Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah acara yang membahas tentang alergi pada anak. Dalam acara ini ada sesi sharing bersama ahli alergi anak yaitu Dokter Nila Kusumasari, Sp.A yang praktek di RSUP Fatmawati dan Rumah Sakit Permata Cibubur.  Saya ingin mencoba sharing isi dari materinya ya. Semoga bisa bermanfaat bagi ibu-ibu yang galau dengan seputaran alergi anak.

Dr. Nila Kusumasari, Sp. A
slide lainnya ditampilkan di paling bawah ya

Persoalan alergi pada anak saat sekarang ini sudah sangat lazim sekali kita dengar, banyak sekali anak yang alergi. Alergi makanan salah satunya. Alergi makanan merupakan masalah kesehatan global yang paling banyak terjadi pada awal pertama kehidupan anak. Sekitar 6-8% insidens pada 3 tahun pertama usia anak itu mengalami alergi pada makanan. 

Alergi itu apa sih? Alergi itu sebenarnya respons tubuh yang abnormal terhadap pajanan bahan atau zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Reaksi abnormal itu disebut dengan hipersensitif, karena pada orang normal bahan makanan tersebut tidak masalah. 

Anak yang berisiko alergi pastinya anak yang punya riwayat penyakit ATOPIK dalam keluarga. Salah satu orang tua memiliki riwayat yang sama maka akan memungkinkan anak juga mengalaminya. 

Berdasarkan kartu deteksi dini alergi, menjelaskan bahwa jika salah satu orang tua memiliki riwayat alergi, maka 40-60% kemungkinan anak akan alergi. Kemungkinan alergi akan meningkat sekitar 60-80% jika kedua orang tua memberi manifestasi yang sama, kedua orang tua sama-sama alergi.

Persentase besarnya risiko tingkat alergi si kecil (sumber foto: google)
Kartu deteksi dini alergi (sumber foto: google)

Namun jika kedua orang tua tidak memiliki riwayat alergi, kemungkinan anak yang dilahirkan tetap bisa menjadi anak yang alergi sekitar 5-15%. Dan meningkat menjadi 25-30 % kemungkinan anak akan alergi jika memiliki saudara kandung yang sudah alergi. 

Tantangan bagi anak yang alergi adalah pada awal kehidupan anak kita sulit mendeteksi anak kita alergi apa aja ya?

Berdasarkan keluhan, kebanyakan alergi akan muncul segera setelah mengkonsumsi makanan, hanya hitungan menit-2 jam setelah memakan pangan yang membuat alergi. Tapi bisa jadi lebih dari 2 jam. Tapi tidak akan lama atau bisa melebihi dari 7jam untuk menunggu reaksi itu terjadi.

Cara dokter menegakkan diagnosis non ig-E mediated hypersensitivity

  1. Riwayat penyakit (dalam keluarga)
  2. Gejala klinis
  3. Biopsi
  4. Eliminasi dan provokasi
  5. Confirm diagnosis 

Jadi sedikit jelas tahapannya ya, untuk provokasi eliminasi memang dianjurkan terlebih dahulu untuk mendeteksi anak yang alergi. Tidak langsung melakukan pengecekan dengan tes alergi.

Cara dokter menegakkan diagnosis

Tatalaksana untuk anak yang alergi terhadap makanan

  1. Diagnosa harus benar
  2. Respon terhadap obat disaat anak terkena alergi
  3. Diet menghindari makanan pencetus alergi. Jangan sampai orang tua kesulitan memberikan makanan yang bisa membuat abak malnutrisi. Bisa dikonsultasikan ke ahli gizi untuk menetapkan alternatif makanan lainnya.
  4. Menghitung toleransi terhadap makanan, dan 
  5. Pemantauan

Catatan untuk orang tua dan pengasuh:

  1. Identifikasi alergen makanan penyebab
  2. Kenali alergen pada makanan: 
    • Komponen yang tersembunyi
    • Penjelasan di label makanan
    • Kontaminasi silang, berbagi alat masak. Ini sering terlupa ya. Kadang secara gak sengaja.
    • “Istilah industri”/natural flavor. Mungkin saja susu sapi.
  3. Anjurkan diet seimbang, konsultasikan ke ahli gizi.

Bisa tidak alergi anak sembuh? Kenapa ya, setelah alergi berkurang, jika sedang batuk pilek sedikit berbeda batuk yang dialami anak alergi?

Anak yang punya alergi makanan biasanya mengalami ruam merah pada kulit dan terasa gatal. Sering disebut dengan istilah eczema/ dermatitis atopik.

Jadi tahapannya kalo anak eczema atau Dermatitis Atopik karena pencetus makanan pada usia bayi ini, akan berkurang dan perlahan-lahan menghilang seiring bertambahnya usia anak. Kekebalan tubuhnya makin meningkat.

Sumber: google
Sumber foto: google

Menurut dokter Nila, tahapan anak yang mengalami alergi muncul ruam merah/eczema di usia bayi hingga 1/2tahun. Usia 2/3 tahun hingga usia 5tahun mulai muncul batuk asma. Dan usia 5tahun ke atas (usia SD) berlanjut menjadi rhinitis alergi.

Bahas satu persatu ya,

  1. Usia bayi-hingga 1 tahun

Si Ibu yang punya anak alergi akan berkutat dengan makanan anak di usia ini. Ibu akan sibuk memikirkan alergi anak apa dan bagaimana menghindari pencetusnya. Dikit-dikit muncul ruam merah. Salah makan dikit, ruam. 

Hingga makin bertambah usia, kekebalan tubuh makin meningkat. Menjelang usia paling lama 3 tahun, alergi/ruam merah sudah mulai berkurang atau hilang. Kalaupun ada paling cuma muncul ruam merah di daerah-daerah lipatan, seperti ketiak, kaki dan tangan. 

PR ibu di usia ini,

  • Mencari tahu makanan yang berpotensi alergi buat anak
  • Provokasi Eliminasi. Mencoba satu per satu jenis makanan yang kemungkinan dicurigai, dan menghindarinya jika sudah ketahuan menjadi penyebab alergi anak. 
  • Mencari tahu batas toleransinmakanan tersebut perlahan-lahan.

2. Di usia 3tahun-5/6 tahun (hingga menjelang usia sekolah),

Orang tua akan disibukkan dengan batuk asma anak. Gejala alergi makanan sudah mulai berkurang, tapi PR orang tua yaitu ke batuk sesak cenderung asma. Terkadang dokter menyebutnya batuk alergi.

Pencetusnya kebanyakan dari faktor luar. 

Pencetus nomor 1, ROKOK.

Trus debu dan polusi serta tungau dan kotoran di rumah, kayak kecoa, dsb.

PR Ibu di usia ini,

  • Bersih-bersih rumah, karpet, boneka dan selimut berbulu, dan lainnya yang berbulu dan menyerap debu. Semua buang/simpan rapi.
  • Hindari dari asap rokok dan asap kendaraan, semprotan obat nyamuk, dll.
  • Rajin bersih-bersih debu, sedot tungau (pantesan sekarang hits ya).

3. Di usia 5/6tahun ke atas (usia sekolah)

Nah, lanjut di usia sekolah 5/6 tahun. Kedua gejala di atas mulai menghilang atau makin berkurang. Lalu berlanjut ke rhinitis allergy (yang suka bersin2 kalo ada debu atau dingin pagi hari).

PR di usia ini,

  • Tetap harus bersih-bersih dan menghindari dari asap rokok debu dan lainnya.
  • Mengurangi makanan jajanan luar yang mengandung MSG serta coklat dan lainnya. Lebih mengutamakan makanan rumahan.

Jadi begitulah skema kluarga Atopic yang bisa jadi eksimnya akan bertahan hingga dewasa, tapi biasanya muncul lagi kalau daya tahan tubuhnya menurun.

Seperti bunda dan adik jaman kecil dulu kita berdua yang memiliki gejala alergi yang cukup besar. Suka gatel-gatel dan meruam kalo kita makan makanan pencetus pada saat daya tahan tubuh pun lagi gak oke.

Q n A

Kadang ketika saya makan gapapa, tapi kadang muncul, kenapa?

Karena kadang ada tingkat toleransinya. Makan dikit gapapa, tapi kalo banyak bisa muncul lagi. Apalagi kalo daya tahan tubuh pun lagi turun.

Udah berkurang alerginya, apalagi dari makanan. Tapi kalo kena udara luar atau debu suka muncul lagi. 

Jadi pencetusnya pun kadang gak cuma satu ya. Biasanya kerap double atau bahkan triple pencetus membuat dia muncul kembali.

Jadi ingat kata prof. Darmawan ahli asma. Asma itu gak akan muncul kalo gak diundang. Obatnya cuman 3. Yaitu, jauhi, jauhi dan jauhi pencetusnya. Obat pun gak perlu. Begitu juga dengan alergi. Sekian

Tapi kalo udah kepalang muncul gimana? 

Perlu ditangani pasti ya sama ahlinya. Perlu ditanya juga pengontrol nya apa. Dan perlu apa tidak punya action plannya.

(Yang butuh action plan buat penanganan anak asma ya, dari teman dari salah satu group)

https://www.aafa.org/asthma-treatment-action-plan/
“Salah satu contoh asthma action plan. Pasien dianggap ada di zona hijau. Ketika kondisi asma memburuk dlm masa controlling itu, dianggap pasien ada di zona kuning. Perhatikan di tiap zona ada kriteria dan cara penanganannya.”

Di sini ada contoh form/template asthma action plan anak dari NUH http://www.karrifamilyclinic.com.sg/2006/12/asthma-what-you-need-to-know-part-5.html?m=1

Hasil slide pas acara dengan dokter nila

Sekian. Semoga bermanfaat. Maaf atas segala kekurangan. Silakan berikan saran dan masukan

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *