Halo semuaa. THR nya udah pada turun belum? Apa masih belum kelihatan hilalnya? 😅

Di bulan ramadhan, salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para karyawan atau  pegawai manapun adalah THR alias tunjangan hari raya. Gak bisa dipungkiri untuk tunjangan hari raya ini sangat berarti bagi setiap orang. Apalagi yang sudah berkeluarga. Komposisi kemana uang THR akan dipergunakan sudah jelas mau kemana aja. Ya buat baju lebaran, buat mudik ke kampung halaman, hingga buat memenuhi kebutuhan hidup selama libur.

Nah, jika tidak dapat mengelola THR dengan baik. Kadang THR yang ada gak sebanding dengan banyaknya list pengeluaran yang kita inginkan. Alih-alih bisa punya tabungan atau investasi ke depan. Yang ada malah THR nya gak berasa udah habis aja. Dan keperluan rumah tangga lain pun ternyata masih belum cukup. Jadi gimana sih ya mensiasati penggunaan THR dan mengatur uang belanja secara bijak selama ramadhan?

Padahal jatah makan siang udah gak ada alias hilang loh, tapi kok masih aja berasa kurang ya. Harusnya nyisa 😅.

Bagaimana mensiasati pengeluaran selama ramadhan agar tidak membengkak, dan bisa mengatur THR secara optimal? 

Tips dari bunda 

  1. Mengatur kebutuhan makan untuk sahur dan berbuka. Tidak usah membuat makanan berlebihan. Karena sebenarnya kapasitas perut kita saat makan itu ya segitu-gitu aja. Cuma karena ngerasa lagi puasa, jadi deh lapar mata, ya kan?
  2. Membuat prioritas untuk berbuka di luar. Jika bukan hal yang terlalu penting atau urgen ya gapapa diminimalkan. Kecuali kalo memang ada undangan berbuka buat silaturrahim ya. Tapi gak ada salahnya juga kita buat skala prioritasnya. Jangan sampe setiap hari berbuka bersama di luar
  3. Keperluan membeli baju lebaran juga bisa diperhitungkan jika kita ngerasa masih punya baju lama yang masih bagus untuk digunakan. Sebelum membeli baju lebaran, tanyakan dulu pada diri kita sendiri, seberapa penting sih pake baju baru saat lebaran? Memang butuh kah atau hanya sekedar ingin? Karena kadang kita hanya lapar mata dan nafsu saja untuk memenuhi keinginan padahal gak butuh-butuh banget.

Nah, sekarang bunda mau share tips yang bunda dapatkan dari financial advisor yang diikuti komunitas @ibubelajar.id tahun lalu tentang pengelolaan THR dan pengelolaan pendapatan bulanan saat ramadhan (kebetulan bunda saat itu gak bisa ikut acaranya, karena berhalangan, jadi temen-temen dari komunitas yang share ilmunya. Semoga bermanfaat ya).

“Agar pendapatan selama bulan Ramadhan dapat lebih efisien, yaitu

1. Pastikan ada penghematan sebesar sepertiga dari budget makan. 

Di bulan lain, umumnya kita makan sebanyak 3x dalam sehari. Umpamanya sekali makan sebesar Rp. 20.000. Dalam sehari budget makan adalah Rp. 60.000. Nah saat bulan Ramadhan, kita harus memastikan bahwa sepertiga dari Rp. 60.000 tersebut dapat disimpan sebagai tabungan atau dana darurat. Jadi dalam sebulan kira-kira kita dapat menyimpan uang sebesar Rp. 600.000. Lumayaan banget.

2. Penggunaan uang THR tidak lebih dari 30% kebutuhan

THR itu merupakan uang yang dipergunakan untuk menutupi kekurangan income bulanan di bulan Ramadhan tsb. Penggunaan uang THR ini harus dengan efisien agar kita masih punya cadangan untuk bertahan hidup sampai menerima gaji di bulan berikutnya. 

3. Pastikan diri kita mampu untuk mengontrol pengeluaran. 

Ini nih perlunya kita membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Sebenernya kita ngga butuh-butuh amat pakaian baru di moment idul fitri, tapi karena saudara-saudara selalu menggunakan pakaian baru jadi kita juga ikut membeli pakaian baru.

Jadi mulai bulan Ramadhan tahun ini, kita bisa mulai untuk aware dalam mengatur anggaran yang efektif dan efisien, yang ngga kalah pentingnya biar berkah semuanya.”

Nah sekian ya share tipsnya. Semoga ada manfaat yang bisa diambil. Sekian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *