisa mengurusi itu semua jika terbilang cukup aktif dalam sosial media?

Apakah tak ada satu pun pekerjaan yang tak dibengkalaikan oleh seorang ibu tersebut?
Baiklah, saya cukup tunggu jawabannya seiring berjalannya waktu, hingga saya bisa belajar dari hal tersebut.

Pertanyaan ini muncul disaat saya merasakan waktu yang berjalan cepat, padahal saya tidaklah bekerja dan belum memiliki anak.
Hal-hal yang saya kerjakan di rumah dari pagi hingga sore sebagai berikut:
1. Pagi menyiapkan pakaian suami, dan minum kalau suami tidak puasa. Untuk sarapan tidak dulu, karena suami sedang menggiatkan untuk tidak sarapan pagi. Hanya minum. Jadi saya tak perlu memasak.
2. Setelah suami berangkat. Menyiram tanaman dan menyapu sedikit halaman yang berserakan.
3. Dua hari sekali saya akan belanja ke warung untuk persediaan bahan makanan.
4. Merapikan tempat tidur dan membereskan rumah yang hanya seukuran 50 meter persegi. Mulai dari menyapu, mencuci piring. Melipat kain atau sekalian disetrika. Membersihkan debu-debu.
5. Mencuci pakaian.
6. Siangnya sedikit berselancar di dunia maya. Menulis di blog, baca-baca, dll. Jika ada sedikit waktu di siang hari dan sudah tak kuat melihat layar. Istirahat sebentar.
7. Sore memasak. Mandi dan bersiap menunggu suami pulang.
Itu pun kadang disaat memasak suami sudah pulang. Jadi belum sempat mandi. Hingga terus besoknya dan besoknya lagi seperti itu. Ini hanya bagi saya yang rasanya belum banyak tugas dan kewajiban apa-apa. Tapi serasa waktu begitu sempit. Masih kurang. Bagaimana dengan kondisi yang saya sebutkan sebelumnya di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *