Blogger itu penulis blog kan?

Emang ada gajinya?

Hubungannya sama influencer apa?

Gak cuman nampang muka n tulisan doang kan?

Pekerjaannya yang gak begitu kelihatan, karena sebagian besar memang melakukannya karena hobi. Gak sedikit juga yang menjadikannya sebagai mata pencarian. Disangka cuma nampang eksis atau sekedar hobi menulis. Kadang terlihat sok selebgram dan sok endorser. Tapi ternyata banyak yang bisa mendapatkan penghasilan besar perbulan yang jauh dari UMR pekerja daerah. Gak kalah dari orang yang kerja di kantoran. 

Hmm…kira-kira apalagi ya yang ada di pikiran banyak orang tentang blogger atau influencer? Pernah kepikiran gak kalo orang yang bekerja di ranah sosial media itu hampir sama dengan orang yang bekerja seperti biasa layaknya yang kerja kantoran. Bedanya mungkin mereka bebas bekerja dimana saja dan kapan saja. Juga bebas mau menentukan terima kerjaan seperti apa. Kalo kita bahas tentang seorang youtuber atau vlogger pasti sudah gak asing lagi ya. Info soal penghasilan besar yang didapatkan seorang youtuber sudah bukan rahasia umum lagi. Tapi bedanya apa dengan blogger? Kesamaannya apa? Salah gak sih pekerjaan mereka? Kenapa banyak dapat omongan negatif dari netizen. (Silakan jawab pertanyaannya sendiri dulu ya😊).

Sama halnya seperti ibu yang bekerja dikantoran. Tetep aja bakalan ada yang nyinyirin, ya gak? Baik menyindir atau mengungkapkan langsung. Ada banyak. Gak sedikit yang nyelekit dan menohok😅(ah perasaan dek mesa saja, karena ngerasa jadi objek, nyahahaa🤣). Apa saja ya kira-kira tantangannya?

  1. Dibilang sok “nge-edukasi”
  2. Sok selebgram
  3. Nampang eksis
  4. Kasian ih anaknya. Dicuekin. Ditinggalin, maknya sibuk main hp.
  5. Itu maknya main hape mulu kali ya?
  6. Anaknya dieksplore terus coba. Menjajah masa bermain anak. Itu merenggut masa bermain anak.
  7. Kasian deh, mak bapaknya pengen eksis trus anaknya dijadiin kambing hitam
  8. Dan lain sebagainya. Tambahan lain ada gak man teman?

Jadi, disini saya membagi tipe orang yang bekerja di ranah sosial media (baik blogger, influencer, youtuber, endorser dan pekerjaan sejenis lainnya) yang gak begitu jauh beda ya jenis dan tipenya. Saya bagi 3 tipe:

pic source: freepik

1.Karena hobi dan suka

Tipe ini adalah orang yang hanya sekedar menyalurkan hobi dan kesenangannya. Dia punya potensi dan bakat dalam bidang ini dan juga memiliki kemauan yang membuat dia akan merasa senang. Sering disebut itu memang passionnya. Jadi untuk tipe ini, mereka gak bakalan nyerah meski banyak omongan di belakang. Ya karena hobi dan suka toh. Tapi terbagi lagi menjadi dua jenis tipe orang, ada yang sekedar melakukan hobi jadi gak konsisten atau terus-terusan. Ada yang tipe memang menekuni dan melanjutkan ya menjadi suatu pekerjaan yang bernilai positif. Gak sedikit yang akhirnya mendapatkan keuntungan besar dari pekerjaan ini. Karena pekerjaan yang dilakukan dari bakat dan kemampuan lalu ditekuni terus menerus. Bakalan jadi suatu hal yang luar biasa. Contohnya seperti atta halilintar dan ria ricis. Kalo versi instagram seperti thedadslab kali ya. Tekun terus melakukan sesuatu. Mau ada manfaatnya kek ataupun engga. Yang penting hobi tersalurkan. (Kalo the dads lab udah pasti manfaat bangett yaa. Salut sama bapak ini dari awal sebelum dikontrak sm google pun dia udah konsisten banget berbagi ilmu main sama anak-anak.)

2. Sebagai mata pencarian. Memang karena ingin menghasilkan uang.

Tipe ini adalah orang yang memang dari niat awalnya dia ingin melakukan pekerjaan ini sebagai sumber pendapatan sehari-hari atau bulanan. Gak penting ada bakat atau tidak, orang dengan tipe ini akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuat konten yang bisa diharapkan oleh para netizen. Gak sedikit yang akhirnya mencari-cari tema dan hal yang bisa dia lakuin demi mendapatkan feedback yang bagus di masyarakat online. Misalnya akun-akun gosip di instagram. Akun info masakan, akun-akun info lainnya. Berusaha menggi passion mereka kalo bisa bahkan belajar terus-terusan agar menguasai bidangnya. Gak salah kan, namanya juga usaha.

3. Sekedar Ikut-ikutan

Tipe terakhir ini cukup banyak mewarnai dunia sosial media. Demi mendapatkan konten yang oke dalam feed instagram. Gak sedikit yang berlaku seperti endorser. Tapi tidak mendapatkan feedback apa-apa selain like dari circle pertemanannya.

Suka duka menjadi seorang blogger ternyata lumayan banyak juga ya. Ya iyalah, apapun yang kita lakukan pasti akan ada tantangan dan masalahnya. Namun hal itu yang bisa membuat kita kuat dan bertahan. Disaat dihadapkan dengan masalah. Di persimpangan kegalauan kita pasti dipertemukan dengan pilihan bakalan lanjut dan bertahan atau akhirnya menyerah. Ah udahlah, males ngeladenin pikiran-pikiran yang mematikan itu. Atau terkungkung dengan perasaan bersalah akibat omongan orang-orang. Gak sedikit loh akhirnya yang stress dan frustasi. Trus mematikan kreativitas ya sendiri.

Nah, bagaimana dengan kalian?

Kalo aku pribadi. Baru mulai bergabung dan memutuskan untuk bekerja di ranah sosial media ini akhir tahun kemaren. Gak punya banyak bekal dan ilmu. Cuma bermodalkan kemauan dan hobi. Bergabung di beberapa komunitas dan agency yang membutuhkan seorang influencer yang bisa tetap bekerja freelance di rumah sambil mengurus anak. Karena perjalanan panjang mulai dari menikah dan punya anak. Dari wanita bekerja hingga menjadi wanita rumahan, membuat saya akhirnya berpikir dan merenung lalu memutuskan. 

Ternyata saya gak bakat kerja di A nih”, saya tipe orang yang gak sanggup ninggalin anak ternyata. Bukan gak sanggup juga sih, tapi gak bisa tepatnya. Hehe.

“Ngerjain B?” Pun saya masih gak bisa. Terlalu berat dan menyita pikiran dan perasaan. Bagi seorang yang (ngakunya) anak eksak. Saya gak bisa membagi fokus penting dalam hidup. Multitalent sih multitalent, tapi masing-masing orang punya porsi yang berbeda-beda. Punya pemikiran masing-masing dari apa yang dia hadapi. Kalo hal yang bener-bener urgen rasanya gak bisa dikerjakan sambil nyambi. Harus fokusin satu-satu.

Akhirnya setelah dorongan besar dan kuat dari dalam diri. Didukung sama suami, dan beberapa sahabat yang memberikan saran. Saya memutuskan untuk bekerja di bidang ini. 

Apa sih yang saya harapkan? Gak banyak. Saya hanya berharap bisa menjaga kewarasan dalam keseharian di rumah. Punya wadah untuk menyampaikan pikiran. Dan bisa memberi banyak manfaat bagi orang-orang (da ang dari dulu hobinya ini), sosial, organisasi. Cuma itu. Ngarepin materi?

Awalnya saya gak mau berekpektasi terlalu besar. Gak berharap banyak soal materi. Kalaupun ada berarti itu bonus. Dan ternyata setelah saya jalani. Usaha, jerih payah dan kerja keras akan selaras dengan hasil yang kita dapatkan. Dengan tidak banyak berharap macam-macam, membuat saya jauh bekerja apa adanya sesuai kondisi dan kemampuan. Jadi gak ngoyo, gak ngotot. Yang perlu jadi catatan hanyalah, “bekerjalah secara profesional”.  Jika sudah mengambil keputusan untuk mengerjakan tugas A ya kerjakan secara maksimal dan tepat waktu. Menjaga kinerja dan disiplin itu penting. Tidak hanya untuk pekerjaan kita ke depan, tapi juga buat diri sendiri agar tetap konsisten. Sekian

Traveling sekaligus dapet konten buat blog😅

Bagaimana dengan feedback yang mereka dapatkan?

Ada beragam. Mulai dari mendapatkan berupa produk dan barang. Juga berupa uang atas jerih payah yang mereka kerjakan. Sangat banyak juga yang bisa memperbaiki keuangan dengan menabung dari hasil yang mereka dapatkan dari setiap Iklan. Semacam kontrak kerja sebagai pengiklan, buzzer, blogger, influencer mikro-nano ataupun yang sudah sangat banyak follower sekalipun, akan mendapatkan bayaran yang sesuai. Tertarik untuk menjadi seorang blogger? Atau influencer? Pertanyaan berikutnya apa aja sih bedanya? Tunggu di pembahasan selanjutnya ya👌🏻

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *