Kenangan masa kecilku pertama kalinya teringat adalah disaat berusia sekitar 3tahun. Seorang anak yang sangat rajin sekali membantu ibunya. Senang menyapu halaman hingga dua rumah besar sudah disapunya setiap sore. Selain rajin berbenah, dia juga rajin menggunakan alat make up ibunya dan rajin membantu kakaknya belajar (baca:mengganggu).

Niatnya sih dulu cuma ingin membantu mama dan kakak, tapi apa daya setiap aku membantu kakak belajar, kaka pasti marah, karena kata kakak aku mengganggu dia, mencoret buku dia. 
Permah suatu hari kami diikutkan lomba mewardai tingkat kota di sumatera barat. Aku sangat bersemangat ikut karena aku ikut serta jadi peserta sama seperti kakak. Tapi aku bingug kenapa mereka semua sangat lama mewarnai kertas-kertas yang diberikan om dan tante tadi. Padahal aku sudah selesai 10menit dari mulai awal tadi. Mereka ngapain ya? Hingga aku kepo melihat kertas kakak dan aku sampaikan aku akan bantu kakak biar cepat selesai. Jadilah aku ikut mewarnai kertas kakak dan kaka sedikit marah.
Pada saat pengumuman, diumumkan bahwa kakak dapat harapan 3 lomba mewarnai yang rasanya saat itu dihadiri ratusan orang. Aku yang waktu itu masih sangat kecil, sekitar usia 3 tahun pun merasa tempat yang sangat besar itu menjadi sedikit sumpek.
Ya, kakakku menang, dia dapat juara. Ya, tidak apa-apa karena bagiku itu sudah hal biasa saja. Aku merasa bangga bahwa kakak bisa jadi juara karena aku bantu dia mewarnai. Jadi dia lebih cepat selesai lalu menang, pikirku saat itu. Tapi akhir-akhir setelah kejadian itu kakak sering berkata, 
“Coba aja kami tidak ikut membantu, kakak pasti sudah mendapat juara 1”. Aku tertawa dalam hati sambil bergumam tak percaya. 
Kenangan masa kecil lainnya. Pergi ke kantor papa di kota padang, dari rumah yang jaraknya sekitar setengah jam karena beda kota. Lalu bermain di depan kantor balaikota tempat papa bekerja dengan air mancur didepannya. Aku sangat suka melihatnya. Ditambah dengan sang mama yang memberikan makanan yang saat itu bagiku itu makanan terenak dan terlezat yang tidak bisa dan tidak akan pernah akan aku nikmati jika tidak main ke kantor papa. Ditambah sepulangnya kami diajak main komidi putar di salah satu mall di dekat kantor papa saat itu. Itu masih tahun 80an akhir. Sekarang sudah banyak berubah dan roti coklat tadi tidak lagi menjadi makanan terenak yang aku makan.
Kenangan disaat harus pindah kota karena papa pun pindah tugas. Hidup di kota baru yang masih asing dengan teman-teman yang aku anggap saat itu sangat-sangat baik hidupnya. Disaat dinyanyikan lagi rambut kepang ekor kuda, dilabeli oleh teman-teman baru yang sepantaran dengan ucapa senyum pepsodent. Yang saat itu aku kesal dengan ledekan-ledekan mereka. Baru setelah dewaa paham arti dari senyuman pepsodent tersebut dan kenapa banyak ada gangguan dan ledekan dari beberapa teman. Yang konon kabarnya kalo anak-anak memiliki rasa suka atau ingin kenalan mengajak bermain salah satunya dengan cara demikian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *