Momen roadtrip ke Semarang ini berawal saat Adha ingin survey lokasi untuk pelantikan Pak Etek Deri di kepolisian. Usia Qeena sekitar 9 bulan. Lagi lucu-lucunya. Lagi buntel dan menggemaskan. Perjalanan dari jakarta sehabis sholat subuh. Sedikit kena macet arus lalu lintas di sekitaran tol Cikarang. Melewati jalan yang panjang, melewati tol cipali yang lumayan hits bagi orang-jawa yang mudik lebaran.

Sepanjang perjalanan Qeena dan Qisha alhamdulillah bisa diajak kerjasama. Zuhur kita berhenti di Pekalongan dan makan siang di warung Soto Taucho. Sorenya pun kita akhirnya sampai di kota Semarang. Mencari penginapan beberapa puluh menit dan akhirnya bisa merebahkan badan di kamar penginapan.

Dalam planning jalan-jalan kali ini. Pak suami sudah membuat ittenary kemana aja. Salah satunya ke umbul sidomukti ini. Warbiyasak medan kesanaa. Bikin tegang dan pengen balik kanan pulang, huhu. Tapi yang namanya pak suami. Pantang menyerah sebelum sampai tujuan. Dan akhirnya kami sampai juga di tempat yang sangat indah ini. Terbayar sudah perjalanan menegangkan saat ke lokasi.

Ini Museum kereta api Ambarawa. Pertama kali kesini. Kesan pertama tempat ini terawat dan sangat menarik. Apalagii jarang banget melihat kereta api jaman peninggalan belanda. Kakak pun senang melihat gerbong kereta api berbaris rapi.

Ini Pemandangan indah di umbul sidomukti ya. MasyaAllah…

Fotonya rada ngacak ya, hehehe. Gak lupa berswafoto di gerbong kereta lama ini. Masih sangat kokoh dan bagus.

Icon museum kereta api ambarawa. Mengingat pelajaran sejarah yang dulu sangat suka karena menarik ceritanya meskipun hanya bisa membayangkan cerita demi cerita peperangannya. Yang muncul di pikiran kalo mendengar kata ambarawa yaitu tentang palagan ambarawa.

Qisha pun tertarik mengeksplorasi train kuno ini.

Malamnya bermain di alun-alun kota semarang menaiki odong-odong berlampu indah.

Kalau ke semarang, pasti gak boleh lupa ke lawang sewu dong. Dulu jaman papa kuliah di semarang. Saat usia SMP, dan gak sempat ke sini. Akhirnya bawa dua anak mengitari lawang sewu juga. Rasa penasaran pun terbayar sudah. Melihat keunikan bangunan lawang sewu.

Ini bukan efek 3D ya. Aseli… wkwkw

Menara Samphokong. Liat ini jadi inget siluman ular putih pai su chen. Hahah. Pas disini tertarik banget foto pake hanbok korea. Tapi apa daya gak ada yang pas ukurannya. Jadilah, cuma bisa pake baju pai su chen.

EPILOG

Pai su chen vs janggeum…😞😂

Sbnrny pngen pake hanbook, gamis-gamis juga sih. Tapi, ngeselinnya gak dibolehin pake, alasannya karena ibu sudah punya anak..

Anak???

Mana?

Anak siapa?

Saya dimana? 😱😱

Pengen rasanya gitu, tapi ditambahin sama mbak-mbaknya dengan alasan yang gak kalah nyakitin, ntar bajunya robek bu, oh..oke fix (bilang aja saya gendut😪😌😭)…hahaha..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *