Pertanyaan dari beberapa orang yang kalau mau dijelaskan bisa lumayan panjang. Jadi pengen nulisin aja kenapa sih mau ngeblog lagi?

Pengen hits kayak orang-orang ya?
Pengen dapetin sesuatu?
Atau pengen terkenal?
Pengen dapet duit?
 
Ada beberapa yang bisa saya benarkan dari pertanyaan kepo di atas. Meskipun apa yang dipikirkan oleh orang lain belum tentu benar. Seperti apapun kita menjelaskan, mereka tetap memiliki pandangan dari sudut pandang masing-masing.
 
Gak mau membahas muluk-muluk tentang kenapa saya ngeblog, karena buat mengasah potensi diri n de bla-bla ya…
 
Pertama, saya mau nulis lagi karena memang gak mau lama-lama berdiam diri di rumah dengan cap ibu rumah tangga yang gak ngapa-ngapain. Kata siapa?? Ya kata siapa ajalah. Bisa dibilang banyak. Ya biarin ajalah, woles. Nyante aja.
 
Tapi bagi saya sendiri, nyantai nanggepinnya disini bukan berarti kita harus nyantai dalam arti cuek dan emang gak ngapa-ngapain. Kita masing-masing akan punya kesempatan untuk bisa memberikan yang terbaik versi kita yang sedikit banyak bisa menjelaskan kepada orang-orang yang bertanya dalam pikirannya. Yang mau gak mau kadang kita risih dan tidak terima dengan tanggapan tersebut. Kita tidak perlu menjelaskan atau memaki-maki orang tersebut. Cukup waktulah yang akan menjelaskan dan memperlihatkan versi terbaik diri kita yang bisa mematahkan kalimat tersebut.
 
Ya, dalam penjelasan panjang diatas. Saya hanya ingin menjelaskan bahwa saat ini adalah saat yang tepat menurut saya untuk memulai mencari passion dan menjalankan hobi yang bermanfaat terutama buat diri saya sendiri. Melakukan segala sesuatu semampunya dan sebisa mungkin tetapi tetap tidak mengurangi rasa tanggung jawab pada keluarga.
 
Makanya cerita yang akan banyak tertulis disini selain mereview barang-barang yang ingin saya review meskipun receh..hehe. Ya tentang curhat dan sharing apa yang saya alami. Dengan ini saya merasa lebih bisa membuat semuanya mengalir apa adanya. Sejalan dengan hati dan waktu yang saya punya. Belum bisa terikat pada satu hal yang membuat saya harus menargetkan sesuatu dan melakukan sesuatu yang menjadi prioritas nomor 1.
 
Sempat beberapa kali karena tuntutan deadline saya mengesampingkan prioritas utama saya. Dan akhirnya itu membuat saya stress dan down. Bahkan merembet ke perasaan merasa bersalah dan sebagainya. Bakalan panjang rentetan urusannya.
 
Jadi buat yang mikir kalo karena ingin terkenal ya silakan-silakan saja. Itu hak masing-masing. Biarkan semuanya mengalir seperti apa adanya. Bukan ada apanya. Kalo toh akhirnya saya bisa menginfluence orang-orang yang merasa mendapatkan manfaat dari tulisan-tulisan ini. Ya semoga bisa menjadi ladang amal aja.
 
Nah, yang terakhir. Tentang pengen dapet duit ya atau dapetin sesuatu ya?
Keinginan untuk balik bekerja setelah memiliki anak dan cukup besar jujur memang ada. Tapi setiap saya menanyakan kepada diri sendiri,
“Kamu sanggup, ninggalin anak-anak? Kamu sanggup berpisah dengan mereka beberapa saat?”
Ini yang bertanya saya sendiri, bukan suami. Udah baper duluan gak tahu kenapa. Banyak hal yang tidak bisa dijelaskan kenapa.
Singkatnya,
“Diri saya tidak siap untuk meninggalkan mereka dan berangkat bekerja”. Mungkin suami sudah sangat bahagia mendengarkan hal ini. Meski kadang kalau ada tawaran pekerjaan datang. Saya sendiri suka berpikir ulang untuk “ambil jangan ya?”.
 
Tapi impian itu selalu kandas semua, disaat melihat anak-anak.
 
Hingga akhirnya saya berpikir harus tetap bisa melakukan sesuatu, harus tetap bisa berkarya. Harus tetap bisa melakukan banyak hal dan menghasilkan sesuatu achievement dari yang telah saya kerjakan. Yang paling penting tetap bisa bermanfaat bagi orang banyak. Bisa saling berbagi ilmu. Sebab sedekah yang pahalanya mengalir terus itu salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat kan?
Jadi gak ada salahnya jika keinginan memberikan banyak ilmu bisa kita lakukan sambil menimba ilmu.
 
Jadi posisikanlah diri masing-masing dan lihatlah dari sudut kacamata yang berbeda.
 
Oke, baique.. siapkan diri menerima tantangan untuk memacu semangat bahwa apabila kita yakin kita bisa melakukannya, pasti kita bisa membuktikan bahwa kita bisa. Dengan segenap tenaga dan fokus di dalam diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *