Setiap cewe pasti pengen rumahnya tampak indah dengan bunga-bunga. Begitu juga saya. Alhamdulillah akhirnya bisa nyicil rumah. Salut tak terhingga sama suami. Yang jelas kalo keinginan dan usaha kita kuat, insyaAllah pasti ada jalan :). 

Sampelah akhirnya pindah ke rumah baru. Sekitar bulan juli 2012. Inget banget saat itu lagi puasa. Dan  harus bolak balik rumah kontrakan dan rumah baru tuk mindahin barang-barang. Gak kebayang lelahnya. Tapi, alhamdulillah terbayarkan dengan leganya bisa punya rumah dan langsung tidur disana malam itu setelah pasang AC. Jadi inget, saya harus makan buat ama suami, satu bungkus nasi buat berdua. Karena ternyata beli nasinya kurang. Tukang AC nya ada 2 orang ternyata. Ditambah sama adik ipar, akhirnya kurang satu. Jadi deh, makan nasi berdua suami. So sweet banget, tapi masih laper.. Haha…
Tinggal dirumah baru pastinya harus benah-benah n rapi-rapi dulu. Setelah selesai beres-beres, ngerasa ada yang kurang. Yaitu tanaman. Untuk mempercantik dan memperindah rumah. Duh, tanaman yang dibawa dari rumah kontrakan ada beberapa yang mati. Gak sanggup hidup bersama majikan yang super sibuk n gak bisa ngerawat tanamannya. Selalu berangkat subuh dan pulangnya sering malam. Pupus sudah harapan tuk punya bunga gelombang cinta yang dikasih oleh paman suami.. Bunganya layu, mati tak berbekas. Begitulah cerita seorang wanita yang baru berumahtangga. Baru belajar segala-galanya. Baru bisa ngerawat tanaman. Baru bisa ngepasin bumbu-bumbu saat masak. Baru belajar segala-galanya. Termasuk baru belajar juga untuk berbagi hidup dengan suami tercinta :). Kata orang memang butuh beberapa waktu yang sedikit lama agar kita bisa mengenal jauh pasangan kita. Tapi, alhamdulillah dapat suami yang super-super pengertian. Jadi terharu kalo ingat masa-masa dikontrakan dulu :). Penuh suka dan duka…. #ngelamun dulu
*mengenang bentar ke masa lalu^^. Haha
Hmm… Lanjut ke persoalan cerita. Judulnya tentang menumbuhkan kembali bunga yang sudah layu. Hehe, intermezonya kepanjangan di atas :p.
Belajar dari pengalaman pertama dengan kematian si anthorium, akhirnya saya terus berusaha untuk bisa merawat bunga dengan baik. Belajar merawat makhluk hidup itu sama dengan belajar merawat anak sendiri. Berhubung saya bukan seorang yang begitu pencinta binatang. Maka akhirnya bertekad untuk bisa merawat tanaman. Kayaknya seru juga menghabiskan waktu disela-sela mengurus rumah. Ternyata tanaman itu sama seperti makhluk hidup lainnya. Butuh kasih sayang dan juga perhatian khusus. Akhirnya, meskipun saya bukanlah orang yang punya basic pertanian atau tanam menanam, mencoba menyulap halaman depan rumah dengan beberapa tanaman yang mudah dirawat dulu. Setiap ada penjual bunga yang lewat, slalu nanya ini itu dan membeli beberapa tanaman. 
Sampe akhirnya, saya mencoba membeli bunga yang sedikit manja. Yaitu bunga mawar. Awalnya bunga yang saya beli alhamdulillah bisa hidup dengan aman dan tentram, gak ada yang layu karena memang disiram setiap hari. Sampai akhirnya disaat musim kemarau datang. 2 bunga sudah mulai tampak layu. Yaitu bunga mawar dan melati arab. Hingga bener-bener mati dan tersisa hanya batangnya yang sudah berwarna coklat. Sedih rasanya. Karena 2 bunga itu yang sering berrbunga. Hingaa… Saya terus mencoba bereksperimen untuk keduanya.
Awalnya, bunga melati arab yang sebenarnya memang gampang hidupnya, gak begitu manja. Namun gak boleh kekurangan air. Bunga ini kalo kekurangan air, daunnya akan mengering dan akan berlanjut menjadi layu dan mati. Namun bisa disiasati dengan menyiramnya terus menerus. Jika pun sudah seprti mati alias sudah seperti tak bernyawa lagi, bunga ini harus tetap disiram. Disaat musim kemarau kalo bisa 2 kali sehari. Bunga ini lebih memilih kelebihan air dari pada kekurangan air. Dan bisa bertahan dibawah terik sinar matahari. Hingga akhirnyaaa….
Jeng… Jeng… Daun-daun kecil mulai tumbuh dari bawah. Dannn… Bunga itu akhirnya hidup kembali.. Duh senangnya…^^
Bunga kedua, bunga mawar. Ngerawat mawar sebenarnya gampang-gampang susah. Saya beli mawar yang sudah berbunga, si abang yang jualannya bilang mawar gak susah bikin dia berbunga. Cuma dikasi sekali sebulan air yang dicampur mecin alias sasa, dia akan sering berbunga. Tapi disaat saya membeli bunga tersebut. Media yang dipake sipejual adalah sekam yang tanahnya sedikit. Full 90% sekam. Memang bagus tumbuhnya dan bunganya banyak, tapi hanya berlangsung sebulan, karena gak beberapa lama bunga mawar itu pun mulai layu. Padahal saya meletakkannya di beranda rumah yang tak begitu sering terkena matahari secara langsung. Akhirnya, bunga itu pun mati, tinggal tulang belulang. Lalu, 
Cara pertama yang saya lakukan adalah segerra mengganti media dan memindahkannya ke dalam pot. Sekam tadi tetap saya masukkan dan menambahkannya dengan tanah hingga pot penuh. Namun cara ini masih belum menampakkan hasil meski saya siram terus menerus. Tanaman mawar ternyata tak begitu suka kebanyakan air, alias kekenyangan. Lalu karena saya kira dia kekurangan matahari, saya pindahkan ke bagian yang selalu terkena panas matahari. Tapi malah makin layu. Hampir mati secara keseluruhan. Setelah itu saya pindahkan lagi ke beranda.
Cara berikutnya, saya tambahkan sedikit rumput di dalam pot bunga, intinya buat memancing agar akar-akar dari mawar tersebut bisa tumbuh kembali. Saya gak tahu ilmunya, tapi cuma mencoba. Saya pikir mawar tak suka ditempat yang terlalu oanas alias bikin dia kering. Tapi gak suka juga dengan air terrgenang alias banjir. Tapi dia suka tempat yang lembab. Mungkin dengan dikasi rumput gajah. Bisa membuatnya jadi lebih lembab juga. Kalo kebanyakan air, dia akan diserap rumput, kalo kekurangan rumputnya bakal nyetokin air buat si mawar. Hehe, ibaratnya si mawar butuh pendamping buat penyemangat hidupnya, wkwkkw…
Hingga saya terus menyiraminya, sampe berpikir buat ngasi pupuk, tapi saya gak punya budget yang banyak buat bunga tersebut. Saya hanya ingin menyalurkan hobi sederhana yang gak menguras banyak uang. Terus berusaha agar tetap hidup. Karena saya yakin banget kalo mawar itu sebenarnya masih hidup, dia hanya mati suri alias koma aja. Makanya saya gak pernah akhirnya mencabut dan membuangnya seperti yang saya lakukan pada anthorium. 
Hampir sebulan, mungkin lebih saya menunggu. Bunga terrsebut masih tetap saya biarkan di depan rumah, beberapa ada yang mengejek kok bunga mati dibiarin kayak gitu, ditaro gitu, kenapa gak diganti, dan lain lain. Ada juga yang sampe mindahinnya mungkin mikir ni bunga mati ngapain ditaro disini. Hingga saya akhirnya kesal dan kembali memposisikannya di tempat yang menurut saya PeWe bagi si mawar. 
Hasilnyaaaa: si mawar akhirnya hidup kembali. Setelah beberapa lama, sangat lama :). Pot tempat mawar itu karena beberapa kali saya taroin kunci akhirnya baru keperhatiin kalo ternyata ada daun-daun mungil yang tumbuh. Karena warna hijaunya sama dengan warna rumput jadi gak keperhatiin. Ternyata sudah mulai banyak tumbuh daunnya satu persatu dari bawah. Alhamdulillah. Gak perlu keluarin uang banyak, namun bisa melihatkan hasil.
Semoga si mawar bisa tumbuh dengan sempurna. Bisa bertahan lebih kuat lagi. Karena dia ternyata bisa melewati masa-masa kritisnya. Hingga akhirnya sekarang segar kembali. Sangat-sangat senang :).
Hikmahnya, teruslah berjuang untuk apapun yang kita impikan, raih dengan usaha optimal. Jangan pernah menyerah selagi kita masih diberi kesempatan untuk berusaha. Karena, gak ada sesuatu yang gak mungkin bagiNya. Segala sesuatu itu pasti ada jalannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *