“Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. At-Taubah [9]: 103)

“Sedekah tidak akan mengurangi harta” (HR. Tirmizi).

Bahasan kali ini tentang zakat infak dan sedekah. Sebelumnya bagi aku pribadi bahasan tentang 3 hal ini harus memiliki ilmu yang mumpuni atau sumber yang jelas ya. Karena kalo salah-salah dan tidak ada ilmu dalam membahas ini, malah jadi menjerumuskan pada kesesatan. 

Sumber pic: google

Baiklah, kali ini pembahasannya lebih ke mengingatkan soal zakat infak dan sedekah aja sih. Terutama reminder bagi diri aku pribadi. Lebih ke curcolkah ini? Hehehe…

Dalam keseharian kadang kita ngerasa ada aja yang kurang. Kurang inilah itulah. Pengen beli ini dan itu gak mikir-mikir. Tapi kalo hendak mengeluarkan uang untuk berinfak dan sedekah rasanya kok berat. Mikirnya panjang. Kadang pun kita hanya merogoh kocek seminim mungkin untuk mengeluarkan uang untuk infak dan sedekah. Sedang untuk membeli baju dan sepatu kita bela-belain pake nominal yang besar.

Tapi memang begitu ujiannya sih. Untuk melakukan sesuatu yang baik dan berpahala besar, godaannya adaaa aja. Setannya lebih kuat. 

Nah sebelumnya, aku pengen bedain dulu soal sedekah, infak dan zakat. Biar persepsi kita sama ya.

Antara ketiga ini punya perbedaan. Jangan pikir karena kita udah ngeluarin uang buat sedekah. Zakatny gak dibayar lagi. 

Zakat itu ngambil harta tertentu, untuk keperluan tertentu, ke golongan tertentu. Ini bahasa yang saya permudah biar mengerti diambil dari kitab al hawi

Sedangkan, infak itu mengeluarkan uang untuk keperluan keluarga, pribadi atau lainnya.

Nah, sedekah itu mengeluarkan uang di jalan Allah. 

Kalo zakat itu jumlahny sudah ditentukan. Sedangkan sedekah jumlahnya tidak dientukan dan bisa dalam bentuk tenaga bahkan hanya sekedar senyuman.

Jadi kalo senyum-senyum buat ngerayu orang. Itu di jalan Allah gak kira-kira ya? Kalo tidak berarti bukan sedekah. Hehee

Untuk selanjutnya kita gak bakalan membahas secara panjang lebar tentang hukum dan sebagainya ya.

Tapi cuma sedikit cerita. 

Tentang zakat. Zakat yang kita keluarkan misalkan zakat harta itu sebenarnya buat mensucikan harta kita sendiri ya. Jadi setiap harta yang kita miliki ada hak orang lain yang patut kita keluarkan. 

Keajaiban sedekah

Dulu sebelum punya anak. Sempat ngerasain banget manfaat tentang sedekah ini. Meskipun ada juga yang bilang, jangan tukarkan sedekahmu dengan berharap imbalan dari Allah. Ikhlas saja lillahita’ala.

Tapi dulu ceritanya aku yang bener-bener gak punya apa-apa. Dan penghasilan kita per-bulannya pun pas-pasan. Sangat ingin sekali punya anak. Dua tahun pasca keguguran membuat kita bener-bener ngerasa ingin sekali mensedekahkan semua uang yang aku punya. Waktu itu masih punya gaji hasil ngeprivat dan ngajar bimbel. Semua uang gaji hasil ngajar di bimbel, Aku niatin buat disedekahin ke anak yatim. Gak tau kenapa pengen aja rasanya bisa memberikan uang hasil keringat sendiri untuk anak-anak yang gak punya orang tua, sedang aku gak punya anak. 

Dan MasyaAllah tanpa di duga bulan depannya Allah berikan rahmat dan nikmatNya, aku diberi kepercayaan jadi seorang ibu. Sujud syukur rasanya gak pernah mengira. Aku ngerasa udah di titik pasrahin semuanya sama Allah. Dan lagi terapi ngobatin infeksi pada mulut rahimku yang ternyata ada komplikasi pasca di kuret 2tahun sebelumnya. Jadi lebih berpikir untuk hidup sehat dan berobat aja. 

Dari situlah aku bener-bener yakin bahwa sedekah itu gak sama sekali mengurangi harta kekayaan kita. Malah Allah akan kasih rejeki lebih untuk kita. Cerita ini bukan bermaksud apa-apa hanya ingin sekedar berbagi hikmah ya.

Bahwa apapun yang kita keluarkan dari kocek kita, sesedikit apapun pasti akan ada nilainya dimata Allah.

Semoga kedepan aku dan juga yang baca blog ku ini diberikan keistiqomahan selalu dalam berzakat, infak dan sedekah. Senantiasa diberikan rezeki yang halal dan berkah. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *