Halo semua. Saya ingin berbagi informasi tentang kegiatan yang saya ikuti bersama kakak di KALCare Bekasi tadi nih. Tentang kampanye alergi anak di tahun 2019. Saya ingin sedikit cerita dulu. Dalam acara ini ada sesi sharing bersama pakar alergi anak yaitu Dokter Nila Kusumasari, Sp.A yang praktek di RSUP Fatmawati dan Rumah sakit permata Cibubur. Persoalan alergi pada anak saat sekarang ini sudah sangat lazim sekali kita dengar, banyak sekali anak yang alergi. Alergi makanan salah satunya. Alergi makanan merupakan masalah kesehatan global yang paling banyak terjadi pada awal pertama kehidupan anak. Sekitar 6-8% insidens pada 3 tahun pertama usia anak itu mengalami alergi pada makanan. 

Morinaga Allergy Week 2019

Alergi itu apa sih? Alergi itu sebenarnya respons tubuh yang abnormal terhadap pajanan bahan atau zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi abnormal itu disebut dengan hipersensitif, karena pada orang normal bahan makanan tersebut tidak masalah. 

Dokter Nila Kusumasari,Sp. A. Dokter spesialis alergi yang praktek di rumah sakit permata cibubur dan RSUP Fatmawati.

Anak yang berisiko alergi pastinya anak yang punya riwayat penyakit ATOPIK dalam keluarga. Salah satu orang tua memiliki riwayat yang sama maka akan memungkinkan anak juga mengalaminya. Berdasarkan kartu deteksi dini alergi, menjelaskan bahwa jika kedua orang tua memiliki riwayat alergi, maka 40-60% kemungkinan anak akan alergi. Kemungkinan alergi akan meningkat sekitar 60-80% jika kedua orang tua memberi manifestasi yang sama.

Bahkan jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, kemungkinan anak yang dilahirkan tetap bisa menjadi anak yang alergi sekitar 5-15%. Dan meningkat menjadi 25-30 % kemungkinan anak akan alergi jika memiliki saudara kandung sudah alergi. 

Tantangan bagi anak yang alergi adalah pada awal kehidupan anak kita sulit mendeteksi anak kita alergi apa aja ya?

Berdasarkan keluhan, kebanyakan alergi akan muncul segera setelah mengkonsumsi makanan, hanya hitungan menit-2 jam setelah memakan pangan yang membuat alergi. Tapi bisa jadi lebih dari 2 jam. Tapi tidak akan lama atau bisa melebihi dari 7jam untuk menunggu reaksi itu terjadi.

Cara dokter menegakkan diagnosis non ig E mediated hypersensitivity

  1. Riwayat penyakit (dalam keluarga)
  2. Gejala klinis
  3. Biopsi
  4. Eliminasi dan provokasi
  5. Confirm diagnosis 

Jadi sedikit jelas tahapannya ya, untuk provokasi eliminasi memang dianjurkan terlebih dahulu untuk mendeteksi anak yang alergi. Tidak langsung melakukan pengecekan dengan tes alergi.

Tatalaksana untuk anak yang alergi terhadap makanan

  1. Diagnosa harus benar
  2. Respon terhadap obat disaat anak terkena alergi
  3. Diet menghindari makanan pencetus alergi. Jangan sampai orang tua kesulitan memberikan makanan yang bisa membuat abak malnutrisi. Bisa dikonsultasikan ke ahli gizi untuk menetapkan alternatif makanan lainnya.
  4. Menghitung toleransi terhadap makanan, dan 
  5. Pemantauan

Catatan untuk orang tua dan pengasuh:

  1. Identifikasi alergen makanan penyebab
  2. Kenali alergen pada makanan: 
    • Komponen yang tersembunyi
    • Penjelasan di label makanan
    • Kontaminasi silang, berbagi alat masak. Ini sering terlupa ya. Kadang secara gak sengaja.
    • “Istilah industri”/natural flavor. Mungkin saja susu sapi.
  3. Anjurkan diet seimbang, konsultasikan ke ahli gizi.

Selanjutnya penjelasan dari ahli gizi dari morinaga. 

Tentang anak dan bayi yang alergi protein susu sapi untuk saat ini sangat banyak terjadi, karena protein susu sapi merupakan protein susu yang pertama kali dikenalkan pada bayi dan anak. Sedangkan kemampuan pencernaan dan fungsi enzim pada bayi belum bekerja secara optimal.

Tetap berprestasi meskipun memiliki anak yang alergi, itulah motto dari acara ini. Anak yang alergi meskipun kesulitan mengkonsumsi berbagai zat yang dibutuhkan tubuhnya tetap bisa terpenuhi kebutuhannya. Morinaga memberikan solusi pada orang tua yang sedang dalam kegalauan. Gimana nih? Anak saya tidak bisa mengkonsumsi susu sapi. Kira-kira kebutuhan gizi makro dan mikronya terpenuhi gak ya? Kebutuhan gizi makro anak mungkin bisa saja kita cukupi dari kebutuhan makanan dari bahan pangan lainnya yang tidak masalah jika dikonsumsi anak. Namun kebutuhan mikro pun perlu kita pikirkan makanan alternatif dan penunjangnya apa ya?

Morinaga Chil Kid Soya Moricare+ Prodiges adalah formula untuk anak usia 1-3 tahun yang:

  • Intoleransi terhadap laktosa.
  • Menderita galaktosemia.
  • Intoleransi terhadap protein susu sapi.

Susu ini merupakan kombinasi antara gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) yang dapat memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan Buah Hati Bunda.

Nah, ada acara keseruan apa aja sih di acara Morinaga Allergy Week 2019?

Banyak acara seru dan menarik. Salah satunya kakak qisha bisa mengikuti kegiatan make a pancake. Dance dan bernyanyi bersama. Serta mendengarkan story telling juga bersama kakak-kakak dari molomedalome. Yang jelas kakak happy dan excited banget mengikuti setiap acaranya.

Make a Pancake

Yang paling seru disaat kegiatan yang paling ditunggu-tunggu kakak adalah saat membuat pancake. Kegiatan yang paling sering kita lakukan bersama di dapur. Membuat pancake dengan gambar yang kakak inginkan. Mulai dari membuat gambar pancake, hingga memberikan toping. Dilakukan secara senang dan suka hati. Hingga sesi foto bersama pancake dan endingnya tetep ya. Memakan pancakenya hingga habis. 😅

Tidak ada halangan untuk anak yang alergi untuk bisa tetap berprestasi. Berikan makanan yang aman bagi anak, dan cukupi kebutuhan nutrisinya dengan makanan sehat bergizi seimbang. See you… sampai ketemu lagi di event lainnya…

Cek kesehatan dan berbelanja kebutuhan anak di KALCare

Oh iya, dari serangkaian acara diatas. Bunda dan kakak pun juga sambil menunggu giliran kategori adik-adiknya melakukan kegiatan, melakukan pengecekan kesehatan di meja kalcare bagian depan. Gratis.

Disitu kakak diukur berat badan dan tinggi badan dan dilihat kecukupannya berdasarkan tabel pertumbuhan dari who yang ada di buku saku kalcare. Alhamdulillahnya kakak masih kategori baik ya, sehat dan berkembang. 

Lalu bunda juga melakukan pengecekan kepadatan tulang serta gula darah sewaktu. Wah, kalo ini ternyta bunda sudah agak warning nih. Hehee. Berarti bundanya juga perlu memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisinya. Karena untuk mendampingi anak agar tumbuh sehat dan kuat, bundanya juga harus fit dan oke juga. Sama ahli nutrisi di kalcare menyarankan bunda untuk melakukan pengecekan lagi di 3 bulan ke depan. Karena udah warning menuju osteoporosis. Sama gula darah yang cukup rendah. Sehat selalu yaa..😘

@morinagaplatinum @kalcare #BekalPrestasi #AlergiTetapBerprestasi #KALCareBekasi

see you

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *