Sebagai seorang ibu yang memiliki 2 orang balita di rumah. Saya tentunya ingin memberikan nutrisi yang terbaik untuk mereka. Memikirkan nutrisinya ini, seharusnya bisa dimulai dari saat hamil ya. Lalu berlanjut hingga melahirkan dan anak beranjak terus usianya dari tahun ke tahun. Mengapa? Karena nutrisi pertama yang didapatkan oleh anak yaitu dari saat dia hadir di perut ibunya. 

Tapi sekarang, kita lebih spesifik untuk membahas nutrisi untuk 2 balita di rumah ya, karena yang saat ini sedang di hadapi adalah pemberian makanan pada 2 anak ini. Hehe..

Dari data Kementerian Kesehatan RI tahun 2011. Menjelaskan bahwa makanan sehat anak Balita itu mencakup makanan dengan gizi seimbang agar tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang baik. Jadi sekarang yang perlu digaris bawahi untuk nutrisi makanan anak adalah pola gizi seimbang. Bukan lagi 4 sehat 5 sempurna. Apa saja sih makanan dengan gizi seimbang yang bunda siapkan di rumah?

Nutrisi anak-anak di rumah tidak ada yang spesial sebenarnya. Pada umumnya kakak (4tahun) dan adik (2tahun) sudah makan dengan menu yang sama dengan menu di rumah sehari-hari. Bunda tidak lagi menyiapkan menu khusus buat mereka. Menu sehari-harilah yang akhirnya kita sesuaikan dengan kebutuhan nutrisi mereka. Misalkan, di rumah selalu diusahakan ada makanan lengkap dengan gizi seimbang, seperti nasi (pasti selalu ada dong ya😅), lauk pauk (protein hewani), sayuran/kacang2an (protein nabati), dan lemak pada minyak/ pada santan/ lainnya. Buah-buahan untuk mencukupkan vitamin dan mineral. Ditambah dengan menu selingan atau cemilan yang selalu diusahakan ada.

Nah, muncul pertanyaan, makanan yang kita siapkan selama ini apakah sudah mendukung pertumbuhan dan perkembangannya? Cara mengeceknya secara sederhana sebenarnya gampang. Apakah anak tumbuh dari bulan ke bulan? Tumbuh disini ya bisa dilihat dari mengalami kenaikan berat badan dan tinggi badannya. Kalau mengalami kenaikan sesuai dengan usianya ya berarti jangan khawatir.

Pemberian nutrisi makanan pada anak pada prinsipnya yaitu memberikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi anak yang mencakup makronutrien seperti karbohidrat, protein dan lemak. Dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Kita semua sudah tahu pasti karbohidrat tersebut bukan cuma berasal dari nasi, tapi ada sangat banyak sumber karbohidrat lainnya yang bisa dikenalkan kepada anak. Jadi, kalo kakak atau adik lagi gak mau makan nasi. Ya bunda mencoba untuk mencari penggantinya seperti roti atau pasta. Atau kalo memang lagi picky-pickynya banget. Bunda harus muter otak lagi untuk mengolah lebih dalam misalkan menjadi makanan yang sudah tercakup semua kebutuhannya dan anaknya juga harus doyan (soalnya percuma kalo gak doyan, karena bakalan berakhir di perut bundanya😅, sayang). Oke lanjut, Misalkan sop makaroni daging, makaroni schootel, pizza rice dan olahan makanan lainnya yang kira-kira anak suka. Oiya, nugget buatan bunda sendiri juga bisa ya. Yang di dalamnya sudah dimasukkan beberapa jenis protein baik hewani atau nabati, dibungkus dengan tepung roti alias si karbo. Dan digoreng pakai minyak alias si lemaknya. 

Suka mucul pertanyaan, kira-kira makanan yang kita berikan ke anak sudah cukup nutrisi belum ya? jadi nutrisi yang baik untuk balita itu seperti apa ya? Apa saja sih makanan yang perlu dikonsumsi anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik? Perlu gak sih anak diberikan suplemen tambahan agar tercukupi semua? Dan banyak lagi pertanyaan berseliweran di kepala. Yang pertama, kita harus tenang dulu, santai dan tak perlu banyak khawatir. Yang penting teruslah berusaha dan tak lupa mengecek tumbuh kembangnya secara berkala. Bisa langsung konsultasikan ke dokter anak masing-masing jika ada yang tidak wajar. Kadang mikirnya, berasa kurang kalau tidak diberi suplemen tambahan. Terasa belum sempurna kalau belum diberi susu. Tapi kalau ternyata semua kecukupan gizinya sudah terlengkapi dari makanan. Untuk apa khawatir. 
Jadi yang perlu disiapkan di rumah biasanya memang makanan yang sudah menyatu dengan makanan keluarga. Tidak perlu repot-repot membuatkan menu khusus bagi anak dengan makanan-makanan overclaim di luaran sana ya, karena makanan di rumah pun bisa disesuaikan dengan pedoman gizi seimbang yang sudah lama dideklarasikan oleh dinas kesehatan kita. Jadi dari yang muda sampai yang tua sekalipun harus menganut pola gizi seimbang. Menu yang makanannya terdapat jenis karbohidrat, protein (baik nabati ataupun hewani), dan lemak. Selanjutnya kebutuhan vitamin dan mineral sudah tercakup dalam sayur serta buah-buahan di dalamnya. 

BATASI DAN AWASI BEBERAPA MAKANAN UNTUK ANAK
Memberi batasan terhadap makanan dan minuman yang manis/gurih seperti dodol, coklat (kecuali coklat bubuk), permen, junk food dan soft drink. Kalo anak belum kenal ya tidak usah terburu-buru dikenalin ya. Toh nanti pas kenal juga anaknya pasti akan langsung doyan. Syukur-syukur kalo memang gak suka, karena memang makanan jenis ini tidak ada kandungan baik apapun yang bisa didapatkan oleh tubuh mereka.

Jika anak memiliki alergi atau intoleransi terhadap beberapa jenis makanan. Seperti anak pertama saya, tentunya daftar untuk pengawasan makanan anak bisa saya tambahkan. Misalkan kakak yang alergi dengan dairy product, sebisa mungkin saya hindari segala jenis makanan yang terbuat dari susu sapi serta turunannya. Lalu lakukan pengecekan berkala apakah kakak sudah terbebas alergi ataukah masih. 


HAL-HAL DiPERHATIKAN DARI AWAL MPASI UNTUK KECUKUPAN NUTRISI ANAK DI RUMAH
– mengenalkan bahan makanan yang beraneka ragam terhadap anak-anak.
– untuk tahap awal bunda memilih bahan makanan yang mudah dicerna
– memberikan irisan lauk pauk dan sayuran dibuat dalam potongan-potongan kecil
– Menggunakan bumbu yang tidak terlalu merangsang/pedas
– Menghindari makanan yang membuat tersedak seperti kacang goreng, anggur atau klengkeng dalam bentuk utuh
– menggunakan alat makan yang aman,menarik dan berwarna-warni. Agar saat proses makan bisa membuat anak tertarik.
– mendampingi agar anak mau makan sendiri. Membujuknya dengan sabar.
Nutrisi Saat Anak Sakit
Kalo lagi sakit wajar ya anak sedikit susah makan. Namanya juga lagi sakit. Kita yang dewasa saja kalo sedang sakit nafsu makan pun berkurang. Nah, jadi ibu tidak usah terlalu khawatir berlebihan. Coba tawarkan dengan sabar beberapa menu favorit anak. Jangan lupa untuk menawarkan banyak minum dan buah-buahan atau juice. Meningkatkan daya tahan tubuh anak tidak mesti selalu dengan memberikan suplemen-suplemen tambahan kok. Cukup dengan tetap menjaga keseimbangan makanan pada anak. Nanti pada waktunya ketika anak mulai mereda sakitnya, akan makan dengan lahap kembali. 

Di akhir, sedikit mengutip dari tulisannya salah seorang dokter, yaitu dokter apin, tentang daya tahan tubuh anak ketika sakit.
“Yakinlah selama anak tidak memiliki penyakit yang menekan daya tahan tubuh seperti HIV, leukimia dan kanker lain atau minum obat-obatan steroid jangka panjang, maka daya tahan anak akan baik-baik saja. Sering mengalami batuk dan pilek tidak berarti daya tahan tubuh lemah. Anak yang bersekolah jadi sering sakit karena tertular infeksi virus berulang dari kawan-kawannya. Perlu diingat, infeksi virus dapat sembuh sendiri seiring waktu.”

Sumber:






Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *