Baiklah, bahasan kali ini mumpung aku lagi males-malesnya ngeblog sebulan belakangan ini. Sepertinya aku kudu memulai kembali merefreshkan kepala dan merapikan kembali PR-PR yang sudah aku janjikan sebelumnya.Mulai dari banyaknya rutinitas pekerjaan rumah, mulai dari koki, babysitter, hingga supirmom yang anter jemput anak ke sekolah, yang kelihatannya kerjaannya mudah banget. Bisa ketawa ketiwi sama ibu-ibu lain, sedangkan di pikiran sudah melayang mo masak apa ya? Ntar nyampe rumah ngerjain apa dulu ya? Dan sebagainya.

Untuk pemanasan kali ini aku akan membahas dulu soal Mikro Nano Influencer atau Buzzer.
Mom pernah gak sih atau sering gak melihat akhir-akhir ini banyak akun mom yang menampilkan postingan semacam iklan. Kadang malah seperti postingan seperti ikutan giveaway, eh bukan, kayak selebgram, kek artess geto kali ye, hmm, kadang gak selalu juga sih.

Trus mereka juga tidak menampilkan syarat-syarat untuk GA. Dan gak terus-terusan ngartis juga kayaknya. Kadang malah bagi sebagian julider dan kepower yang lain malah berpikir bahwa akun tersebut bak influencer atau selebgram istilah hitsnya di kalangan anak jaman now ya, yang tampilannya seperti mengiklankan suatu barang. Kayak diendorse gitu. Tapiii, emang iyaa?? Dia kan bukan artes. Followernya juga biasa sih.

Nah, pengen tahu gak sih? Apa bedanya? Dan apa sih sebenarnya yang dilakukan oleh para moms ini?
Aku coba ceritakan versi yang aku pahami dan pelajari selama ini ya. Yang pertama syarat dan ketentuannya setelah kamu membaca tulisan ini, gak boleh ada yang nanya,
“Gimana caranya biar bisa kayak gitu?”
“Aku mau dong, daftar dan ngelamar kemana?”
Baiklah, kita lanjut cerita dulu ya. Aku akhirnya tertarik untuk membahas topik ini karena,
Pertama, banyak yang mikir, kamu udah kayak artis aja ciyeee. Ciyee ciyeee…in aje
Kedua, Gak sedikit juga yang akhirnya ikutan posting yang sama,gapapa sihh, tapiiii biar pada tahu dan cari tahu bagaimana sih biar postingan kamu gak kayak sok ngartis belaka, tapi juga punya value di dalamnya? (hmmm, ada nilainya kah?? Dapet duit ya? Atau dapet apa? Yuk mari disimak dulu yaa…jangan sekedar nyari materinya aja dong. Banyak sih, para moms sekarang yang jadi kuis hunter lah, GA hunter lah dan segala macamnyaa. Kalo pendapat aku pribadi ya silakan-silakan aja sih, selagi nyari uang dengan cara baik dan halal sok mangga ya. Nah, ini ada salah satu informasi lagi yang mesti kamu tahu juga. Ketiga dan seterusnya, gak sedikit yang mikir postingan kamu tu kok sekarang berbeda. Bahasanya beda, fotonya pun diedit beda. Dan segala macamnya. Sok endorse yee… (Eitsss…kesel juga sih kalo dibilang sok ngartis or sok ngendors gak sihh? Haha 🙂

Lanjut, berdasarkan tiga hal di atas tadi dulu aja deh. Aku akan ambil kesimpulan buat menjelaskan secara garis besarnya tentang pekerjaan yang tadi aku sebut di atas.

Influencer, Buzzer, Nano Mikro influencer, dan Selebgram. Apa sih bedanya?

Pernah dengar istilah-istilah di atas?
Pasti pernah dong ya, apalagi dengar kata-kata selebgram. Langsung deh ingetnya ke akun-akun artes dan yang sekarang banyak sok ngartis (ini kalimatnya julid bet yah… wkwk), akun-akun bermanfaat lainnya ya maksudnya.
Baiklah, kita akan fokus dengan istilah influencer alias buzzer terlebih dahulu ya. Jadi secara simple saya bisa jelasin kalo selebgram yang paling ditahu anak muda sekarang, itu dari singkatannya aja kita udah tahu artinya seleb instagram. Jadi yang memang berniat nyeleb. Ngeartis. Bisa itu artis bisa juga enggak. Asal dia punya pengikut yang banyak dan memposisikan dia sebagai artis.

Nah, lanjut bahasan yang lebih saya fokusin ya, tentang influencer dan buzzer.
Jika saya mengambil beberapa referensi. Sebenarnya tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa jumlah follower yang mutlak dimiliki oleh seorang influencer atau buzzer ini. Yang pasti seorang influencer diharapkan bisa memberikan pengaruh atau influence bagi banyak orang. Itulah pekerjaan influencer.

Ada yang bergajii dari suatu perusahaan yang bekerja sama, ada yang emang seniatnya aja. Nah kamu yang mana?

Namanya juga mak emak jaman now kan ya? Pake satu produk, yang lain ikutan pengen pake. Di review satu barang, yang lain juga keracunan ikutan pengen kayak si anu si ani si inu. Jadilah di kalangan influncer ini kebanyakan yang bisa memberikan pengaruh tersebut.
Berarti bisa dibilang kalo influencer itu cakupannya luassss banget ya. Bisa skalanya makro, besar banget cakupan yang bisa di raih dari setiap postingannya. Ini biasanya yang sudah memiliki follower 20k ke atas lebih kurang atau bahkan 50k ke atas. Intinya cakupannya lebih besar. Bisa juga yang mikro nano influencer. Cakupan followernya sekitaran 1k atau 2k ke atas. Intinya apakah dia berniat dan berminat untuk memberikan edukasi atau pengaruh yang (ya bisa baik atau buruk), kepada para followernya. Adakah yang tetep niat ngiklanin tanpa dibayar? Ada yang karena dibayar (karena pekerjaan) akhirnya dia memposting atau iklan. Jadi influencer itu sangat besar bahasanya. Mempengaruhi orang-orang seperti akun masakan yang kita gak tahu siapa adminnya pun bisa dikategorikan sebagai akun influencer. Ada yang memang ada pelakunya langsung, dan menginfluence para followernya

Nah gimana dengan buzzer?
Hampir sama dengan influencer tapi pekerjaannya gak sampai memberikan pengaruh sih, dia cukup ngebuuzzzzz like a bee, alias hanya perlu menggaungkan suatu produk yang sudah disepakati kerjasama dengannya. Jadi para buzzer kerjaannya sama kayak ngiklan ya. Semacam perpanjangan tangan produk suatu brand, buat disebarluaskan informasinya ke khalayak ramai.

Tahu gak kamu?? Pada jaman serba digital sekarang ini. Masyarakat khususnya para generasi millenial itu sudah sangat jarang menonton televisi. Palingan bisa hanya sekian persen dari ratusan juta penduduk indonesia yang masih nonton TV. Kebanyakan sekarang mereka pasti lekat dengan sosial media. Hampir setiap hari mereka tidak pernah untuk tidak melihat sosial media. Jadi para brand suatu produk tidak mau ikut ketinggalan. Makanya dari situlah dia mencoba mempublish produknya lewat para buzzer dan influencer. Agar produknya tetap dikenal para generasi millenial yang sekarang ini paling banyak populasinya di muka bumi.
Nah, sudah cukup jelas kan???

Jadi, Seperti itulah pekerjaan beberapa akun yang mungkin kamu lihat, atau bahkan baru lihat setelah berteman dengan aku. Sumpah ini seperti pernyataan biar pada gak salah paham ya? Hahha. Sebenarnya salah satunya itu, tapi juga sekaligus ngelunasin PR bagi yang dulu pernah bertanya soal ini ya. Akhirnya dengan segenap jiwa dan raga akhirnya sudah kubayar lunas ya. Penjelasan ini sudah paling komplit rasanya kutulis dari segala apa yang aku tau.

Kalo ngebahas soal emak-emak nano mikro influencer en buzzer. Aku juga masih mau lanjut cerita. Ada yang penasaran gak?
Mereka dibayar apa enggak sih? Apa cuma sekedar dapat produk apa gimana?
Jadi setiap postingan itu akan ada value dari brand yang bekerjasama ya. Nilainya pun ditentukan dari jumlah follower, atau kalau sebuah blog dari page authority dan domain authority nya. (Mau tahu ini apa? Coba googling aja ya).

Misalkan, dari sekian banyak rekan-rekan blogger, influencer dan buzzer, rata-rata yang memiliki follower under 2k bisa mendapatkan minimal up 100k per-postingan. Diatas itu followernya? Bahkan bisa diatas 100k hingga 500k per-postingan. Ada yang berupa produk yang nilainya lebih besar dari cash.

Kalo mau fokus ke para emak-emak blogger atau influencer. Mereka yang bener-bener giat dan menekuni pekerjaannya dengan baik. Ada yang mendapatkan bahkan puluhan juta per-bulan. Belum termasuk produk-produk atau barang yang hendak direview. Keren gak? Iya, mereka keren banget menurut penilaian aku pribadi. Bisa tetap menjalani tanpa merisaukan apapun opini atau komentarwati dari para pejulid. Yang penting terus dan tetap berkarya. Berusaha dan mengapresiasi diri sendiri atas apa yang sudah dilakukan. Bukankah ini sama saja dengan pekerjaan kantoran yang bergaji atau bisa dibilang sekelas freelancer yang bekerja tanpa ruangan atau kantor, tanpa di bawah HRD tapi menggaji diri sendiri dari apa yang telah dikerjakan. Menarik bukan? Kalo menarik dan tertarik, silahkan cari tahu lebih dalam dan upgrade diri sendiri untuk bisa melakukannya ya. Dan jangan menganggap remeh the power of emak-emak, katanya. Gak tau sih kata siapa. Haha. Tapi, bukan sekedar emak-emak ya yang menekuni pekerjaan ini. Ada banyak lainnya. Seperti para blog traveller, food photography dan lain sebagainya. Ada banyak banget ragam pekerjaan yang bisa ditekuni sesuai passion yang kamu miliki ya.

Ada yang hobi menata rumah, berkebun, memasak, foto2, menulis, bikin mainan anak, daann lain sebagainya. Yang bisa dijadikan bahan untuk kamu tetap bisa berkarya dan mengembangkan bakat serta kemampuan.

Namanya juga pekerjaan ada bermacam-macam. Dan keinginan seorang ibu yang sudah resign dari dunia pekerjaan untuk fokus di rumah tangga berbagi tugas dengan pasangan hidup, tapi gak mau mati gaya. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang cukup cocok juga bagi kalangan ibu muda yang tetap ingin berkontribusi di tengah keluarga. Tetap berkreasi, tapi bisa memilih pekerjaan dan tawaran yang pas buat kita lakukan. Dapat imbalan tambahan uang saku yang lumayan juga buat skincarean. Mengasyikkan bukan?
Jika masih ada pertanyaan, yang bisa aku jawab, kita lanjut di ig story ya… semoga bermanfaat 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *