Astaghfirullahal’adzim…

Ya Allah, beribu-ribu rasanya ingin beristighfar di dalam hati. Biar lebur sgala dosa-dosa ini. Dan Allah memberikan jalan keluar kesembuhan atas penyakit ini. Tak tahu lagi yang harus dilakukan saat ini selain merasa terpuruk dan sedih yang mendalam.
Dokter memvonis adanya infeksi di dalam rahim, dan kemungkinan jika tidak berhati-hati kuman bisa saja masuk terus menuju rahim. Lahaula…
Proses tiup rahim atau HSG pun ternyata bisa makin memperburuk keadaan. Alhamdulillah Allah masih menunjukkan jalan dengan membisikkan ke hati kecil ini untuk tidak dulu mengambil tindakan HSG dengan dokter sebelumnya. Meskipun lebih dari 1 tahun lalu pernah melakukan tindakan tiup rahim yang hampir sama berisiko masuknya kuman ke rahim bahkan bisa hingga ke tuba jika infeksi itu telah terjadi.
Saat ini hanya bisa terus menerus memanjatkan do’a pada Yang Maha Kuasa. Smoga tidak terjadi hal serius atas tindakan-tindakan keliru yang dilakukan selama lebih kurang 2 tahun ini. Pikiran-pikiran buruk pun mulai menghujam disaat mulai sedikit demi sedikit memahami penyakit dan terapi yang akan dilakukan. Yaitu terapi diatermi dengan perlakuan suntik di awal.
Hanya berharap mudah-mudahan dengan terapi ini segala yang ditakutkan bisa teratasi. Jika bisa diandaikan, jika ada obat yang bisa membuat diri sembuh dan kembali bisa hamil, maka apapun yang harus dimakan pasti akan dimakan, sepahit dan setidak enak apapun. Apapun yang harus dijalani pasti akan dijalani. Biarlah tubuh merasakan apapun sakitnya. Yang penting tetap bisa memberikan keturunan kepada suami. 
Siapa wanita yang tak ingin sempurna. Dan kesempurnaannya itu hanya bisa dia buktikan dengan memberikan seorang anak pada pasangannya. Bahkan kadang sempat berpikir, biarlah diri ini mati, asalkan bisa memberikan yang terbaik, bisa memberikan anak kepada orang yang dicinta. Bisa memberikan apa yang sangat membahagiakan pasangan kita. 
Meskipun masih dalam beberapa hari lagi melakukan terapi tersebut. Saya hanya bisa berusaha dan pasrah padaNya. Meskipun saat ini, detik ini. Masih tak sanggup menahan gejolak hati yang rasanya terpuruk dalam.
Semoga tak ada yang serius. Karena sgala sesuatunya pasti bisa diobati. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *