Do’a dan harapan di bulan Ramadhan kali ini adalah, bisa merasakan kembali ibadah ramadhan di tahun berikutnya. Bisa lebih maksimal dan tidak menjadi makhluk yang merugi.

Untuk itu, pengen sedikit berbagi tentang apa yang perlu kita evaluasi ketika ramadhan akan berakhir. Agar tidak terulang dan lebih baik lagi dari tahun ke tahun. Ketika di bulan ramadhan pintu neraka ditutup dan pintu syurga dibuka lebar-lebar. Namun banyak orang gagal mendapatkan kemuliaannya. Di bawah ini cara-cara menghindarkan diri dari gagal dalam Ramadhan:

1. Kurang melakukan persiapan di bulan Syaban.

Misalnya, tidak tumbuh keinginan melatih bangun malam dengan shalat

tahajjud. Begitupun tidak melakukan puasa sunnah Syaban, sebagaimana

telah disunnahkan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam. Dalam

hadits Bukhari dan Muslim, dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata,“Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di

bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa

selain di bulan Syaban.”

2. Gampang mengulur shalat fardhu.

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang

menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak

mereka akan menemui kesesatan kecuali orang-orang yang bertaubat dan

beramal shalih.” (Maryam: 59)

Menurut Said bin Musayyab, yang dimaksud dengan tarkush-shalat

(meninggalkan shalat) ialah tidak segera mendirikan shalat tepat pada

waktunya. Misalnya menjalankan shalat zhuhur menjelang waktu ashar,

ashar menjelang maghrib, shalat maghrib menjelang isya, shalat isya

menjelang waktu subuh serta tidak segera shalat subuh hingga terbit

matahari. Orang yang bershiyam Ramadhan sangat disiplin menjaga waktu

shalat, karena nilainya setara dengan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.

3. Malas menjalankan ibadah-ibadah sunnah.

Termasuk di dalamnya menjalankan ibadah shalatul-lail. Mendekatkan

diri kepada Allah dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah merupakan

ciri orang yang shalih.

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang bersegera dalam

mengerjakan perbuatan-perbuatan baik dan mereka berdoa kepada Kami

dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu

kepada Kami.” (Al-Anbiya:90)

“Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah

sunnah, sampai Aku mencintainya.” (Hadits Qudsi)

4. Kikir dan rakus pada harta benda.

Takut rugi jika mengeluarkan banyak infaq dan shadaqah adalah

tandanya. Salah satu sasaran utama shiyam agar manusia mampu

mengendalikan sifat rakus pada makan minum maupun pada harta benda,

karena ia termasuk sifat kehewanan (Bahimiyah). Cinta dunia serta

gelimang kemewahan hidup sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup sesungguhnya. Mendekat kepada Allah Subhaanahu wa taala, akan menguatkan sifat utama kemanusiaan (Insaniyah).

5. Malas membaca Al-Quran.

Ramadhan juga disebut Syahrul Quran, bulan yang di dalamnya

diturunkan Al-Quran. Orang-orang shalih di masa lalu menghabiskan

waktunya baik siang maupun malam Ramadhan untuk membaca Al-Quran.

“Ibadah ummatku yang paling utama adalah pembacaan Al-Quran.” (HR

Baihaqi)Ramadhan adalah saat yang tepat untuk menimba dan menggali sebanyak mungkin kemuliaan Al-Quran sebagai petunjuk hidup. Kebiasaan baik ini harus nampak berlanjut setelah Ramadhan pergi, sebagai tanda keberhasilan latihan di bulan suci.

6. Mudah mengumbar amarah.

Ramadhan adalah bulan kekuatan. Nabi Saw bersabda: “Orang kuat

bukanlah orang yang selalu menang ketika berkelahi. Tapi orang yang

kuat adalah orang yang bisa menguasai diri ketika marah.”

Dalam hadits lain beliau bersabda: “Puasa itu perisai diri, apabila

salah seorang dari kamu berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan

jangan membodohkan diri. Jika ada seseorang memerangimu atau

mengumpatmu, maka katakanlah sesesungguhnya saya sedang berpuasa.”(HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

7. Gemar bicara sia-sia dan dusta.

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta perbuatan Az-Zur, makaAllah tidak membutuhkan perbuatan orang yang tidak bersopan santun,maka tiada hajat bagi Allah padahal dia meninggalkan makan dan

minumnya.” (HR Bukhari dari Abu Hurairah)

Kesempatan Ramadhan adalah peluang bagi kita untuk mengatur dan

melatih lidah supaya senantiasa berkata yang baik-baik. Umar ibn

Khattab Ra berkata: “Puasa ini bukanlah hanya menahan diri dari makan

dan minum saja, akan tetapi juga dari dusta, dari perbuatan yang salah

dan tutur kata yang sia-sia.”(Al Muhalla VI: 178) Ciri orang gagal

memetik buah Ramadhan kerap berkata di belakang hatinya.

Kalimat-kalimatnya tidak ditimbang secara masak: “Bicara dulu baru

berpikir, bukan sebaliknya, berpikir dulu, disaring, baru diucapkan.”

8. Memutuskan tali silaturrahim.

Ketika menyambut datangnya Ramadhan Rasulullah Saw bersabda:

“Barangsiapa menyambung tali persaudaraan (silaturrahim) di bulan

ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya. Barang siapa

memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya” Puasa mendidik pribadi-pribadi untuk menumbuhkan jiwa kasih sayang dan tali cinta.

Pelaku shiyam jiwanya dibersihkan dari kekerasan hati dan kesombongan,

diganti dengan perangai yang lembut, halus dan tawadhu. Apabila ada

atau tidak adanya Ramadhan tidak memperkuat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan, itu tanda kegagalan.

9. Menyia-nyiakan waktu.

Al-Quran mendokumentasikan dialog Allah Swt dengan orang-orang yang

menghabiskan waktu mereka untuk bermain-main.

Allah bertanya: ” Berapa tahunkan lamanya kamu tinggal di bumi?”

Mereka menjawab: “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. maka

tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.”

Allah berfirman: “Kamu tidak tingal di bumi melainkan sebentar saja,

kalau kamu sesungguhnya mengetahui. “Maka apakah kamu mengira

sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenarnya; tidak Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy yang mulia.”(Al-Mu’minun: 112-116)

from : Group Surau Awak Dormitory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *