Mikir keras pas membaca judul tema ini. Apa yaaa? hahaha. Saya punya koleksi apa ya di rumah? semua serba biasa dan gak punya ketertarikan mendalam terhadap suatu barang. Tapi ya baiklah saya coba tetap tuliskan. Apa yang kira-kira menjadi koleksi saya. Sebenarnya agak mencengangkan pembaca jika tahu koleksinya itu doang toh. hehe..

Saya suka mengkoleksi botol bekas madu. Yang pasti setiap habis kita akan membelinya lagi. Awalnya dulu berpikir botol-botol ini cantik juga jika digunakan ulang setelah dibersihkan dan di percantik ulang. Bisa bermanfaat juga sebagai media main anak di rumah. Bisa berbagai macam kegunaan yang membuat saya terus mengkoleksinya. Koleksi yang tidak butuh effort untuk mendapatkannya. Karena sudah pasti selalu di beli. Jumlahnya sempat sudah banyak hingga Puluhan. Mungkin leih dari 50. Karena tempat penyimpanan yang sudah tidak cuku di rumah. Dan yang digunakan hanya beberapa. Seringkali saya berikan ke si mbak yang bekerja di rumah salah satunya disaat dia minta karen perlu.

Koleksi Tanaman. Koleksi tanaman tapi jarang di rawat. Ya begitulah keadaannya sekarang. Selalu mengalasankan belum ada waktu untuk bisa fokus ke perawatanya. Hanya sekedar menyiram, menyapukan daun-daunnya yang gugur dan sesekali membersihkan pot dan tanahnya (sesekali banget). Baru ada sekitar hampir 20 pot tanaman di rumah. Dan itu sudah cukup banyak menurut saya yang tinggal di rumah kecil di kota. Untuk bisa punya tanaman saja rasanya sudah bersyukur minimal ada pemandangan hijau yang bisa dilihat meski nyempil di pojok rumah yang sempit.

Koleksi mainan anak-anak. Ya, ini lebih ke koleksi anak-anak sebenarnya. Karena memang saya tidak memiliki koleksi apa-apa. Berusaha hidup seminimalis dan sesimple mungkin membuat saya tidak kepikiran untuk mengkoleksi apa-apa. Baju pun tidak di koleksi. Saya menggunakan sistem bukan tambah lemari melainkan sistem jika membeli pakaian yang baru berarti harus ada yang mesti dikeluarkan dari lemari. Sistem masuk dan keluar. Untuk meminimalkan keinginan berfoya-foya dan menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu di butuhkan. Dan juga bisa selalu berpikir bahwa saya sudah over dalam memiliki baju. Padahal amat sangat jarang dipakai. Bahkan bisa 3 tahun terakhir baju yang nongkrong di lemari itu tidak tersentuh sama sekali. Ada baiknya digunakan memang oleh orang yang membutuhkan. Jadilah mainan anak-anak lebih banyak di koleksi karena memang berusaha memenuhi kebutuhan untuk tumbuh kembangnya. Termasuk buku-buku untuk naka-anak. Segala seuatunya sekarang sudah tentang anak. Jadi apapun yang banyak di koleksi ya berhubungan juga dengan kebutuhan anak. Buku yang yang berawal dari berburu buku-buku di beberapa store yang lagi bazar. Hingga berburu buku di tempat penjualan buku impor terbesar di indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *