Banyak orang bilang, jika kamu sedang larut dalam kesedihan. Janganlah melakukan perjalanan. Berdiam dirilah dirumah. Tapi hal itu tidak berlaku bagiku. Justru akan membuatku suntuk dan memikirkan hal yang tidak berguna. Akan membuatku semakin larut dalam kesedihan.

Sekarang aku tepat berada di depan air terjun dengan kolam yang besar di bawahnya. Aku duduk sambil menikmati segarnya air pegunungan yang mengalir membasahi wadah cekung di permukaan bumi. Gemericik air dan semburannya menyentuh dasar bumi membuat wajahku pun ikut merasakan kesegarannya. Kupegang airnya dan kubasuh mukaku dan tanganku. Airnya begitu bening tanpa sedikitpun noda. Kulihat wajahku membayang disapu gelombang dan riak air terjun dari atas perbukitan. Lembah harau namanya. Lembah yang sangat indah mengapit persawahan penduduk ditengah-tengahmya. Dihiasi pemukiman warga yang jaraknya cukup jauh dari satu rumah ke rumah lainnya. Pemandangan disini sangat menentramkan dan menenangkan pikiranku. Hatiku bagaikan bisa menyatu dan berbagi kesedihan dengan alam, sesaat kesedihanku sirna dengan melakukan tadabur alam ini.

Bunyi pekikan burung, kelelawar dan teriakan binatang hutan lainnya terdengar sangat merdu di telingaku. Wisata alam ini memang cukup sepi di jam sekolah dan kerja. Aku melihat beberapa wisatawan lokal ataupun asing tengah menikmati keindahan alam yang sama. Akupun ingin istirahat sejenak dan berjalan menuju salah satu warung yang berada di seberang jalan di depan air terjun. Ingin menikmati makanan favorit yang pasti menjadi incaran orang jika ke tempat wisata ini. Karupuak kuah namanya.

 “Surang se uni?” (Seorang diri saja uni)”

Sapa ibu yang menunggu warung tempat aku duduk. Kutarik kembali kerupuk kuah yang hampir saja mendarat dimulutku tadi.

 “Iyo, bu”, jawabku sambil tersenyum ramah.

Tak banyak pertanyaan lain dari si ibu selain bertanya aku dari mana. Kegalauanku saat itu mungkin tak terbaca olehnya. Sudah terobati dengan melihat alam nan elok penuh damai dan cinta. Aku begitu merasa sangat dekat denganNya. Usai melakukan sholat ashar di mushola dekat air terjun. Aku pun melanjutkan perjalanan pulang. Hatiku sudah sangat terasa tenang. Dan aku pun ingin memberikan keputusan kepada amak dan abak di rumah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *