Momen terbaik saat ramadhan kali ini sebenernya sih banyak. Banyakk banget. Tapi yang paling terbaik dari yang terbaik adalah mudik menggunakan kendaraan pribadi alias jalur darat.

Lewat jalur darat lintas antar sumatera. Pertama kalinya melakukan perjalanan darat dengan waktu tempuh 2hari 2malam bersama anak-anak. Awalnya sedikit ragu, tapi makin mendekati hari-h rasanya makin gak sabar untuk melakukannya.

Perjalanan panjang yang kita lakukan ini baklan menjadi momen yang pasti akan diingat sepanjang masa. Gak bakalan terlupakan seumur hidup. Alasannya kenapa? Yuk simak ceritanya.😊

Berjalan melewati lintas tengah sumatera. Mulai dari awal menyebrang di pelabuhan merak hingga melewati tol baru di provinsi lampung dan melewati wilayah-wilayah yang menakutkan alias rawan di sekitaran sumatera selatan. Momen ini menjadi pembelajaran banget bagi aku dan suami untuk bisa menjadi satu team yang baik dan bekerja sama dalam mengurus anak di perjalanan yang cukup panjang. Lebih kurang waktu tempuh 48 jam alias 2 hari.

Momen mandiin anak di toilet rest area. Makan dan menyuapkan anak makan di jalan. Sambil suami mengendarai mobil, aku bertugas memenuhi kebutuhan anak-anak. Termasuk menyuapkan sang sopir makan disaat kita mulai antri masuk pelabuhan di saat berbuka puasa. Kalo antri masuk pelabuhan sudah pasti akan berjalan perlahan-lahan tapi pasti, sedang bedug berbuka tengah berkumandang. Berbekal makanan dan minuman yang kita bawa dari rumah. Pak suami yang hanya puasa sendirian mesti disuapin makanan.

Naik kapal malam hari sekitar setelah isya. Perut telah terisi. Anak-anakpun sudah cukup kenyang. Lalu kita mencoba menelusuri ruangan demi ruangan di dalam kapal penyebrangan merak-bakauheni. Kita menemukan ruangan ekonomi dan eksekutif yang dua-duanya sama memiliki fasilitas yang oke. Sama-sama ruangan ber-AC dan nyaman buat kami istirahat bersama anak-anak. Kupikir kapal ferry yang kami naiki ini cukup bagus dan bersih.

Lalu karena ruangan ekonomi cukup ramai dan penuh dengan orang-orang. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke ruang eksekutif yang jauh lebih nyaman. Hanya dengan merogoh kocek 10ribu per orang dewasa dan 5ribu anak-anak. Kami pun akhirnya beristirahat selama lebih kurang 2,5 jam perjalanan.  

Momen yang bakalan tetap kita ingat karena momen yang sangat jarang kami lakukan. Ditambah kami melakukan perjalanan ini dengan kedua bocah cilik nan lucu yang gak pernah ada habisnya untuk bertanya.

Momen terbaik lainnya. Disaat bisa lebih banyak berbuat baik kepada sesama. Meski bagi sebagian orang menganggap bahwa jika ingin berbuat baik, jangan pernah mengharapkan balasannya. Itu namanya hak ikhlas. Berlaku baiklah kepada sesama tanpa mengharapkan imbalan dan balas jasa. Semoga dalam momen ramadhan dan lebaran ini. Bisa membuat kita terus merenung dalam banyak hal. Berbuat baik kepada sesama secara ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu dibelakangnya. Cukuplah Allah yang menjadi penentu balasan dari amal kebaikan yang telah kita perbuat. Apakah akan tercata sebagai amal baik, ataupun berupa hal yang lainnya.

2 Comments

  1. Memang butuh perjuangan ya mbak kalau perjalanan Lama bawa anak.

    Tahun lalu, kakak yang di Jambi coba mudik bawa mobil, jalannya Santai karena nyetir sendiri. 5 hari baru sampai madiun. Habis itu kapok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *