Bertemu, bergaul dan berdiskusi dengan ibu2 yang sudah berpengalaman alias sudah senior layaknya ibu kita itu, sama dengan nambah banyak ilmu.

Ilmu kehidupan tentunya.
Saya gak tahu dan sampai detik ini pun tak paham dengan namanya perjalanan hidup apa yang akan saya jalani nanti. Tentunya gak usah pusing-pusing saya pikirkan sekarang juga sih, toh nanti kita akan melewatinya. Ada waktu dan porsinya masing-masing untuk setiap orang. Terrgantung takdir yang sudah tertulis untuk kita. 
Tapi bergantung pada takdir tanpa memiliki banyak ilmu, bekal dan belajar juga gak mungkin kan?
Banyak belajar dan banyak ilmu, tentunya membuat kuta lebih matang dalam berpikir dan bertindak. Persoalan hidup pun bisa kita hadapi dengan pengalaman-pengalaman yang sudah dimiliki orang. Tak jarang, kalo ortu saya sewaktu remaja dulu, disaat mulai mencari jati diri sering berkata,” nak, ibu ini memang bukanlah orang yang pintar, tinggi sekolahnya, banyak ilmunya. Ibu bukanlah orang yang sepintar kalian, tapi ibu punya satu hal lebih dari kalian, yaitu pengalaman.”
Kata-kata yang slalu kucoba mengerti sedari dulu. Dan perlahan-lahan mulai memahaminya. Bahwa hidup tak hanya sekedar tahu dan mengerti saja. Tapi punya pengalaman itu yang lebih penting. Tak sedikit kan, perusahaan-perusahaan itu nyarinya karyawan yang sudah berpengalaman. Tanpa melihat berapa nilainya semasa kuliah. Pun, dilihat dimana tempat dia mencari ilmu. Apakah dia mencari ilmu di tempat yang benar-benar mengajarkan ilmu dan pengalaman yang baik? Atau hanya tempat yang sekedar mendapatkan nilai serta ijazah secara mudah.
Yuk, mulai belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada dalam kehidupan. Yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Smoga kita slalu diberikan kecerdasan untuk bisa melihat hikmah2 dari yang terjadi di kehidupan di sekitar kita. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *