Menyambut datangnya lebaran 1 syawal 1440H setiap rumah di sekitar rumah orang tua pasti pada sibuk bikin kue lebaran. Sebagian lagi bersih-bersih rumah, bergotong royong membersihkan rumah dari A sampai Z. Mulai dari ngecat rumah, hingga membersihkan rerumputan di sekitarnya. Membersihkan debu-debu dan sarang laba-laba di langit-lngit rumah yang biasanya lumayan jarang dilakukan oleh penduduk di sekitar sini.

H-1 lebaran di setiap rumah sudah siap di masing-masing ruang tamunya toples-toples dan keramik cantik yang di dalamnya tersedia berbagai macam kukis lebaran. Di bagian lainnya terdapat berbagai jenis minuman milai dari air mineral hingga air bersoda. Tertata rapi seolah siap menyambut tamu siapapun yang akan datang berlebaran ke rumah. Di dapur pun para ibu-ibu dan anak gadisnya sibuk mempersiapkan makanan yang akan disantap keesokan harinya setelah sholat iedul fitri. Satu persatu keluarga dari jauh mulai berdatangan. Sungguh suasana yang tidak pernah ada di hari biasa. Ditambah dengan kumandang takbir dari segala penjuru mesjid dan mushola. Rombongan konvoi para remaja-remaja yang hendak takbiran pun ikut memeriahkan suasana dalam menyambut hari lebaran.

Apa saja sih kegiatan di keluarga ranah minang dalam menyambut lebaran?

  1. Membuat rendang

Menu wajib setiap rumah yaitu memasak rendang. Rendang yang umum di masak yaitu rendag daging. Makanan yang pasti tersedia disaat lebaran. Makanan yang sangat tahan lama dengan rasa yang khas membuat si tuan rumah tidak perlu masak berkali-kali untuk menyambut tamu yang disuguhi makanan.

2. Membuat kue lebaran

Tradisi berikutnya membuat kue lebaran. Biasa dilakukan para ibu-ibu dan anak gadis di ranah minang. Ingat saat masih duduk di bangku sekolah dulu. 10 hari atau seminggu menjelang lebaran, mama mulai mengerahkan 3 tenaga anak gadisnya dalam membuat kue lebaran. Dari sehabis sahur kita gak dibolehin lagi tidur. Tapi membuat kue dengan aroma yang sangat wangi dan menggoda bagi kita yang berpuasa saat itu. Hehe

3. Membersihkan seluruh penjuru rumah

Seperti cerita di atas. Membersihkan rumah merupakan salah satu tradisi dalam menyambut hari lebaran.

4. Menyiapkan pakaian yang rapi dan bersih

Terakhir, dalam menyambut lebaran. Kita mempersiapkan pakaian yang akan digunakan keesokan harinya. Untuk sholat ied. Gak mesti pakaian yang baru. Meski hampir semua makhluk di penjuru kota kecilku akan menyiapkan baju baru sebagai salah satu tradisi dalam menyambut lebaran. Jadi hukan cuma bersih dan rapi. Pakaian minimal baru itu kayaknya sedikit penting di jaman ku dulu.

Itulah beberapa tradisi kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat sekitar tempat ku mudik. Yaitu kota tempat kedua orang tuaku berada. Yang kita menempuh waktu 2hari 2 malam untuk bisa sampai kesana. Bagaimana dengan tradisi di kotamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *