Tahun ini perdana mudik melalui jalur darat. Efek dari mahalnya harga tiket pesawat baik maskapai pemerintah ataupun swasta membuat para peratauan mudik lewat jalur darat atau memutuskan sama sekali untuk gak mudik. Saat melihat harga tiket-tiket pesawat saya sempat kaget pada saat suami memberitahukan kalau harga tiket PP kami berempat sekitar 16 juta rupiah. Harga yang cukup mahal bagi kami untuk pulang, sedangkan bulan depan kami punya agenda untuk kembali mudik.

Keputusan mudik lewat jalur darat akhirnya menjadi pilihan. Sebenarnya mudik pake kendaraan pribadi ini sudah dari setahun lalu kami agendakan. Tapi suami yang terbiasa ganti planning dadakan, gagal dan akhirnya kita bertiga disuruh naik pesawat duluan pulang. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Makanya untuk tahun ini saya tidak mau terlalu excited dan berharap. Takut kecewa soalnya. Hahah. Biar gak kepanjangan intermezo, kita cuss langsung ke intinya saja ya. Tulisan ini saya dedikasikan bagi teman-teman yang banyak menanyakan gimana perjalanan mudik kita. Barangkali bisa bermanfaat bagi yang merencanakan mudik sekaligus liburan lewat jalur darat di tahun mendatang.

Berikut saya rangkum berbagai macam hal tentang mudik roadtrip lebaran tahun 2019.

Tentukan Planning dan Jalur berangkat Mudik

Ini sebenarnya tugas suami dalam menentukan planning dan jalur keberangkatan. Kita berbagi tugas secara otomatis menentukan persiapan mudik kali ini. Pertama jalur mudik yang kita gunakan jalur lalu lintas tengah. Awalnya kami berencana berangkat rabu malam sepulang suami dari kantor. Tapi planning langsung berubah saat tahu banyak yang akan mudik rabu malam. Jadilah kita langsung berangkat duluan di pukul 3 sore waktu rumah bekasi. Suami mengabari dari kantor untuk bersiap-siap karena akan sampai di rumah sekitar pukul setengah 3 (lagi-lagi dadakan, tapi bunda udah preparee dong. Karena tahu bakalan ada rencana dadakan).

Lebih kurang ini jalur mudik sumatera

Berangkat lewat tol Jorr masuk pintu tol jatiwarna kita meluncur ke arah pelabuhan merak. Waktu tempuh harusnya paling lama 3 udah plus macet. Kita mendapatkan macet di beberapa titik karena hampir bersamaan dengan jam pulang kerja, waktu yang banyak digunakan para pekerja untuk berbuka bareng. Jadi di pukul 4 sore kita sedikit merayap di tol dekat taman mini dan cuss lancar sampai ke rest area menjelang pelabuhan. Disitu anak-anak mandi dan Adha sholat ashar. Memakan waktu gak lebih dari 30 menit (kesalahan pertama, anak-anak lupa mandi sebelum berangkat karena dadakan dan baru mandi juga mikirnya. Sedangkan kita berdua sempat mandi di rumah sebelumnya. Berasa lebih segar. Jadilah anak-anak pun kita mandikan biar enak tidur di kapal hingga lanjut perjalanan).

Persiapan Mudik

Untuk mudik kita udah prepare dari mulai makanan. Makanan mulai dari nasi dan lauk pauk saya siapkan untuk minimal sehari perjalanan. Dan lauk pauk serta cemilan anak-anak. Begitu juga minuman, susu, roti dan segala macam selama perjalanan biar gak bingung nyari makan dan gak perlu berhenti di supermarket di pinggir jalan. Karena kita berencana berhenti dan menginap di kota lubuk linggau. Kami pun menyiapkan magiccom kecil plus beras sekali masak serta pemanggang roti buat persiapan makan.

Berikut persiapan-persiapan yang menurut saya penting disiapkan:

  1. Mainan anak-anak (satu box kecil, minta mereka yang pilih mainan mana saja yang ingin dibawa). Buat main selama di jalan.
  2. Alas buat anak-anak tidur biar nyaman (saya bawa 2 bedcover anak-anak biar empuk dan satu alas stroller yang empuknya kayak bed anak). Selimut, kaos kaki, hingga jaket dan jilbab buat jaga-jaga kalo malam hari dingin.
  3. Pisahkan barang yang sering diambil dan kelompokkan biar gak bingung
  4. Pakaian kita berempat selama 10 hari mudik saya simpan di satu koper besar dan itu gak akan kita buka-buka sampe tujuan. Jadi saya menyiapkan satu tas buat perlengkapan anak yang bakalan sering diambil seperti pakaian, sabun dan kosmetik anak. Dan satu tas lagi buat saya dan suami jika hendak mandi dan berganti baju. Jadi yang kita bawa turun pada saat nyampe di hotel ya 2 tas itu tadi.
  5. P3K anak-anak jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
  6. Segala macam casan
  7. Makanan dan minuman
  8. Diaper, tissue basah dan segala macamnya
Lebih banyak printilannya. Pas Pulang kita siasati lebih oke lagi packingannya. Gak banyak tapi tetep mudah dijangkau saat di kendaraan

Briefing Mudik dengan anak-anak

Seminggu sebelum keberangkatan kami sudah sounding dan briefing dengan anak-anak. Kami memberitahukan bahwa kita akan mudik dengan perjalanan yang cukup lama. Naik mobil, terus naik kapal dan naik mobil lagi hingga sampai di rumah nenek dan oma. Jadi kita ceritakan berikut keseruannya. Ternyata mereka sangat excited mendengarkan. Bersyukurnya selama perjalanan mereka gak ada yang mengeluh satupun. Kakak hanya nyeletuk. Jauhhh ya ma. Nanti habis naik Kapal kita naik mobil lagi ya? Ma, udah malam lagi, ma udah pagi. Begitu seterusnya ketika kakak ingin tidur dan bangun pagi. Kerennya mereka tetap tidur dan bangun di jam yang sama.

Hal-hal yang penting disiapkan sebelum mudik bersama anak-anak

Siapkan Mental. Kedua orang tua harus saling mendukung. Saling berkomunikasi, Saling berbagi tugas, saling mengerti dan memahami. Di saat harus menekan ego nganterin anak satu pipis. Anak yang lain pun ingin ikutan, Ayahpun harus sigap mengatasi anak yang menangis di mobil yang ingin ikutan tadi. Heheheh.

Yakinkan semua dalam kondisi sehat. Terutama anak-anak. Tak terkecuali orang tua, semuanya harus dalam kondisi sehat agar selama perjalanan bisa berjalan aman dan lancar.

Pentingnya menjaga makan dan minum dengan baik. Hal ini penting agar keseimbangan dalam tubuh tidak terganggu. Jika dalam kondisi berpuasa. Tetap melaksanakan sahur dan berbuka tepat waktu.

Istirahat yang cukup. Jangan memaksakan perjalanan jika mengantuk. Jika melewati daerah rawan perkirakan di waktu siang hari.

Siapkan kondisi kendaraan yang sehat. Ini juga amat sangat penting karena kondisi kendaraan yang sehat membuat kita aman selama di perjalanan. Jangan lupa membawa perlengkapan jika terjadi apa-apa pada mobil, yang diperlukan selama di jalan. Jangan lupa pintu anak-anak disetting “chlid-lock”

Estimasi biaya

Biaya Selama perjalanan menurut kami dibandingkan dengan naik pesawat relatif murah ya gaes. Lebih kurang kami menyiapkan dana sebesar 7 juta saja, dan itu cukup untuk 10 hari selama di jalan sudah include semuanya.

  1. Mulai dari bensin PP sekitar 3 juta (kami isi pertamax, beberapa kali pertalite karena tidak tersedia pertamax). Oiya, kunci kemanan selama di jalan adalah, selalu mengisi bensin setiap jarum menunjukkan di garis tengah. Jadi meskipun bensin masih banyak sisa setengah, itu udah harus diisi kembali. Buat berjaga-jaga susah menemukan pom bensin/habis di lokasi berikutnya.
  2. E-money buat bayar toll PP sekitar 1 juta
  3. Untuk tiket kapal PP sekitar 700ribu, kita bulatkan 1 juta aja ditambah sama lain-lainnya ya.
  4. Buat hotel penginapan PP sekitar 800ribu
  5. Makanan di jalan dan lain-lain jadi anggaplah total sekitar 7 juta. Gimana? Jauh lebih hemat ya. Selama bertahun-tahun kami menghabiskan uang selalu dua digit buat mudik lebaran. Dan baru kali ini kami bisa Menekan biaya perjalanan sampai semurah ini.

Makanya suami sempat nyeletuk, Dari semua mudik, dia ngerasa mudik kali ini paling berkesan dan menenangan hati. Haha. Selain gak pusing berlama-ama di kampung halaman. Lama-lama dengan kemacetan kampung. Karena biasanya kalo kelamaan di kampung kita suka bingung mau ngapain lagi. Mau jalan-jalan keluar juga macet. Paling gak ya hunting makanan doang trus pas pulang pusing membersihkan pencernaan dari makanan-makanan lebaran. Wkwk.  Yang penting urgensinya kita mudik sudah terlaksanakan, yaitu berkumpul bersama keluarga dan bertemu dengan kedua (keempat) orang tua kita yang masih sehat wal’afiat insyaallah. Momen itu yang gak bakalan bisa tergantikan meski kita ajak sekalipun orang tua lebaran di pulau jawa. Tetap rasanya akan berbeda dengan lebaran di kampung halaman.

Tempat Makan Selama di Jalan

Selain membawa persiapan makanan kami juga membeli makanan di beberapa temapt saat menginap. Yang paling penting makanan utama dan penggantinya seperti roti tetap tersedia di mobil. Pada saat berhenti di lubuk linggau kita sempat makan di Rumah makan Pagi Sore saat berbuka. Selain nasi yang sudah habis. Kita ingin sedikit berekreasi dengan rasa makanan sekitar. Suami sempat jajan di café depan hotel, Kafe Koffie yang rasanya lumayan enak dan merilekskan diri saat itu. Menuju perbatasan sumatera barat kami kembali berhentian di tempat pemberhentian makan paling hits di jamannya. Dan siapapun perantauan dari Sumatera Barat yang pernah naik kendaraan umum pada tahun 90-an. Pasti tahu dengan tempat makan Mega Mendung Gunung Medan, Kalo sekarang tepatnya berada di kota dharmasraya. Kami membeli soto untuk makanan anak-anak yang 2 hari kurang dari makanan berkuah.

Saat balik ke jakarta kita sempat makan di tempat makan depan hotel. Yang menjual beberapa jenis makanan seperti pecel lele, fish n chip dan sebagainya. Tapi makanannya kurang begitu cocok di lidah kami.

Review Tempat Menginap

Jika mencari di salah satu agen perjalanan. Hotel atau tempat menginap di kota lubuk linggau relatif banyak ya. Mulai dari hotel berbintang hingga yang standar pun ada. Hotel termahal kalo gak salah namanya hotel dafam, kisaran harga 800an permalam. Sedang tempat kami menginap namanya hotel dewinda estimasi biaya sekitar 300-500an sesuai dengan jenis kamar. Kami selama pulang dan pergi menginap di kamar fasilitas deluxe. Plus breakfast alias sahur pas berangkat. Wifi dan bed size king. Bagi kami fasilitas ini cukup nyaman dan lengkap. Karena hanya tempat persinggahan sementara menanti sang surya menampakkan diri di ufuk bumi. Jadi kami bisa melanjutkan perjalanan ke tujuan. Bisa menghindari beberapa titik rawan saat malam hari.

Q n A

Jadi berapa hari perjalanan Padang-Jakarta pas udah ada tolnya mam?

Kalo gak nginep dan macet sih normalnya kemaren sekitar 30-32jam. Lebih cepat sekitar 5-8jam dari biasanya kalo gak lewat tol. Kecepatan bawa mobil sedang. Gak ngebut n gak terlalu lama. Catatannya kami dari bekasi-payakumbuh ya. Bekasi itu sebelum jakarta. Sedang payakumbuh itu sebelum padang. Payakumbuh letaknya hampir diperbatasan SUMBAR dan Pekanbaru RIAU.

Jarak Padang Jakarta kalo liat GPS 28 jam. Bener gak cuman 28 jam sekarang karena ada tol?

Itu belum termasuk berhenti-berhenti di jalan. Antri naik kapal, pas proses naik turun kan butuh waktu. Macet di titik tertentu. Dan kecepatan yang berbeda-beda. Kadang cepet kadang lama. Bisa jadi bener 28jam jika tidak berhenti-berhenti di jalan dan gak ada kemacetan.

Kemaren ke Padangnya cuma sekeluarga satu mobil ajakah apa rombongan?

Cuma semobil. Satu keluarga

Pas malam kalo berhenti nginep di hotel apa jalan terus say?

Malam pertama nginep di kapal. Malam kedua nginep di hotel lubuk linggau. Karena kita cuma satu supir. Kalo ada supir bergantian dan ada rombongan konvoy mungkin bisa lanjut terus jalan dan bisa lebih cepat ya.

Habis turun kapal. Lanjut jalan dini hari sampai pagi, maghribnya nyampe lubuk linggau karena kita sempet kesasar sama GOOGLE MAP. Diputerin jalannya tengah malam ke arah antah barantah sumatera selatan. Harusnya kita lewat bukit kemuning, tapi ini engga. Yang bikin kita yakin malam itu gak nyasar karena ada serombongan juga yang nyasar tiga mobil bareng kita. Pokonya malam itu menegangkan. Nyampe di titik way kanan yang harusnya bisa tengah malam itu dan sampai lubuk linggau kita harusnya siang. (Padahal suami udah feeling nyasar karena keluar jalan lintas tengah sumatera). Kesasar itu jadinya membuat kita nyampe jam berbuka puasa di lubuk linggau. Langsung nyari hotel buat nginep karena maknya mulai kliyengan gak tidur sehari semalam (hahah, padahal lo mah tidur kata adha🤣). Adha awalnya mau lanjut. Tapi akhirnya setelah diskusi sengit dalam hati Adha ambil keputusan nginep. Alhamdulillah😅🙈.

Hotelnya on the spot atau nyari via aplikasi? Udah dibeli/ diplanning dari awal pas di bekasi?

Sebelumnya kita udah searching juga sih, karena memang perkiraan bakalan nyampe menjelang malam di lubuk linggau. Kalau nyampenya siang, kita bakalan lanjut terus jalan. Karena setelah lubuk linggau ada titik rawan yang mesti kita hindarin. Oiya, titik rawan yang kita tahu itu ada beberapa, yaitu: muara rupit, lahat, muara enim, dan bukit kemuning. yang semuanya kalo kita berhati-hati dan gak jalan malam hari insyaAllah aman aja. Minta perlindungan selalu padaNya. dan tetap waspada, itu aja kuncinya. Berserah sama yang di atas.

Jadi hotelnya kita udah planning dari awal, tapi untuk pemesanan on the spot via aplikasi online. Beli langsung ke hotelnya kemaren sempet lihat jauh beda harga. Pastinya lebih mahalll!

Review Hotel Lubuk Linggau

Jalan dari rumah jam berapa? Terus sampai bakauheni jam berapa?

Jadi kalau ditulis kronologis perjalanannya,

Jalan dari rumah pukul 3 sore

Sampai di pintu keluar tol menjelang pelabuhan pas berbuka sekitar pukul 6 lewat Ngantri di pintu keluar tol sampai ngantri masuk kapal sekitar pukul 7. Kapal jalan pukul setengah 8 lebih kurang, pas habis adzan isya. Nyampe pukul 09.30-an malam dan keluar pelabuhan Langsung masuk tol lampung sampai pintu tol sebelum terbanggi besar. Pukul 12an tengah malam keluar tol (masih dapat diskon tol) dan lanjut perjalanan biasa jalur lintas tengah sumatera.

Dari kotabumi kita sempat dibikin nyasar sama google map. Harusnya terus melaju di jalur lintas tengah sumatera tapi kita malah melipir ke jalan yang salah. Makin jauh dan keluar di kota waykanan saat adzan subuh. Harusnya kita udah di muara enim jam segitu. Kebuang waktu sekitar 3-5jam.

Lanjut dari waykanan pagi itu kita terus menuju perbatasan. Habis sholat subuh dan mencari tempat bersih-bersih, suapin anak makan jam 8 nya. Kita lanjut menuju perbatasan sekitar pukul 9.

Masuk pagi itu ke sumatera selatan, terus menuju tanjung enim-muara enim-lahat-tebing tinggi dan sampailah di kota lubuk linggau pada saat berbuka atau sorenya. Kita nyari penginapan dan istirahat malamnya hingga pukul 6 pagi kita kembali berangkat setelah sahur dan mandi pagi. Lanjut jalan menuju muara rupit dan sorolangun. Lanjut bangko dan muaro bungo lalu siangnya berhenti di dharmasraya untuk sholat jum’at (ini udah sampai sumatera barat ya).

Dari dharmasraya hingga sampai ke kota yang kita tuju sekitar 5 jam. Melewati sijunjung, lintau dan akhirnya sampai di payakumbuh tepat pada waktu berbuka puasa. Jumat maghrib.

Jadi silakan totalkan berapa lama perjalanan kita. Berangkat rabu sore, sampainya jumat malam. Dengan menginap semalam di lubuk linggau. Alhamdulillah selamat sampai tujuan, dan yang pasti seruuuu. Rasanya nano-nano. Happy, tegang, sedih, takut. Campur-vanpur jadi satu.

Pas balik, belajar dari pengalaman berangkat. Jauh lebih terplanning dari sebelumnya. Hanya saja kita mau gak mau berhadapan dengan jadwal pemberangkatan di pelabuhan yang sangat padat. Ngantri kapal butuh waktu berjam-jam. Udah kayak dipengungsian tapi banyak pengalaman tak terlupakan. Sekian ya. Panjanggg kalo gak dihentikan ceritanya bisa lanjut terus. Wkwk.

Mbak mesa, perjalanan jauh kemarin si qeena berarti udah ngga pake diaper sama sekali kan ya? Berarti kalo tiba-tiba di tengah jalan kebelet pipis, melipir dulu ke pom bensin atau disediain pispot kecil (yang buat travelling) atau sedia botol air mineral?

Buat qeena kami masih mengukur kemampuannya dalam menahan pipis. Jadi qeena masih dipakein diaper di perjalanan. Waktunya berhenti di pom bensin atau pas dia minta pipis saat kakak minta dan memungkinkan baru kita pipiskan. Masih belum saklek sama qeena soal perdiaperan saat di perjalanan jauh. Pas pulang kemaren, jadi saya masih kasih keringanan, daripada kewarasan saya menurun karena ngehandle 2 anak buat pipis. Alasannya cuma satu sebenarny, saya melihat qeena belum bisa menahan pipis selama kakak. Kalo dia minta pipis n lagi gak memungkinkan berhenti kita cuma bilang tunggu ya sampe dapat pom bensin. Kadang bisa nahan sampe ketemu pom bensin kadang enggak.

Sebelumnya aku udah bawa botol kecil air buat cebok sama potty portable tapi pas mau berangkat ternyata udh gak muat kepenuhan barang. Dan mikir juga buat berhenti di sembarang jalan saat qeena minta pipis kayaknya gak memungkinkan. Jadi kita batalkan rencananya. Mungkin kalo sudah lewat usia 3 tahun akan beda cerita. Karena kakak dulu juga pas usia 3 yang bisa diajak perjalanan jauh taboa diaper.

Keinget dulu cara kakak. Kita gak pakein kakak diaper selama perjalanan jauh. Kalo anaknya minta pup n pee di jalan. Kita minta tunggu dan tahan. Jika gak tahan, kita tawarkan buat pake diaper mau gak? Kalaupun akhirnya anaknya mau. Disitu qisha belajar menahan karena dia udah gak mau pipis ataupun pup di diaper. Jadilah diaper cuma buat jaga-jaga aja kalo kelepasan. Seringnya gak pernah kelepasan kalo kakak saat itu (perjalanan ke kota semarang).

Rencana portable potty dan air yang gak jadi kita bawa

Selama di padang, pakai diaper?

Selama di padang karena kita full jalan kesana kemari jadi iya mba. Untuk cerita singkat kenapa qeena bisa-bisa aja pipis di diaper lagi? Aku tulis tersendiri ya. Nanti si link ke sini

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *